Mikroalga Sebagai Bahan Baku Energi Baru Terbarukan (Bagian II)
Sep 16, 2013
Mengoptimalkan Pemanfaatan Pompa Hidram yang Hemat Energi untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Masyarakat
Sep 19, 2013

Mengenal Surfaktan

oil-wellhead

sumber: http://www.upstreampumping.com/sites/default/files/imagecache/article_main_cropped/articles/209/oil-wellhead.jpg

Surfaktan (SURFace ACTive AgeNTS) adalah suatu molekul amfipatik yang memiliki dua bagian yaitu bagian hidrokarbon yang kurang suka air (sisi hidrofobik) dan bagian yang suka air (hidrofilik). Bagian hidrofobik diantaranya adalah asam lemak rantai panjang, asam lemak hidoksi, asam lemak hidroksil atau asam lemak a-alkil-b-hidroksi, sedang sisi hidrofilik dapat berupa karbohidrat, asam amino, peptide siklik, fosfat, asamkarboksilat atau alkohol.

Berdasarkan muatan yang terkandung dalam gugus kepala alkilnya surfaktan terbagi menjadi empat, yakni surfaktan anionik yakni surfaktan yang bagian alkilnya terikat suatu anion dan surfaktan kationik yakni surfaktan yang bagian alkilnya terikat suatu kation. Surfaktan nonionik yakni surfaktan yang bagian alkilnya tidak bermuatan, serta surfaktan amfoter yakni adalah surfaktan yang bagian alkilnya mempunyai muatan positif dan negatif.

Pada aplikasinya surfaktan digunakan dalam berbagai produk, misalnya produk kosmetik, farmasi, industri logam, tekstil, industri pembersih, dan industri petroleum. Dalam industri petroleum, surfaktan biasa digunakan untuk meningkatkan produksi minyak melalui proses Enhance Oil Recovery (EOR). Proses EOR diperlukan untuk mengambil residu minyak bumi yang tertinggal dalam reservoir yang masih cukup besar yakni sekitar 60-70% dari kandungan minyak bumi awal. Pada proses ini, produksi minyak bumi ditingkatkan dengan surfactant flooding.

Surfaktan yang biasa digunakan dalam proses EOR adalah petroleum sulfonate yang merupakan turunan dari minyak bumi. Kelemahan surfaktan tersebut adalah sifatnya yang tidak terbarukan, tidak ramah lingkungan dan memiliki ketahanan yang buruk terhadap kondisi sadah, sedangkan kelebihannya adalah mempunyai kinerja maksimal dalam menurunkan tegangan antarmuka, bahkan dilaporkan mencapai 0,1 µN/m atau 10-4dyne/cm (Salager 2002 dalam Purwanto 2006).

Selain kendala diatas, surfaktan konvensional cukup mahal sehingga dalam penerapan surfaktan pada industri petroleum mulai dikembangakan biosurfaktan. Biosurfaktan memiliki kelebihan karena mudah didegradasi, toksisitasnya rendah, dan dapat dihasilkan dari substrat yang bernilai ekonomi rendah ataupun limbah. Berbagai mikroba seperti bakteri dan jamur juga dapat menghasilkan biosurfaktan sebagai produk ekstraselulernya.

 

Referensi:

[IPB] Institut Pertanian Bogor. 2008. Agenda riset bidang energy 2009-2012. Direktorat Riset dan Kajian Strategis IPB

Purwanto S. 2006. Penggunaan surfaktan metil ester sulfonat dalam formula agen pendesak minyak bumi [skripsi]. Institut Pertanian Bogor

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply