BerandaMITI Opini Energi
Larangan Ekspor Mineral Mentah? Untung atau Rugi?
Nov 26, 2015
Dua ilmuwan Indonesia Ini Memiliki Jumlah H-Index yang Tinggi!
Dec 14, 2015

Yuk Mengenal Kanker!

Sel Kanker

Sel Kanker

Sel Kanker

Penyakit kanker, bersama dengan jantung koroner, merupakan penyakit penyebab kematian paling utama di dunia. Tercatat pada tahun 2012, sebanyak 8,2 juta kematian disebabkan oleh penyakit kanker. Jenis kanker yang paling umum ditemukan adalah kanker kanker paru-paru, hati dan payudara. Sementara itu di Indonesia hingga tahun 2013, prevalensi penyakit kanker pada penduduk semua umur di Indonesia berada pada angka 1,4% atau diperkirakan sebanyak 347.792 orang. Provinsi D.I. Yogyakarta memiliki prevalensi tertinggi untuk penyakit kanker, yaitu sebesar 4,1‰. Berdasarkan estimasi jumlah penderita kanker, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan estimasi penderita kanker terbanyak, yaitu sekitar 68.638 dan 61.230 orang (Kemenkes RI, 2013). 

Bagaimana Kanker Bisa Terjadi?

Istilah kanker berasal dari bahasa latin yang berarti kepiting. Hal tersebut menggambarkan sifat kanker seperti capit-capit pada lengan kepiting yang aktif menyerang ke bagian manapun. Lalu apakah sel kanker itu?

Secara umum, sel kanker merupakan sel tubuh yang tidak normal, yang tumbuh dan membelah secara cepar dan tidak terkendali. Sel kanker tidak perduli dengan keterbatasan zat makanan, ruang dan fakta kalau mereka harus berbagi dengan sel-sel normal yang ada disekitarnya. Lebih jauh dari itu, mereka mengabaikan perintah untuk berhenti berbiak oleh tubuh yang bersangkutan (Faried, 2008).

Sel tubuh yang normal umumnya juga akan mengalami pertumbuhan, pembelahan, dan ada masanya dimana meraka akan mengalamai kematian sel (apoptosis). Namun lain halnya dengan sel kanker, sel kanker bertumbuh dengan sangat cepat dan berusaha menghindari kematiannya. Hal ini tersebut tentu saja akan mengganggu sel-sel normal lain yang hidup di sekitarnya.

Pertumbuhan sel kanker dapat dipicu oleh berbagai hal. Menurut Kemenkes RI, terdapat 3 faktor yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker yaitu faktor genetik, faktor karsinogen, dan faktor gaya hidup. Secara genetik, tubuh kita memiliki gen-gen yang jahat (oncogenes), gen-gen yang baik (tumor suppressor genes) dan gen-gen yang berfungsi memperbaiki gen lain yang rusak (mismatch-repair genes).

Oncogenes bertanggung jawab terhadap kemampuan sel kanker untuk berpindah tempat dan hidup pada jaringan lain (metastasis). Namun demikian, umumnya oncogenes akan bekerja jika ada pemicu lain seperti adanya bahan karsinogenik yang masuk ke tubuh maupun zat-zat yang bersifat radikal bebas.

Terbentuknya sel kanker dan kemampuannya untuk bermetastasis, merupakan suatu proses yang sangat kompleks, yang melibatkan benyak gen didalamnya. Pada perjalanannya, satu sel kanker harus melepaskan diri dari kelompoknya (primary tumor) untuk mengadakan invasi ke daerah sekitarnya, berusaha menembus pembuluh Limfa atau secara langsung mencari pembuluh darah, berjuang melawan proses pertahanan tubuh (host immune defense), berhenti di organ tujuannya dan memulai berkembang biak di lingkungan barunya (secondary tumor) (Faried, 2008).

Walaupun nampak sangat berbahaya, Kemenkes RI menyatakan bahwa lebih dari 30% penyakit kanker dapat dicegah dengan cara mengubah faktor risiko perilaku dan pola makan penyebab penyakit kanker. Kanker yang diketahui sejak dini memiliki kemungkinan untuk mendapatkan penanganan lebih baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat dan seimbang dimanapun kita berada.

Daftar Referensi:

Ahmad Faried. 2008. The Crawling Cells.

http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-kanker.pdf

Kartika Salam Juarna
Kartika Salam Juarna
Mahasiswa tingkat akhir program studi Biologi FMIPA Universitas Indonesia.

Leave a Reply