Sejuta Manfaat Semangka untuk Kesehatan Tubuhmu
Jul 25, 2016
Yuk Merawat Gigi Bersama Elboo!
Jul 26, 2016

Menghadapi Demam Pokemon GO di Indonesia

Bermain Pokemon GO via gadgets.ndtv.com

Bermain Pokemon GO via  gadgets.ndtv.com

Bermain Pokemon GO via gadgets.ndtv.com

Suatu hari, seorang pria sedang berjalan di pusat perbelanjaan sambil memegang ponsel. Matanya tidak pernah pindah dari layar ponselnya. Sepanjang berjalan itu, ia terus memainkan dan mengutak-atik layar ponsel. Dia tidak sendirian, tak jauh dari tempatnya ada sekelompok remaja yang juga sibuk mengutak-atik layar sambil berjalan-jalan. Mereka sesekali tertawa dan mengobrol sambil menunjuk layar ponsel. Rupanya mereka sedang bermain permainan yang baru saja menjadi tren dunia saat ini, Pokemon GO.

Namun sayangnya mereka tidak menyadari, di tengah asyiknya permainan, ada seorang teman yang melintasi jalan raya sambil tetap memainkan ponsel. Alhasil, anak tersebut jatuh tertabrak sepeda motor hingga dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga: NASA Pastikan Pokemon GO Tidak Bisa Dimainkan di Luar Angkasa

Kisah fiksi diatas merupakan salah satu contoh dari dampak Pokemon GO yang sedang fenomenal di seluruh dunia saat ini. Pokemon GO, permainan baru yang seolah telah mengambil alih dunia, tumbuh cepat di kalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Menurut survei Monkey Intelligence, Pokemon GO merupakan permainan terbesar di tahun 2016 berdasarkan jumlah pengguna aktif sehari-hari.

Setelah permainan tersebut dirilis pada 6 Juli 2016, Pokemon GO sudah disematkan pada perangkat android lebih dari Tinder dan berpotensi menyalip Twitter dalam urusan jumlah pengguna aktif. Permainan ini memiliki kemampuan melampaui aplikasi kencan dan menghabiskan lebih banyak waktu karena faktanya, rata-rata butuh 43 menit dalam sehari untuk menangkap Pokemon di dunia nyata.

Menurut Sensor Tower, perusahaan yang memantau kinerja aplikasi seluler, pantauan dalam satu hari menunjukkan para pengguna menghabiskan lebih banyak waktu untuk Pokemon GO dibandingkan Facebook dan Snapchat.

Permainan Pokemon GO memang cukup menarik, terutama bagi seorang gamers. Dengan menggunakan teknologi augmented reality, penggunanya dapat menangkap Pokemon yang berada di sekitarnya seolah Pokemon tersebut nyata. Pengguna Pokemon bisa bermain sambil berjalan-jalan karena memang Pokemon dirancang agar penggunanya bisa bermain menangkap Pokemon sesuai dengan kondisi lingkungan riil yang ada di sekitar mereka.

Kita bisa melihat sekelompok remaja atau orang dewasa berkumpul di beberapa titik yang ditemukan banyak Pokemon. Misalnya saja di Taman Melingkar Universitas Indonesia yang saat ini dipenuhi dengan para pengguna Pokemon GO.

Dengan kemunculan tren permainan Pokemon GO ini, tentu membawa dampak positif dan dampak negatif. Di berbagai media massa sedang hangat diperbincangkan dampak dari permainan Pokemon Go dari berbagai sudut pandang, seperti medis, sosial, psikologis, kriminalitas, dan lain-lain. Pada akhirnya akan muncul diskusi dan perdebatan mengenai permainan Pokemon GO ini.

Jika berbicara dampak positif, banyak pengguna game Pokemon GO, yang merasakan manfaatnya dari bermain game ini, misalnya menjadi seseorang yang bergerak aktif. Artinya, game ini mendorong orang untuk berolahraga, jalan-jalan ke taman atau tempat rekreasi, sambil bermain bersama teman.

Namun demikian, dampak negatifnya pun juga muncul. Bahkan ironisnya di Indonesia, cenderung mengundang kriminalitas. Beberapa media menyebutkan kasus pencurian ponsel seorang pengguna Pokemon GO karena terlalu asyik bermain di sebuah jalan di Jakarta tanpa memperhatikan jalan. Ada lagi kasus lainnya, seorang pemain yang terjatuh dari tangga, tercebur ke laut atau kolam renang, menabrak pintu, hingga tersandung trotoar.

Ini biasanya disebabkan karena permainan ini menuntut penggunanya untuk melihat layar terus menerus, sehingga lengah untuk fokus. Pokemon GO telah menyebabkan penggunanya menggunakan ponsel tanpa memperhatikan lingkungan sekitar saat mereka berjalan, yang tentu saja akan membahayakan penggunanya.

Dampak lainnya, pengguna permainan Pokemon GO berkeliaran di jalan tanpa memperhatikan lalu lintas. Bahkan pengguna juga berkeliaran di tempat berbahaya lainnya untuk menangkap Pokemon. Lebih berbahaya lagi, sekarang ada yang mengklaim aplikasi ini bisa digunakan untuk hal-hal jahat. Seperti digunakan untuk melacak dan memikat calon korban kejahatan ke daerah sepi atau digunakan oleh seorang pedofilia untuk menjebak anak-anak kecil.

Permainan game virtual, khususnya Pokemon Go ini memang telah memberikan dampak yang negatif bagi penggunanya. Terutama jika digunakan oleh anak-anak dan remaja. Psikolog Dwita Salverri mengatakan, di dalam permainan itu terdapat unsur-unsur negatif yang mampu membuat anak berubah dari segi psikologinya. Selain itu, aplikasi permainan ini mudah mempengaruhi pikiran anak baik yang sadar maupun berdampak pada sisi religius pada anak.

Bahkan berdasarkan penelitian dari lembaga agama bahwa permainan Pokemon disisipi oleh hal-hal yang kurang baik. Tetapi dari sisi psikologis, permainan ini dapat membahayakan keselamatan. Dwita menyebutkan, bahaya permainan Pokemon GO terhadap anak melebihi dari efek narkoba. Oleh karena itu, disarankan kepada orangtua untuk mengawasi anaknya ataupun melarang anaknya dalam memainkan gadget. Orangtua harus membimbing anaknya dalam proses tumbuh kembangnya mental pada anak.

Menghadapi demam Pokemon yang melanda anak-anak, remaja, dan orang dewasa ini, mulai dikeluarkan peraturan baru oleh berbagai instansi demi mencegah dampak buruk akibat terlalu asyik bermain Pokemon GO. Pada instansi pemerintah misalnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi melarang semua pegawai negeri sipil (PNS) bermain game virtual. Beliau melarang semua PNS bermain game virtual terutama saat waktu kerja. Bukan hanya melarang bermain permainan Pokemon GO, tetapi seluruh game virtual lainnya.

Baca Juga: Amerika Serikat Gunakan Pokemon GO untuk Terapi Anak

Terkait larangan tersebut. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf juga melarang jajarannya memainkan game virtual semacam Pokemon GO di saat jam kerja. Hukuman yang tegas juga diberikan oleh Kepolisian RI jika anggota Kepolisian ditemukan bermain Pokemon GO. Bagi instansi swasta, muncul larangan dan kecaman terhadap pegawai yang bermain Pokemon GO. Ancaman tersebut ada yang berupa pemotongan gaji dan bahkan sampai pemutusan hubungan kerja.

Anak-anak yang bermain Pokemon GO juga mendapat larangan serius jika bermain pada saat jam belajar atau bermain di tempat-tempat yang berbahaya Intinya, saat ini pengguna permainan Pokemon GO sedang menghadapi ancaman serius jika tidak mampu mengontrol kecanduan mereka dalam bermain.

Pada dasarnya, Pokemon Go ini adalah permainan yang diciptakan oleh manusia. Namun manusia memiliki andil besar untuk menentukan apakah dia akan bermain atau tidak. Keputusan logis dan rasional dari penggunalah yang menentukan seberapa kuatnya pengaruh permainan dalam kehidupan mereka.

Bermain permainan game virtual memang menyenangkan, terutama bagi seorang gamers, namun dengan mempertimbangkan segala dampak yang ada seharusnya membuat para pengguna lebih dapat mengontrol keinginannya untuk bermain game.

Jika sudah terlanjur bermain, sebaiknya segera dikurangi sedikit demi sedikit. Terutama bagi pelajar dan pekerja yang seharusnya fokus dan produktif dalam bekerja dan belajar. Selain adanya peraturan dari instansi pemerintah, instansi swasta, ataupun himbauan dari kepolisian, yang terpenting adalah membuat peraturan bagi diri sendiri agar tidak terlalu asyik bermain sehingga melupakan waktu belajar dan waktu bekerja, tidak memperhatikan lingkungan dan keselamatan, kurang berinteraksi dengan keluarga dan teman, dan lain-lain.

Kehadiran permainan Pokemon GO ini seharusnya membuat penggunanya lebih bijak dalam mengelola hak, kewajiban, waktu dan tanggung jawab, sehingga mereka tetap dapat bermain yang merupakan hak mereka tanpa melanggar kewajiban dan tanggung jawab lainnya yang lebih penting. (SA)

 

Daftar Referensi:

https://m.tempo.co/read/news/2016/07/19/173788603/menteri-yuddy-larang-pns-main-pokemon-go-di-kantor

http://www.voaindonesia.com/a/hal-hal-aneh-saat-bermain-pokemon-go/3426759.html

https://m.tempo.co/read/news/2016/07/19/072788892/permainan-pokemon-go-berdampak-sosial-di-masyarakat

 

Syadza Alifa
Syadza Alifa
Syadza Alifa adalah mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial UI dengan peminatan Kemiskinan, Community Development, dan Corporate Social Responsibility. Selain memiliki minat di bidang akademis seperti penelitian sosial dan tulis-menulis, Syadza yang akrab dipanggil Ifa juga memiliki minat di bidang kehumasan dan public speaking. Dengan motto “Learn, Earn, Return”, Ifa bercita-cita ingin menjadi akademisi, policy maker, dan social worker, serta mendirikan yayasan yang bergerak di bidang kemiskinan, kesejahteraan anak, kesejahteraan perempuan, dan penanggulangan bencana.

Leave a Reply