Call for Contributors Beranda Inovasi September-Oktober 2014 “EKONOMI ERA INFORMASI”
Sep 26, 2014
Jelajah Empat Kota Besar Dengan Street View Google Maps
Sep 30, 2014

Kerjasama Diplomatik Indonesia dalam Penanggulangan Keamanan Cyberspace

Sumber: nextgov

Sumber: nextgov

Sumber: nextgov

Istilah cyberspace atau dunia maya pasti sudah tidak asing di telinga kita. Saat ini hampir semua kalangan mengenal dan menggunakan komputer dan terhubung dengan internet yang juga sering disebut dengan dunia maya. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat pada akhirnya juga menghasilkan berbagai program dan aplikasi yang bisa kita gunakan setiap hari, bahkan secara gratis. Namun, dibalik manfaat penggunaan internet, dunia maya juga dapat dimanfaatkan untuk kejahatan.

Dunia maya (cyberspace) tidak terikat oleh wilayah negara atau teritori tertentu walaupun kita masih dapat melacak lokasi alamat IP yang digunakan setiap user. Setiap orang saat ini dapat dengan mudah mengakses internet dari mana saja dan dengan perangkat apa saja. Hal ini yang membuat setiap pengguna rentan terhadap kejahatan di dunia maya yang sering disebut cybercrime, baik berbentuk hacking, cracking, phising, malware, dan lain-lain. Tidak hanya itu saja, kini muncul pula terorisme di dunia maya (cyber terrorism) dimana pelaku terorisme menggunakan dunia maya untuk mencapai tujuan politik mereka. Ada pula cyber warfare (cyberwar), yakni perang yang menggunakan jaringan komputer dan internet dalam bentuk strategi pertahanan atau penyerangan sistem informasi lawan.

[box type=”shadow” align=”alignright” ]Akses yang mudah dalam mengakses internet dari mana saja dan dengan perangkat apa saja membuat setiap pengguna rentan terhadap kejahatan di dunia maya yang sering disebut CYBERCRIME (hacking, cracking, phising, malware, dl). Muncul pula terorisme di dunia maya (CYBER TERRORISM) dimana pelaku terorisme menggunakan dunia maya untuk mencapai tujuan politik mereka. Ada pula CYBER WARFARE (cyberwar), yakni perang yang menggunakan jaringan komputer dan internet dalam bentuk strategi pertahanan atau penyerangan sistem informasi lawan.[/box]

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Komunikasi dan Informasi, mulai merintis kerjasama internasional baik bilateral maupun multilateral dalam penanggulangan keamanan cyberspace. Keinginan Indonesia dalam mengembangkan kerjasama pertahanan dan keamanan cyberspace dilandasi kondisi semakin maraknya gangguan keamanan saat ini yang dilakukan melalui internet. Peran serta Indonesia dalam pemberantasan kejahatan di dunia maya dalam forum internasional diantaranya sebagai berikut.

  1. Indonesia-ASEAN Regional Forum (ARF)

media-center_other-20140811-093943-1

Indonesia berperan aktif dalam pertemuan tahunan ARF Intersessional Meeting on Counter Terrorism and Transnational Crimes (ISM CTTC) untuk kegiatan pertukaran informasi intelijen dan peningkatan integritas dan keamanan dokumen. Selanjutnya, Pada pertemuan ARF Seminar on Cyber Terrorism di Cebu, Filipina, 3-5 Oktober 2005, Indonesia mengemukakan bahwa tanggapan suatu negara terhadap ancaman cyber terrorism bisa beragam. Oleh karena itu. Indonesia terus mendorong peningkatan kapasitas, alih teknologi, sosialisasi dan pertukaran informasi.

  1. Indonesia-FEALAC

68_SWA_98

Pada konferensi Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC) yakni forum kerjasama 36 negara di wilayah Asia Timur dan Amerika Latin Juni 2013 lalu, Menlu RI Marty Natalegawa juga mendorong peningkatan kerjasama ekonomi, sosial-budaya, keamanan dan teknologi diantara negara-negara anggota. Salah satu poin kerjasama yang dilakukan Indonesia dengan negara anggota FEALAC adalah keamanan cyberspace dan pengembangan teknologi.

  1. Indonesia-Estonia&Finlandia

ruutgif

Indonesia juga mengupayakan kerjasama di bidang penanggulangan kejahatan cyber dengan negara Estonia dan Finlandia sejak Juli 2014. Indonesia mengembangkan kerjasama pertahanan dan keamanan di bidang cyber dengan Estonia, yang merupakan salah satu negara dengan center of excellence pengembangan pertahanan cyber di kawasan Eropa. NATO Cooperative Cyber Defense Center of Excellent (NATO CCD-COE) telah didirikan di Tallinn, Estonia sejak tahun 2008. Sedangkan dengan Finlandia, Indonesia bekerjasama untuk pelatihan dan perkembangan TI untuk TNI sebagai bagian dari pertahanan dan keamanan serta untuk operasi penjaga perdamaian (peacekeeping operation).

Partisipasi Indonesia dalam Seoul Conference on Cyberspace 2013 (Sumber: Kemenlu Korea Selatan)

Partisipasi Indonesia dalam Seoul Conference on Cyberspace 2013 (Sumber: Kemenlu Korea Selatan)

Selain poin-poin diatas, Indonesia juga mendorong dan turut aktif dalam berbagai forum dan konferensi tentang internet, khususnya dalam penanggulangan kejahatan di dunia maya. Indonesia ikut berpartisipasi dalam Conference on Cyberspace dan juga Internet Governance Forum yang merupakan forum berskala global tentang dunia maya. Hal ini menunjukkan peran aktif Indonesia dalam kerjasama penanggulangan kejahatan cyberspace.

Sumber:

Moenir A.S. Kepentingan Nasional Indonesia di Dunia Internasional. Diakses dari http://ditpolkom.bappenas.go.id/?page=news&id=31

Antara News. 19 Juli 2014. Indonesia, Estonia dan Finlandia kembangkan pertahanan cyber. Diakses dari http://www.antaranews.com/berita/444786/indonesia-estonia-dan-finlandia-kembangkan-pertahanan-cyber

Pikiran Rakyat Online. 14 Juni 2013. Menlu RI, “FEALAC Jembatan Asia Timur dan Amerika Latin”. Diakses dari http://www.pikiran-rakyat.com/node/238661

Kusdinanto Sarah&Rudy A.G Gultom. CYBER WARFARE (Sudah Siapkah Kita Menghadapinya?). Diakses dari http://www.lemhannas.go.id/portal/in/daftar-artikel/1556-cyber-warfare.pdf

Kanyadibya Cendana Prasetyo
Kanyadibya Cendana Prasetyo

Mahasiswa semester akhir yang hampir menyelesaikan studi. Penulis, blogger, dan penerjemah freelance. Membaca, menonton film, main game dan browsing internet adalah hobinya.

Leave a Reply