Leka: Teman Robot untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Jun 20, 2016
Mulut Sehat dan Segar dengan Obat Kumur Minyak Jeruk Purut Inovasi Mahasiswa UGM
Jun 21, 2016

Kebangkitan Pelayanan Publik Melalui Inovasi Pelayanan Paspor

Loket Pelayanan Paspor Elektronik via korantransaksi.com

Loket Pelayanan Paspor Elektronik via korantransaksi.com

Loket Pelayanan Paspor Elektronik via korantransaksi.com

Masih sering kesulitan dalam pembuatan paspor? Malas mengantri terlalu lama? Kini tidak perlu khawatir lagi, karena Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah meresmikan tiga inovasi pelayanan paspor. Pelayanan paspor ini dideklarasikan sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2016 lalu sebagai bentuk Kebangkitan Pelayanan Publik. Hari Kebangkitan Nasional menjadi momen untuk bangkit dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan berubah menjadi aparatur Kemenkumham yang berkarakter kuat, tangguh, berjiwa satria, dan berintegritas.

Semangat baru Kemenkumham dalam meningkatkan kapasitas diri dan organisasi dengan kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan Pelayanan yang BerkePASTIan karena PASTI adalah nilai komitmen bersama. Oleh karena itu, dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, perlu dikembangkan inovasi pelayanan publik terus-menerus, dimana penggunaan teknologi informasi sangat diutamakan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian. Adapun tiga inovasi pelayanan paspor yang terbaru yaitu real time assurance (jaminan waktu pelayanan paspor), early morning service (layanan pagi hari), dan drive through (layanan pengambilan paspor mandiri).

Inovasi pertama adalah real time assurance (jaminan waktu pelayanan paspor) yang disebut juga Layanan Proses Permohonan Paspor Tiga Jam. Pelayanan ini telah diuji coba di Kantor Imigrasi Kelas II, Karawang, Jawa Barat, yang mencakup wilayah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta. Melalui sistem informasi antrean paspor secara otomatis, pemohon dapat mengetahui estimasi waktu dan kapan ia dilayani oleh petugas booth. Informasi tersebut dapat dilihat melalui laman www.sisteminformasiantrianpaspor.go.id.

Jaminan proses pembuatan paspor selama 3 jam ini dihitung sejak pendaftaran di booth (data entry, sidik jari, foto, dan wawancara) sampai selesai. Sementara itu, mesin antrean sendiri akan aktif pukul 07.30 – 10.00. Sehingga mulai dari pukul 07.30, para pemohon dapat mulai mengantri dan mendaftar lewat mesin antrean. Selain melakukan inovasi terkait jaminan waktu dalam proses pembuatan paspor, Kanim Karawang juga menyediakan ruang tunggu yang luas dan eksklusif di atas lahan 5.000 meter persegi.

Pelayanan lainnya yaitu tersedianya ruang baca yang menyediakan layanan internet gratis, ruang bermain anak, ruang ibu menyusui, unit layanan pengaduan, dan layanan bagi kaum difabel. Bahkan ada pula coffee/tea dan snack untuk pemohon layanan keimigrasian yang diberikan secara gratis.

Sistem ini jelas memudahkan pemohon paspor karena mereka dapat mengetahui estimasi waktu kapan pemohon dilayani oleh petugas booth, yang dapat dilihat melalui laman www.sisteminformasiantrianpaspor.go.id.  Jadi pemohon tidak perlu menunggu lama di ruang tunggu kanim, karena mereka telah mengetahui kapan mereka mendapatkan pelayanan sehingga mereka bisa datang pada saat waktu yang ditentukan.

Pemohon bisa beraktifitas di luas dan datang pada saat waktu pelayanan mereka saja. Bagi orang-orang yang memiliki aktivitas dan kesibukan yang padat, sistem ini sangat membantu untuk mengurus paspor tanpa menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Terutama adanya jaminan kepastian paspor selesai selama tiga jam, jadi pemohon dapat mengalokasikan waktu sesuai waktu yang ditentukan.

Inovasi kedua adalah Layanan Pagi Hari atau Early Morning Service di Kanim Jakarta Selatan. Inovasi pelayanan ini muncul karena animo masyarakat untuk membuat paspor yang besar sehingga antrean pelayanan dimulai sejak pukul 06.00 WIB setiap Selasa dan Jumat. Untuk Layanan Pagi Hari, Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta Selatan sudah melakukan layanan ini sejak 18 Mei 2016. Kemenkumham berharap metode ini dapat diaplikasikan juga di Kanim kota-kota besar, seperti Surabaya dan Medan, yang animo masyarakatnya untuk membuat paspor tinggi.

Inovasi Ketiga yaitu Layanan Pengambilan Paspor Mandiri. Dengan adanya inovasi ini, pemohon paspor akan dimudahkan dengan tiga jenis metode pengambilan paspor, yaitu layanan antar ke rumah melalui jasa PT. Pos Indonesia, Sistem Drive Thru, dan Sistem Pengambilan Paspor Menggunakan Barcode. Untuk layanan gratis antar ke rumah, sistem yang diterapkan mudah, yakni pemohon cukup memberikan alamat lengkap beserta tiga orang nama yang tinggal di rumah tersebut.

Namun pelayanan ini baru diterapkan di Kanim Jakarta Selatan. Layanan ini diluncurkan atas pertimbangan diperlukan perjuangan yang besar, baik waktu dan tenaga, untuk mengambil paspor di Kanim Jakarta. Sehingga munculah layanan untuk mengantar paspor ke rumah agar tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga yang cukup besar untuk mengambil paspor saja.

Kemudian pada sistem Drive Thru yang telah diuji coba di Kanim Cirebon dan Kanim Madiun, pemohon tidak perlu turun/ke luar kendaraan untuk mengambil paspor. Pemohon cukup menghampiri alat untuk menscaning barcode yang didapat setelah ia membayar. Untuk mendapatkan barcode, pemohon harus mendapatkan surat bukti pembayaran terlebih dulu setelah membayar, menginput nomor permohonan pada alat yang tersedia, dan menyerahkan identitas.

Setelah menscaning barcode, pemohon dapat langsung berpindah ke bagian pengambilan paspor. Petugas imigrasi pun akan menyiapkan paspor pemohon dalam hitungan menit. Sistem ini kurang lebih mirip dengan sistem drive thru yang telah diterapkan pada restoran-restoran fast food. Bedanya karena ada barcode yang didapatkan setelah membayar yang harus dipindai sebelum mengambil paspor sebagai bukti telah melakukan pembayaran.

Menkumham Yasonna H. Laoly menyatakan bahwa saat ini zaman memang sudah berubah dan tantangan yang ada pun berbeda. Oleh karena itu, penggunaan alat teknologi informasi sangat penting untuk mempermudah pelayanan sebagai bentuk pengabdian bagi bangsa dan negara. Dengan adanya inovasi ini diharapkan pelayanan publik semakin meningkat dan dinikmati oleh masyarakat.

Ada rencana dari Kemenkumham agar semua inovasi-inovasi pelayanan publik akan diberikan reward, dan dibuat kompetisi untuk melahirkan inovasi-inovasi yang kreatif, sehingga muncul ide-ide yang brilian. Namun inovasi pelayanan publik harusnya tidak dilakukan oleh Kemenkumham saja, tetapi di kantor pemerintahan lainnya juga diharapkan melakukan inovasi pelayanan publik lainnya di bidangnya masing-masing. (SA)

 

Daftar Referensi :

Tempo Edisi 30 Mei – 5 Juni 2016

http://portal.ahu.go.id/id/detail/75-berita-lainnya/1278-mudahnya-membuat-paspor

http://www.imigrasi.go.id/index.php/berita/berita-utama/1041-inovasi-layanan-paspor-ri

http://www.kemenkumham.go.id/v2/berita/719-menkumham-launching-inovasi-pelayanan-paspor

Syadza Alifa
Syadza Alifa
Syadza Alifa adalah mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial UI dengan peminatan Kemiskinan, Community Development, dan Corporate Social Responsibility. Selain memiliki minat di bidang akademis seperti penelitian sosial dan tulis-menulis, Syadza yang akrab dipanggil Ifa juga memiliki minat di bidang kehumasan dan public speaking. Dengan motto “Learn, Earn, Return”, Ifa bercita-cita ingin menjadi akademisi, policy maker, dan social worker, serta mendirikan yayasan yang bergerak di bidang kemiskinan, kesejahteraan anak, kesejahteraan perempuan, dan penanggulangan bencana.

Leave a Reply