Dadiah Pangan Prebiotik Khas Minangkabau
Dadiah, Pangan Prebiotik Khas Minangkabau
Jul 6, 2015
Profil Tenaga Kerja Indonesia Infografis Beranda Inovasi
Inilah Profil Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri!
Jul 8, 2015

Mengenal LPG, LNG dan CNG

Artikel MITI Energi Mengenal Lebih Dekat LPG , LNG & CNG

Sudah tahukah  bedanya  LPG, LNG dan CNG ? 

Masyarakat Indonesia sebagian besar masih menyeragamkan ketiga komoditas ini dengan istilah “gas”, padahal tiga gas ini memiliki karakter berbeda yang sangat memengaruhi bagaimana pemanfaatan  masing-masing jenis.  LPG dan LNG sama-sama gas yang dicairkan untuk memudahkan pengangkutan untuk jarak yang tidak terjangkau dengan pipa. Berbeda dengan CNG yang tidak dalam bentuk dicairkan.

Bahan Bakar Gas cair yang secara umum biasa di sebut dengan ELPIJI ( LPG ) atau liquefied petroleum gas tentu sering mendengar dan akrab sehari-hari dengan kehidupan terutama bagi ibu-ibu rumah tangga, namun apakah ELPIJI itu ?

ELPIJI ( LPG ) merupakan campuran dari berbagai unsur Hidrokarbon yang berasal dari penyulingan Minyak Mentah dan berbentuk Gas. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair, sehingga dapat disebut sebagai Bahan Bakar Gas Cair. Komponennya didominasi Propana ( C3H8 ) dan Butana (C4H10). ELPIJI juga mengandung Hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya Etana (C4H6) dan Pentana (C5H12). Dalam kondisi Atmosferis , ELPIJI berupa gas dan dapat dicairkan pada tekanan diatas 5 kg/cm2. Inilah yang membuat LPG lebih pas untuk konsumen rumah tangga, karena sifatnya mudah disimpan dan bisa langsung dibakar untuk dimanfaatkan tanpa perlu infrastruktur khusus. Volume ELPIJI dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair. Sifat lain ELPIJI lebih berat dibanding udara, karena Butana dalam bentuk Gas mempunyai Berat Jenis dua kali Berat Jenis udara. Sehingga cenderung berada dekat dengan permukaan tanah apabila terjadi kebocoran. Hal ini menyebabkan resiko yang cukup besar untuk pemakaian di dalam ruangan / basement.  Di Indonesia, LPG banyak dipakai sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah di rumah tangga, namun di luar negeri LPG sudah banyak kegunaannya salah satunya sebagai bahan bakar mobil dan kendaraan publik. Untuk Produksinya,  LPG Indonesia saat ini sekitar 1,4 juta metrik ton per tahun sementara kebutuhan LPG nasional sekitar 5 juta metrik ton per tahun. Inilah yang menyebabkan Indonesia semakin banyak mengimpor minyak untuk diolah menjadi  LPG.

lng 3

Lalu, bagaimana dengan LNG? LNG atau liquefied natural gas merupakan Gas Alam yang didinginkan lalu di kondensasikan menjadi liquid (cair) pada suhu antara -150 C sampai -200 C. Kandungan utama dari LNG adalah methane dengan sedikit ethana, propane, Iso-butana, normal-butana, iso pentana +, serta kandungan – kandungan H2S yang beragam . Pengembangan dan pemanfaatan LNG memerlukan infrastruktur yang lebih kompleks. Dari sisi hulu, pengembangan LNG tidak hanya memerlukan fasilitas produksi biasa, tetapi memerlukan kilang yang mampu mencairkan gas tersebut sampai suhu minus 150-200 C.

LNG memiliki kepadatan energi yang hampir sama dengan bahan bakar minyak. Sehingga, untuk penggunaan industri berat, akan sangat mengurangi frekuensi pengisian kembali. Secara keamanan, LNG lebih aman dibanding LPG karena memiliki massa yang lebih kecil, sehingga apabila terjadi kebocoran, tidak akan terjadi akumulasi di permukaan tanah. LNG biasanya di pakai di Industri sebagai bahan bakar. Dengan kebutuhan akan temperatur yang sangat rendah seperti ini, jelas LNG tidak bisa diedarkan dalam bentuk tabung-tabung layaknya LPG. Tetapi memerlukan fasilitas regasifikasi sekaligus sistem transportasi yang terintegrasi ke pengguna.

CNG

Gas alam terkompresi (Compressed natural gas, CNG) adalah alternatif bahan bakar selain bensin atau solar. Di Indonesia, kita mengenal CNG sebagai bahan bakar gas (BBG). Bahan bakar ini dianggap lebih ‘bersih’ bila dibandingkan dengan dua bahan bakar minyak karena emisi gas buangnya yang ramah lingkungan. CNG dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4) yang diekstrak dari gas alam. CNG disimpan dan didistribusikan dalam bejana tekan, biasanya berbentuk silinder. Produksi dan penyimpanan CNG lebih murah dibandingkan dengan LNG, hanya saja, CNG membutuhkan tempat penyimpanan lebih besar serta tekanan yang sangat tinggi, sehingga distribusinya tidak bisa untuk jarak yang terlalu jauh dari sumber gas. DiIndonesia ,Saat ini CNG sudah dipakai antara lain untuk busway dan bajaj di Jakarta.

CNG kadang-kadang dianggap sama dengan LNG. Walaupun keduanya sama-sama gas alam, perbedaan utamanya adalah CNG adalah gas terkompresi sedangkan LNG adalah gas dalam bentuk cair. CNG secara ekonomis lebih murah dalam produksi dan penyimpanan dibandingkan LNG yang membutuhkan pendinginan dan tangki kriogenik yang mahal.

Referensi :

Wikipedia.org./gas alam terkompresi.

Radit, Ricky.2011.Perbedaan Gas Alam.

Leave a Reply