Potensi Biohidrogen dari Limbah Kelapa Sawit sebagai Sumber Microbial Fuel Cell (MFC)
Jul 5, 2013
Apa itu Biohidrogen?
Jul 9, 2013

Konsep Desa Mandiri Energi

rcdc-bedukan_kincirKonsep pengembangan desa mandiri energi dilakukan dengan melihat potensi desa, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, pengamatan terhadap potensi lingkungan dan karakteristiknya sangat penting. Oleh karenanya ada beberapa hal yang perlu direncanakan seperti pendekatan pengembangan kelembagaan masyarakat, pengembangan teknologi konversi yang digunakan dan pengembangan ekonomi produktif, monitoring dan evaluasi (Fitrin 2010).

Pengembangan kelembagaan masyarakat penting dilakukan untuk membangun sebuah desa mandiri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik masyarakat sebagai dasar untuk pembentukan lembaga pengelola sistem pembangkit energi terbarukan. Karakteristik masyarakat yang perlu diketahui antara lain adalah tingkat pendidikan, mata pencaharian, waktu kerja, hierarki sistem hukum desa setempat, dan kebudayaan/kebiasaan masyarakat.

Pengembangan teknologi untuk membangun pembangkit sumber energi diawali dengan identifikasi potensi energi terbarukan di desa setempat, perancangan sistem pembangkit, dan pelaksanaan pembangunan sistem pembangkit. Untuk keberlangsungan sistem pembangkit dan jaringannya, dilakukan pelatihan yang melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan pengurus kelembagaan yang bertugas sebagai pengelola yang telah dibentuk sebelumnya. Pelatihan yang diberikan meliputi prosedur perawatan yang terangkum dalam Standard Operating Procedure (SOP), cara penanggulangan kerusakan, dan pembukuan. Diharapkan melalui pelatihan tersebut, masyarakat mengetahui tugas dan tanggung jawabnya demi keberlangsungan sistem pembangkit energi.

Pengembangan ekonomi produktif berkaitan dengan usaha bisnis dan lingkungan. Olahan energi terbarukan dapat dimanfaatkan oleh kegiatan ekonomi produktif yang memanfaatkan energi terbarukan untuk siang hari. Sedangkan di malam hari dapat dipergunakan untuk kebutuhan dasar energi rumah tangga seperti penerangan.

Pendampingan dalam rangka pengembangan beberapa aspek yang telah disebutkan diatas berdasar pada konsep partisipatif yang melibatkan semua stakeholder dan menempatkan masyarakat sebagai stakeholder primer. Prinsip tersebut dituangkan dalambentuk pelaksanaan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang terintegrasi dengan kegiatan pemberdayaan yang dilengkapi dengan proses Monitoring dan Evaluasi. Monitoring dan Evaluasi secara sederhana dilaksanakan dengan mencatat dan melaporkan setiap kegiatan, agar dapat dipakai untuk perbandingan rencana yang sudah ditetapkan. Jika terjadi penyimpangan dengan rencana segera ditindaklanjuti.

Referensi:

Fitrin DW. 2010. Desa Mandiri Energi : Solusi Perekonomian Indonesia di Abad 21. [Terhubung Berkala]. http://www.kamase.org/?p=954. 29 Juni 2012.

Suryadi. 2011. Strategi Pemenuhan Kebutuhan Pangan rumah tangga Pedesaan di Kabupaten Ponorogo. [Terhubung Berkala]. http://www.scribd.com/doc/68592323/Strategi-Ketahanana-Pangan-Mandiri. 29 Juni 2012.

Wijaya K. 2011. Community Empowerment (Ce) Melalui Perintisan Keluarga Mandiri Energi (Kme) Berbasis Biofuel. [Terhubung Berkala]. http://pse.ugm.ac.id/?p=324. 29 Juni 2012. 

Riska Ayu Purnamasari
Riska Ayu Purnamasari

Graduate Student at University of Tsukuba, Japan.

1 Comment

  1. kristina sedyastuti says:

    trimakasih untuk artikel dan informasi akan sangat berguna untuk mengembangkan dan memandirikan wilayah yang berpotensi tapi belum tergarap…for better life

Leave a Reply