Ternyata, Kotoran Babi dapat Menjadi Sumber Energi Terbarukan yang Menjanjikan
Aug 5, 2016
Kasus Tanjung Balai : Multikulturalisme, Kesenjangan Sosial, dan Toleransi Umat Beragama di Indonesia
Aug 8, 2016

Mahasiswa IPB Buat Getuk Instan, Inovasi Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

Getuk Lindri via jendelakuliner.com

Getuk Lindri via jendelakuliner.com

Getuk Lindri via jendelakuliner.com

Getuk adalah makanan khas dari Pulau Jawa yang berbahan dasar singkong. Biasa ditemui di pasar tradisonal sebagai jajanan lezat, lima mahasiswa IPB ternyata berhasil menciptakan inovasi lain dari Getuk.

Getuk Instan “Tukku”, panganan tradisional siap saji yang diharapkan siap bersaing di tingkat ASEAN. Adalah Indra Purnomo, Dedi Candra, Silvia Indriani, Gabriel Keefe Gazali dan Kevin Adrianus, lima mahasiswa IPB yang menciptakan jajanan tradisional ini menjadi panganan instan.

Melihat jajanan tradisional yang selama ini tidak tahan lama dan tidak menarik proses penyajiannya, Indra dan kawan kawan memberikan sebuah solusi teknologi instanisasi pada getuk. Sampai pada akhirnya mereka mendapatkan dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Kewirausahaan Dikti Tahun 2016.

Getuk instan ini membutuhkan proses rehidrasi selama 2-3 menit sebelum disajikan. Dengan sentuhan teknologi, Indra berharap getuk dapat menjadi salah satu pangan lokal yang dikenal luas masyarakat global.

Tanpa meninggalkan kearifan lokal yang ada, getuk instan ini dikemas dalam kemasan alumunium foil. Dalam kemasan terdapat bubuk getuk instan dan kelapa parut kering sebagai pelengkap. Disamping praktis, kondisi kering membuat getuk ini lebih awet dan tahan lama.

Getuk instan ini dijual seharga Rp 20 ribu untuk kemasan seberat 50 gram. Di dalam nya terdapat asupan 261.60 kkal, 52,46 gram karbohidrat, 1,58 protein dan 5,31 gram lekam.

Saat ini getuk instan telah diproduksi secara komersial dan telah memperoleh omset mencapai Rp 1,197 juta dengan profit sekitar 50%. Selain getuk instan, kelompok ini juga menambah varian produk seperti serbuk minuman instan yang berasal dari turunan adonan getuk singkong.

Getuk instan juga berhasil lolos sebagai salah satu peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) Ke-29 di IPB yang dimulai pekan ini. Indra beharap inovasi ini dapat menajdi pecontohan bagi pelaku usaha pangan lokal dan dapat berkembang dengan kerjasama dari investor agar getuk instan dapat diproduksi masal. (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply