Biasanya Hanya Jadi Limbah, Mahasiswa Unila Ubah Biji Karet Jadi Kerupuk Lezat
Jul 13, 2016
Kenapa Kita Selalu Berpikir Jika Alien Berwujud Seperti Makhluk Kecil Berwarna Hijau? Ini Jawabannya
Jul 14, 2016

Mahasiswa UGM Bantu Kembangkan UMKM dengan Mesin Pembuat Mie Hidrolis

Tim Pembuat Mesin Mi UGM via okezone.com

Tim Pembuat Mesin Mi UGM via okezone.com

Tim Pembuat Mesin Mi UGM via okezone.com

Universitas Gajah Mada (UGM) tak henti-hentinya melahirkan inovasi-inovasi baru yang membanggakan dari para mahasiswanya. Inovasi-inovasi ini pun terlahir dari berbagai macam latar belakang. Kali ini ada salah satu inovasi menarik yang dapat membantu meringankan usaha kecil di pedesaan.

Berbekal ilmu yang diperolehnya di bangku kuliah, lima mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang bergabung dalam tim PKM Teknologi yaitu Anditya Sridamar Pratyasta, Dipta Bthari Candraruna, Muhammad Ali Shodiqi, Muhammad Rifqi, dan Pranedya Atria berhasil menciptakan sebuah mesin untuk membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) SRIOCA di Dukuh Tulung, Desa Srihardono, Pundong, Bantul.

Kelimanya berasal dari empat disiplin ilmu yang berbeda. yaitu Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Departemen Teknologi Industri Pertanian, serta Departemen Teknik Mesin dan Industri.

Inovasi yang diciptakan oleh Anditya dan kawan-kawan ialah mesin pencetak Mie Deso Tipe Hidrolis. Sistem hidrolisnya diperoleh dari bantuan PT. Infinity Hydropower, Jakarta. Sedangkan dalam perbengkelan, tim Anditya bekerja sama dengan CV Tunas Karya Jogjakarta. Mie Deso sendiri adalah mie yang terbuat dari singkong dan merupakan mie khas daerah Pundong. Inovasi mesin pencetak mie karya tim Anditya ini tentunya tidak lepas dari bimbingan Prof. Dr. Ir. Bambang Purwantana, M. Agr.

Salah satu masalah yang timbul di UKM SRIOCA ini ialah proses membentuk adonan menjadi mie basah. Pembuatan mie di UKM ini bisa dibilang sangat sederhana. Dikerjakan oleh tiga orang, mereka membuat adonan untuk selanjutnya dipipihkan. Lalu ditaburi terigu dan selanjutnya dipotong secara manual dengan pisau. Bayangkan apabila mereka menerima banyak pesanan, ini jelas akan akan menguras tenaga para pekerjanya dan dikhawatirkan pesanan tidak terpenuhi. Produksi mie per harinya saja bisa mencapai 80 kg.

Selain proses pembuatan mie menjadi lebih cepat, mesin ini juga memiliki keunggulan lain seperti memiliki beberapa cetakan khusus yang bisa diganti-ganti sesuai dengan bentuk mie yang diinginkan. Mesin ini diharapkan bisa berguna dalam membantu pengembangan UKM SRIOCA dengan meningkatkan higienitas produk dan efisiensi kerja dimana kapasitas produksi akan naik sehingga bisa menambah nilai jual ekonomi olahan pangan lokal. Kapasitas kerja UKM SRIOCA tanpa menggunakan mesin adalah 10,7 kg/jam sedangkan setelah mengggunakan mesin menjadi 31,5 kg/jam. (AS)

Anis Sa'adah
Anis Sa'adah
Mahasiswa semester 4 jurusan Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia. Bergabung dalam Nano Research Society FTUI

Leave a Reply