Mendukung Kebijakan Energi Pemerintah
Nov 19, 2013
Hemat Energi, Tanggung Jawab Kita Semua
Nov 21, 2013

Lampu LED – Teknologi Lampu Hemat Energi untuk Masa Depan

instaling LEDSumber Ilustrasi: gettyimages.com

Dulu, penggunaan LED (Light Emitting Diode) untuk keperluan penerangan masih sangat terbatas, seperti pada senter berdaya rendah dan peralatan elekronik mobile. Namun seiring dengan berkembang pesatnya teknologi semikonduktor ditahun 1990-an, LED mulai dilirik sebagai teknologi penerangan masa depan yang hemat energi, murah dan tahan lama. Secara garis besar, teknologi lampu LED memiliki beberapa keunggulan, antara lain : ukurannya yang compact, usia hidup yang panjang, membutuhkan perawatan yang minim, tidak mudah pecah dan tentunya sangat hemat energi.

LED merupakan salah satu teknologi SSL (Solid State Lighting) yang menghasilkan cahaya dari aliran elektron pada material semikonduktor. Berbeda dengan lampu pijar dan lampu fluorescent, pada lampu LED tidak terdapat bola lampu, gas bertekanan maupun kawat filamen. Proses menghasilkan cahaya pada struktur semikonduktor positif-negatif dari aliran elektron disebut elektroluminasi. 

LED

Tidak seperti lampu pijar dan CFL (Compact Flourescent Lamp) yang menghasilkan cahaya ke segala arah, LED memancarkan cahaya pada arah yang spesifik. Untuk menghasilkan cahaya putih pada LED tidaklah semudah pada jenis lampu lainnya. Sejauh ini, dikenal 2 metode untuk melakukan itu. Pertama adalah dengan menggabungkan cahaya merah, hijau dan biru pada LED sehingga kombinasi ketiga warna tadi menghasikan cahaya putih. Cara yang kedua adalah dengan metode phosphor on die. Ketika elektron mengalir melalui lapisan semikonduktor, photon biru akan dihasilkan dan mengalir melalui lapisan fosfor sehingga dikonversi menjadi photon kuning. Kombinasi kedua jenis photon inilah yang menghasilkan warna putih.

Hingga kini, penggunaan lampu LED sebagai alat penerangan masih kalah populer dibandingkan dengan jenis lampu lainnya, seperti lampu pijar dan CFL (Compact Flourescent Lamp). Hal ini mungkina karena masih mahalnya harga lampu LED yang ada di pasaran. Perbandingan instan inilah yang seringkali menimbulkan salah persepsi. Padahal jika kita membandingkan biaya keseluruhan dari penggunaan ketiga jenis lampu ini akan nampak bahwa LED meraih peringkat tertinggi dalam hal rendahnya biaya yang dikeluarkan konsumen. Teknologi lampu LED memiliki efisiensi 80%. Efisiensi ini terhitung sangat tinggi jika dibandingkan dengan lampu pijar biasa yang efisiensinya hanya mencapai 5%. Berbeda dengan lampu pijar, dimana usia pakai lampunya ditentukan dari usia “burn out” lampu tersebut, pada lampu LED tidaklah demikian. Teknologi lampu LED tidak mengenal istilah “burn out”. Lampu LED bisa bertahan hingga usia yang sangat lama, namun seiring dengan penuaan usia lampu, intensitas cahaya yang dihasilkan lampu LED akan mengalami degradasi. Parameter usia lampu LED ditentukan ketika lampu LED hanya mampu menghasilkan intensitas cahaya 70% dari kondisi awal ketika lampu tersebut dioperasikan. Sebagai perbandingan, lampu pijar standar memiliki usia hidup 600-800 jam, sedangkan teknologi lampu LED mampu bertahan hingga 100.000 jam dengan desain mekanisme transfer panas yang sesuai. Panas menjadi hal yang paling mengurangi usia pakai lampu LED.

Berikut adalah contoh tabel gambara perbandingan biaya penggunaan ketiga jenis lampu tersebut.

Life comparison LED

Melihat beberapa fakta diatas, sudah seharusnya kita bergerak menuju peralatan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan seperi menggunakan LED sebagai lampu penerangan. Masa depan energi dunia ditentukan dari apa yang kita lakukan hari ini.

Mari hemat energi untuk masa depan yang lebih baik!

I Nyoman Yuliarsa

Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Universitas Gajah Mada

Referensi :

http://www.onceinnovations.com/

http://www.youtube.com/watch?v=E4QWdd6_wVs

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply