Jail Phone Detector: Cegah Transaksi Narapidana di Penjara
Sep 16, 2014
Ini Jalur Trotoar Khusus Pecandu Ponsel
Sep 18, 2014

Masa Depan Konvergensi Media di Era Cyber

Pendahuluan

media_on_consumers_termsEra cyber sedang merambah dunia. Terlihat nyata di berbagai belahan dunia, teknologi cyber telah memungkinkan terhubungnya berbagai alat yang biasa digunakan manusia ke dalam satu alat saja, contohnya smartphone yang dapat digunakan untuk berkirim pesan, menelepon, memotret foto, bahkan bermain game, dan nantinya akan semakin kompleks. Keterhubungan berbagai alat dan teknologi dikenal sebagai konvergensi (convergency). Konvergensi juga terjadi dalam hal komunikasi, informasi, dan media. Dalam hal ini, konvergensi di dunia media dapat dirasakan dari menjamurnya media-media informasi dan komunikasi yang memiliki berbagai fitur dalam satu platforsm, contohnya Facebook dengan fitur hyperlink, foto, sekaligus video, atau website televisi streaming yang disertai kolom komentar dan sebagainya. Perkembangan konvergensi di era cyber ini akan terus bergerak secara cepat dan masif, tak terkecuali di Indonesia.

Konvergensi Media

Konvergensi adalah pencampuran antara media, telekomunikasi, dan industri komputer dalam kesatuan bentuk komunikasi secara digital (Burnett dan Marshall, 2003). Dalam konteks ini, teknologi bukanlah satu-satunya kekuatan yang dapat mendorong terlaksananya konvergensi (Grant, 2006). Pelaksanaan konvergensi juga didorong oleh perkembangan sosial-budaya para penggunanya, pertimbangan ekonomi-bisnis, dan kerangka kebijakan pemerintah dan industri.

Konvergensi memiliki beberapa sifat. Sifat pertama adalah adanya perubahan bentuk dari analog menjadi digital (digitalization). Sifat kedua adalah komputer berjaringan (web). Ketiga, internet memungkinkan perluasan publikasi dan siaran media-media konvensional (multiple media content). Konvergensi memiliki beberapa sifat. Sifat pertama adalah adanya perubahan bentuk dari analog menjadi digital (digitalization). Bentuk ini bertumpu pada standar yang disebut kode biner (binary code), yakni pesan diinstrusikan kepada komputer lewat rangkaian angka 0 dan 1, dan untuk saat ini semuanya dilakukan dengan format ASCII dalam rangkaian data sebesar 8 bit atau 256 karakter alfabet/angka. Sifat kedua adalah komputer berjaringan (web). Inovasi seperti Local Area Network (LAN) dan WiFi/hotspot membantu terlaksananya konvergensi media secara lebih luas. Konten/pesan dalam komputer berjaringan dikirim melalui sistem yang saling menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya. Dalam hal ini, konvergensi telah memungkinkan konten/pesan untuk dimanipulasi, disimpan, dan digandakan dengan mudah lewat proses encoding-decoding berupa data. Sifat ketiga adalah multiple media content, yakni internet memungkinkan perluasan publikasi dan siaran media-media konvensional. Selain itu, dengan internet dan digitalisasi, konten/pesan seperti dalam media konvensional juga dapat disajikan lebih lengkap dengan bantuan grafis, video, atau tautan eksternal.

Konvergensi media di era cyber juga memengaruhi pola bisnis dan organisasi dalam perusahaan media. Fenomena yang terjadi pada perusahaan media adalah akumulasi modal (dalam bentuk merger dan akuisisi). Akumulasi ini turut didorong oleh usaha penerapan konvergensi demi meningkatkan efisiensi dan keuntungan. Contoh yang paling mencolok adalah perusahaan News Corp milik Rupert Murdoch yang telah melakukan banyak merger maupun akuisisi ranah produksi hulu-hilir maupun distribusi, yang terentang dari 20th Century Fox, FOX News, STAR TV di Hongkong, hingga The Walt Disney Company. Di Indonesia, MNC Group milik Hary Tanoesoedibyo juga menerapkan konvergensi media secara menyeluruh, yang dapat dilihat dari kepemilikan MNC Group di bidang pertelevisian (MNC TV, Global TV, dan RCTI), website berita dan koran, hingga televisi berbayar. Konvergensi yang dilakukan Rupert Murdoch dan Hary Tanoesoedibyo ini tidak hanya terjadi pada ranah akumulasi modal, namun juga pada tahapan produksi dan distrbusi. Di era cyber, tahapan-tahapan produksi dan distribusi dapat dilakukan secara digital.

Struktur Korporasi Media MNC Grup

Struktur Korporasi Media MNC Grup

Konvergensi media akan terus berubah dan berkembang. Perubahan dan perkembangan ini akan berpengaruh besar pada kehidupan orang banyak, terutama di bidang komunikasi dan bisnis. Oleh sebab itu, diperlukan ramalan (forecast) atau prediksi agar implikasi dari perubahan dan perkembangan ini dapat diantisipasi, baik oleh industri, masyarakat, maupun pemerintah. Metode prediksi ini disebut analisis skenario (scenario analysis) yang dilakukan dengan menentukan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, baik optimistic scenario, pessimistic scenario, dan most-likely scenario. Metode ini memungkinkan para pembuat kebijakan, secara finansial maupun sosial, untuk dapat mengelola risiko-risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari. Prediksi mengenai konvergensi media akan dibahas dalam dimensi digitalisasi dan teknologi, ekspansi ekonomi, dan regulasi sebagai upaya penanggulangan dampak sosio-kulturalnya.

Perkembangan Konvergensi Media Hari Ini dan Besok

Digitalisasi membawa perubahan besar dengan menghasilkan teknologi media baru yang memungkinkan media untuk turut memperantarai komunikasi interpersonal (McMillan, 2004). Internet dan keberadaan media sosial (social media) seperti Facebook dan Twitter membantu banyak orang untuk membangun relasi, mengungkapkan ekspresinya, dan bertukar informasi. Keberadaan mereka telah mengubah pandangan tahun 1990-an, bahwa internet hanya sebagai saluran penyedia informasi, menuju pandangan interaktif, yakni sebagai “media komunikasi”. Di masa depan, internet dan media diharapkan semakin memudahkan interaksi dan penggunaannya (userfriendly). Pesan yang terkandung dalam teknologi media baru tidak hanya bersifat multichannel dan multiplatform, akan tetapi juga multisensing, di mana pesan akan ditangkap dan diterima melalui beberapa indera sekaligus, contohnya video yang mengandalkan penangkapan pesan melalui penglihatan dan pendengaran, dan bukan tidak mungkin nantinya disertai dengan rangsang sentuhan dan aroma.

Digitalisasi dan konvergensi ternyata tidak hanya terjadi di bidang media, teknologi, dan industri saja, namun juga di bidang pendidikan dan pemerintahan. Melalui konvergensi, pemerintah dapat bekerja lebih transparan, atau dikenal dengan istilah e-government seperti yang dikerjakan oleh rekan-rekan Open Government Indonesia dan LAPOR! UKP-PPP (http://lapor.ukp.go.id). Penggunaan gadget atau alat komunikasi portable ke depannya juga dapat memicu peningkatan jumlah partisipasi pemilih dalam situasi politik Pemilihan Presiden maupun Daerah.

Melalui konvergensi pemerintah dapat bekerja lebih transparan, misalnya seperti yang dikerjakan oleh rekan-rekan Open Government Indonesia dan LAPOR! UKP-PPP.

Melalui konvergensi pemerintah dapat bekerja lebih transparan.

Seiring perkembangan waktu, banyak bisnis yang telah bertransformasi dan bergerak dalam dunia cyber, contohnya e-commerce. E-commerce adalah proses pertukaran data elektronik dalam transaksi bisnis, meliputi kegiatan belanja, memilih barang, maupun pembayaran dan konfirmasi penerimaan barang. E-commerce menguntungkan karena mudah dilakukan, berbiaya rendah, dan dapat diakses secara global, baik bagi pelaku bisnis, investor, maupun konsumen. Penggunaan internet dan konvergensi telah meningkatkan efisiensi perusahaan dan bisnis. Ketergatungan orang-orang terhadap internet dalam sistem perdagangan semakin kuat. Dengan bertransformasi ke dalam jaringan internet, perusahaan dapat menekan pengeluaran sebesar 60%-80% (Grant, 2009). Oleh sebab itu, dengan mengadaptasi pola transformasi ini, perusahaan-perusahaan di Indonesia diharapkan mampu bertahan dalam persaingan global, karena jika tidak, mereka akan tertinggal oleh para pesaingnya yang lebih mutakhir dalam metode bisnis dan efisiensi.

Bisnis semakin berorientasi pada pelanggan (customer), maka diperlukan kemampuan untuk mengolah data permintaan dan spesifikasi pelanggan. Saat ini, masih banyak terjadi proses pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan oleh manusia secara manual. Ke depannya, hal ini akan berubah dengan kehadiran artificial intelligence (AI), yang mampu mengganti seluruh peran dan aktivitas manusia ke arah otomatisasi. Kehadiran AI sekarang belum mencapai tahap paripurna, akan tetapi di masa depan, perusahaan yang menggunakan AI secara menyeluruh dapat meminimalisasi tenaga kerja manusia di dalam usahanya. Pemanfaatan AI akan meningkatkan efisiensi produksi secara signifikan sekaligus menekan biaya produksi, yang berarti mempermudah pengusaha untuk masuk ke dalam persaingan karena rendahnya modal yang diperlukan (dibandingkan ketika harus membayar dan mempekerjakan manusia). Pilihan produk akan semakin beragam dan akhirnya turut menguntungkan konsumen. Pemanfaatan AI juga akan dirasakan langsung oleh konsumen karena AI memberikan kecepatan dan kemudahan dalam pelayanan usaha.

Internet, digitalisasi dan ekspansi pasar membawa implikasi kepada masyarakat, baik dari segi konten, metode/cara, maupun pola konsumsi. Implikasi ini akan sulit dikendalikan dan semakin berisiko jika tidak didampingi oleh upaya pencegahan dan penanggulangan melalui regulasi dan kebijakan. Oleh sebab itu, di tengah perkembangan konvergensi yang terus bergulir, regulasi menjadi sangat penting dan juga harus dapat tampil fleksibel.

internet-censorshipDalam konteks era cyber, “no one regulates or owns the internet”. Rancangan peraturan Stop Online Piracy Act (SOPA) di Amerika Serikat, yang akan melarang distribusi konten bajakan di internet, ternyata mendapat banyak kecaman. Merujuk pada First Amendment konstitusi Negara tersebut, SOPA dianggap melanggar kebebasan berpendapat (freedom of speech). Kontroversi ini pada akhirnya membawa SOPA sebagai regulasi dalam lingkup konvergensi yang gagal. Sedangkan di Indonesia, belum ada aturan komprehensif mengenai pemanfaatan internet selain UU ITE.

Kita menyadari bahwa kita membutuhkan peraturan dapat mendampingi perkembangan konvergensi media di Indonesia. Meski muncul pandangan-pandangan skeptis dan kegagalan di sana-sini, namun seiring perkembangan zaman dan inovasi, maka hal ini akan semakin dibutuhkan. Pembuatan peraturan dan regulasi konvergensi media memang tidak mudah, namun haruslah dilakukan demi melindungi masyarakat dari dampak negatif konvergensi media (seperti konten pornografi yang tak tersaring). Di sisi lain, peraturan dan regulasi konvergensi haruslah fleksibel dan melalui pertimbangan jangka panjang. Di samping itu, peraturan tersebut diusahakan tidak multi-intepretatif dan ambigu. Walau tampak sulit, namun sebenarnya sangat mungkin, mengingat betapa pentingnya regulasi konvergensi media untuk melindungi hak-hak umum dan mencegah ketidakadilan, terutama dari korporasi besar yang seringkali meminggirkan kepentingan publik.

Penutup

Di era cyber, perkembangan konvergensi media utamanya digerakkan oleh perkembangan teknologi, yang juga didorong oleh kondisi sosial-budaya penggunanya, pertimbangan ekonomi-bisnis, dan kerangka kebijakan pemerintah. Perkembangan teknologi akan selalu mempengaruhi proses komunikasi dan aktivitas manusia. Hal ini akan membawa implikasi tidak sedikit bagi para penggunanya, baik di bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Perkembangan ini akan terus terjadi dan diharapkan semakin baik di masa depan. Untuk mencapai harapan ini, maka proses digitalisasi, pengorganisasian, serta pembuatan peraturan dan regulasi terkait konvergensi media harus dilakukan secara hati-hati dan bijaksana untuk mengakomodasi setiap kepentingan, baik industri maupun publik, karena konvergensi media dan era cyber adalah milik semua.

Referensi

Grant A. E. & Wilkinson, J. S. (2009). Understanding Media Convergence: The State of the Field, NY: Oxford University Press.

Dwyer, T. (2010). Media Convergence: Issues in Cultural and Media Studies, London: McGraw Hill & Open University Press.

Meikle G. & Young S (2012). Media Convergence: Networked Digital Media in Everyday Life, Great Britain: Palgrave Macmillan Press.

Langitantyo Tri Gezar
Langitantyo Tri Gezar

Penulis adalah mahasiswa tingkat akhir Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia, dengan peminatan Komunikasi Media. Saat ini aktif sebagai tenaga magang di Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat, Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (LAPOR! UKP-PPP). Selain itu, penulis juga aktif berkegiatan di komunitas kepemudaan, antara lain Perkumpulan Mahasiswa Semarang-UI dan Forum Indonesia Muda. Pernah juga aktif mengelola kegiatan kajian di Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya UI, serta memiliki minat tinggi di dunia media, pendidikan, budaya, dan politik. Bermimpi ikut serta dalam membangun kejayaan Indonesia di 100 tahun kemerdekaannya.

Leave a Reply