Buah Lokal Vs Buah Impor
Feb 25, 2013
Peran Waralaba Nasional Terhadap UMKM di Indonesia
Feb 27, 2013

Kebijakan Mengenai Pengaturan Waralaba Diharapkan Untungkan Pengusaha Lokal

Bisnis waralaba di Indonesia mulai marak pada sekitar tahun 1970an dengan bermunculannya restaurant-restaurant cepat saji (fast food) seperti Kentucky Fried Chiken (KFC) dan Pizza Hut. Hingga tahun 1992 jumlah perusahaan waralaba di Indonesia mencapai 35 perusahaan, 6 di antaranya adalah perusahaan waralaba lokal dan sisanya (29) adalah waralaba asing. Perkembangan waralaba lokal dan asing dari tahun ke tahun cukup berkembang sejak tahun 1992 hingga tahun 1997.

Namun sejak krisis moneter tahun 1997, jumlah perusahaan waralaba asing mengalami penurunan pertumbuhan dari tahun 1997 sampai dengan tahun 1999. Hal ini disebabkan karena terpuruknya nilai rupiah sehingga biaya untuk franchise fee dan royalti fee serta biaya bahan baku, peralatan dan perlengkapan yang dalam dollar menjadi meningkat. Hal tersebut mempengaruhi perhitungan harga jual produk atau jasanya di Indonesia. Sebaliknya waralaba lokal mengalami peningkatan pertumbuhan rata-rata sebesar 30%. Pada tahun 2001 jumlah waralaba asing tumbuh kembali sebesar 8.5% sedangkan waralaba lokal meningkat 7.69% dari tahun 2000.

Tabel 1. Data Perkembangan Bisnis Waralaba di Indonesia Sebelum Krisis

tabel1

Tabel 2. Data Perkembangan Bisnis Waralaba di Indonesia Setelah Krisis

tabel2

Pengertian waralaba menurut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang Penyelenggaraan Waralaba No. 53/M-DAG/PER/8/2012, waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat diamanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain bedasarkan perjanjian waralaba.

Memasuki tahun 2013, terbit Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terbaru No. 07/M-DAG/PER/ 2/2013 tentang Pengembangan Kemitraan dalam Waralaba untuk Jenis Usaha Jasa Makanan dan Minuman. Pasal 4 dalam aturan itu menyebutkan bahwa gerai yang boleh dimiliki dan dikelola sendiri oleh pewaralaba maksimal sebanyak 250 unit. Jika melebihi jumlah tersebut, pewaralaba wajib mewaralabakan gerai berikutnya ke pihak ketiga atau dikerjasamakan dengan pola penyertaan modal. Pembatasan gerai ini berlaku lima tahun sejak peraturan ini  berlaku, bunyi Pasal 12 Permendag yang ditandatangani oleh Mendag Gita Wirjawan pada 11 Februari 2013 lalu.

Dengan dibatasinya kepemilikan penuh pemegang lisensi waralaba restoran hanya 250 gerai, dominasi usaha waralaba yang hanya dikuasai oleh segelintir pengusaha bisa dihindari. Keuntungannya, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) akan lebih mudah untuk memasuki bisnis ini dengan adanya ketentuan penyertaan modal minimal 30-40 persen dari UKM untuk gerai ke-251 dan seterusnya. Dengan demikian, pemerataan ekonomi pun bisa tercipta.

Pembatasan gerai waralaba bertujuan untuk meningkatkan daya saing waralaba makanan dan minuman dalam negeri, serta tidak akan terjadi dominasi asing. Dominasi asing tidak terjadi karena aturan menetapkan kebutuhan dana untuk membuka satu gerai tidaklah kecil. Dalam aturan tersebut tertuang pola penyertaan modal dengan nilai investasi ditetapkan kurang atau sama sebesar Rp10 miliar, maka jumlah penyertaan modal dari pihak lain paling sedikit 40 persen.

Sementara bila nilainya lebih dari Rp 10 miliar, maka penyertaan pihak lain sebesar 30 persen. Kebijakan ini akan menguntungkan Usaha Kecil Menengah (UKM), khususnya pengusaha daerah seperti yang tercantum dalam pasal 6. Pembatasan jumlah kepemilikan gerai sebanyak 250 akan memberi kesempatan kepada UKM daerah agar ikut menjalani bisnis waralaba makanan dan minuman. Bisnis waralaba harus mengedepankan produk dalam negeri yang dijual di outletnya. Items produk dan bahan bakunya harus menggunakan produk dalam negeri sehingga permintaan terhadap produk Indonesia semakin meningkat. (RAP)

Sumber:

Agustinus. 2013. Apindo nilai Permendag No.7/2013 ciptakan pemerataan. [Terhubung Berkala]. http://ekbis.sindonews.com/read/2013/02/17/34/718609/apindo-nilai-permendag-no-7-2013-ciptakan-pemerataan

Ester M. 2013. Inilah Cara Pemerintah Dorong UKM Melalui Waralaba. [Terhubung Berkala]. http://swa.co.id/business-strategy/management/inilah-cara-pemerintah-dorong-ukm-melalui-waralaba

Herustiati dan Victoria. 2002. Waralaba: Bisnis Prospektif Bagi UKM. [Terhubung Berkala]. http://www.smecda.com/deputi7/file_Infokop/WARALABA-W.htm

Junaidi M. 2006. Analisis Dan Evaluasi Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Franchise (Waralaba) (Studi Kasus Alfamart Wilayah Jabotabek). [Skripsi] Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 07/M-DAG/PER/ 2/2013 http://www.kemendag.go.id/files/regulasi/2013/02/11/7m-dagper22013-id-1361179852.pdf

Redaksi. 2013. Mendag Batasi Pengembangan Restoran Waralaba, Maksimal 250 Gerai. [Terhubung Berkala]. http://www.setkab.go.id/berita-7435-mendag-batasi-pengembangan-restoran-waralaba-maksimal-250-gerai.html. 26 Februari 2013.

 

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply