Hate Speech, Kebebasan Demokrasi, dan Literasi Masyarakat Indonesia
Aug 12, 2016
Dua Sisi Kasus Penganiayaan Guru dan Murid di Makassar
Aug 18, 2016

Menguji Performa HELIOGRAF -Robot Penyaji Berita Data Milik The Washington Post- dalam Olimpiade Rio 2016

2e410bf3b812f55647f53d46e6a09a7a

Olimpiade Rio 2016 telah memasuki pekan terakhir. Banyak cerita menarik dibalik Olimpiade yang diikuti oleh 205 negara di dunia tersebut. Bukan hanya sebatas cerita tentang keseharian para atlet, tetapi juga cerita tentang bagaimana perusahaan media memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan proses penyampaian berita olahraga sepanjang Olimpiade Rio berlangsung.

Pemanfaatan teknologi untuk memaksimalkan proses penyampaian berita olahraga kepada publik ini dilakukan oleh The Washington Post. Kantor surat kabar terbesar dan tertua di dunia yang telah berdiri sejak tahun 1877 ini menggunakan robot untuk memberitakan Olimpiade Rio 2016. The Washington Post memiliki tim beranggotakan tiga orang teknisi yang mengembangkan ‘Heliograf’, robot dengan kecerdasan artifisial yang dapat membuat artikel sederhana, terutama yang berkaitan dengan data seperti tentang nilai atlet dan perhitungan medali. Proyek pengembangan Heliograf ini merupakan bentuk kolaborasi dari tim teknisi dengan tim jurnalis The Washington Post.

Penggunaan robot untuk menyampaikan berita-berita mengenai data yang penting diketahui publik dalam Olimpiade Rio 2016 bukanlah karena The Washington Post kekurangan wartawan untuk meliput perhelatan akbar tersebut. Hal ini dikarenakan tim redaksi The Washington Post ingin membebaskan para wartawannya untuk menyampaikan berita-berita yang mengeksplorasi sisi-sisi menarik dalam Olimpiade, tak sekedar meliput data-data yang dapat diperoleh oleh robot.

twitter

Tampilan AKun Twitter yang Dikelola Oleh Robot The Washington Post

Berita yang dituliskan oleh robot yang dikembangkan The Washington Post dapat dilihat dalam The Post live blog, akun twitter @WPOlympicsbot, facebook messenger bot dan dapat diakses pada perangkat Alexa.

Momen Olimpiade Rio dianggap sebagai saat untuk membuktikan performa robot yang dikembangkan The Washington Post dalam penyajian berita. Pada tahun 2014, reporter olahraga The Washington Post masih harus banyak menghabiskan waktu untuk mempublikasikan hasil pertandingan dan data-data lain secara manual. Kini, para reporter dan editor dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai hasil pertandingan dan data-data lainnya, dan tinggal memaksimalkan penulisan berita dengan analisis-analisis yang tidak dapat dilakukan oleh robot.

Ke depannya, performa robot penyaji berita data ini akan kembali diuji saat The Washington Post meliput Pemilihan Umum Amerika Serikat yang akan dilaksanakan pada November 2016.

.

.

.

Referensi:

https://www.washingtonpost.com/pr/wp/2016/08/05/the-washington-post-experiments-with-automated-storytelling-to-help-power-2016-rio-olympics-coverage/

Ulya Amaliya
Ulya Amaliya
After studying International Relations in Gadjah Mada University, she dedicated herself as NGO's officer of Social Research and Data Analysis in Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply