Kebijakan Baru Ubah Kualitas Hidup
Dec 11, 2014
10 Inovasi Pilihan Beranda Inovasi 2014
Dec 31, 2014

Mengelola dan Menata Perkotaan

Pada Juli 2014, Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumumkan hasil laporan mengenai Prospek Urbanisasi Dunia. Dalam laporan tersebut dinyatakan bahwa saat ini lebih dari separuh penduduk dunia tinggal di kota. Presentase tersebut akan terus meningkat, hingga pada tahun 2050 diperkirakan penduduk dunia yang bermukim di kota mencapai dua pertiga dari keseluruhan.

Center for Population and Policy Studies Universitas Gadjah Mada menyatakan bahwa saat ini separuh penduduk Indonesia tinggal di kota. Prediksi tahun 2035, hampir 90% penduduk Jawa Barat tinggal di kota. Di Banten, penduduk yang tinggal di kota akan berjumlah 85%; di Yogyakarta 84%; di Jawa Timur 67%; dan di Jawa Tengah 61%. Sedangkan di luar Jawa, pertumbuhan masih akan terfokus pada kota-kota besar seperti Medan, Makassar, Balikpapan dan Denpasar.

Besarnya jumlah penduduk kota kian tahun seharusnmenya diiringi pengelolaan dan penataan kota yang kian baik. Pemerintah telah berupaya mengadaptasi beberapa pengembangan konsep mengenai kota yang ideal dan mampu menunjang pertumbuhan masyarakat di masa depan.

Berikut beberapa di antaranya:

SMART CITY (Kota Cerdas)

649607821bec371bec5316f26f871955

Konsep Smart City pertama kali diperkenalkan oleh IBM (International Business Machine), -perusahaan komputer ternama di Amerika- untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

6 Indikator Smart City versi IBM:
– Masyarakat Penghuni Kota
– Lingkungan
– Prasarana
– Ekonomi
– Mobilitas
– Penerapan Konsep Smart Living

Pada akhirnya banyak versi Smart City bermunculan, dengan indikator sesuai dengan rumusan dari institusi-institusi yang merilisnya. Misalnya Smart City versi Cisco, versi United Kingdom, versi South Korea, versi European Union, versi British Standards Institute, versi Manchester Digital Development Agency, dsbg.

Kota Cerdas

landscape-smart-citiesBeberapa pemerintah kota di Indonesia mulai merumuskan konsep kota cerdas yang mewakili pembangunan di wilayah masing-masing. Bandung dan Malang adalah dua contoh kota yang telah coba merumuskan penerapan Kota Cerdas di wilayah masing-masing.

GLOBAL LIVEABILITY RANKINGS (Kota Layak Huni)

lc_logoDikeluarkan oleh The Economist Intelligence Unit (EIU) berdasarkan analisis yang luas dan mendalam di bidang ekonomi, finansial, politik, dan resiko bisnis di lebih dari 203 negara di dunia.

Indikator yang digunakan:
– Stabilitas
– Perlindungan Kesehatan
– Budaya dan Lingkungan
– Pendidikan
– Infrastruktur

 

Kota Layak Huni

Kota Balikpapan

Kota Balikpapan

Di Indonesia penerapan Most Liveability City diadaptasi oleh Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAPI) dengan melakukan survei terhadap 17 kota metropolitan di Indonesia pada 2014 ini. Balikpapan, disusul dengan Solo, Malang, Yogyakarta dan Palembang merupakan The Most Liveable City di Indonesia menurut hasil survei.

CHILD-FRIENDLY CITIES (Kota Layak Anak)

CFC490x220_AboutCFCUnited Nations Children’s Fund (UNICEF) mengeluarkan pengkategorian kota ramah anak, yakni kota (atau secara umum sistem pemerintahan kota) yang berkomitmen dalam memenuhi hak-hak anak.

Menanggapi kebutuhan atas solusi bagi anak-anak di lingkungan perkotaan, UNICEF telah mengembangkan U-KID Urban Index bermitra dengan Global City Indicators Facility (GCIF).
Indikator kunci yang digunakan untuk mengukur performa sebuah kota yang ramah anak ialah:

– Jaminan Kesehatan
– Sanitasi
– Keselamatan
– Pendidikan
– Keselamatan
– Pendidikan
– Kesetaraan Sosial
– Kualitas Hidup

Kota Layak Anak

image001_135a63bd

Kementerian Negara Pemerdayaan Perempuan menggagas konsep ‘Kota Layak Anak’, yakni kabupaten/kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak (PERMEN No.11 Th. 2011), yang terdiri atas:

– Hak atas pendidikan
– Hak atas kesehatan
– Hak atas perlindungan sosial dan fasilitas
– Hak sipil dan partisipasi anak

Konsep Kota Cerdas, Kota Layak Huni dan Kota Layak Anak memuat standar-standar sebuah perkotaan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di masa depan, ramah lingkungan dan mengakomodir tumbuh-kembang sebuah keluarga. Betapa baiknya apabila konsep-konsep tersebut mulai dipelajari dan diterapkan oleh pemerintah-pemerintah kota di Indonesia demi menghadapi jumlah penduduk perkotaan yang kian tahunnya terus bertambah.(UA)

Ulya Amaliya
Ulya Amaliya

After studying International Relations in Gadjah Mada University, she dedicated herself as NGO’s officer of Social Research and Data Analysis in Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply