Beranda Inovasi Official Call for Contributor (Penulis Artikel dan Opini) Edisi: Juli 2013
Jul 3, 2013
Potensi Biohidrogen dari Limbah Kelapa Sawit sebagai Sumber Microbial Fuel Cell (MFC)
Jul 5, 2013

Jalan Panjang Kebijakan Konversi Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas

bbmKebijakan pemerintah untuk mencabut subsidi bahan bakar minyak akhirnya resmi dikeluarkan. Dengan demikian, harga bensin kini mengalami kenaikan sebesar 20%. Kebijakan ini menurut pemerintah sebagai upaya untuk menanggulangi harga minyak mentah dunia yang terus melambung, sehingga membebani APBN. Di luar kontroversi seputar setuju tidaknya atas kebijakan pencabutan subsidi ini, pemerintah memang harus benar-benar mulai memikirkan roadmap kebijakan energi nasional yang jelas.

Setidaknya kenaikan harga BBM ini bisa dijadikan momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk mendorong terciptanya kedaulatan energi. Konsumsi energi terbesar selama ini memang berasal dari bahan bakar fosil yang tidak bisa diperbaharui.

Grafik.1 sumber energy untuk konsumsi nasional

grafik1

Sumber : Blueprint Pengelolaan Sumber Energi Nasional 2005-2015

Melalui Peraturan Presiden No.64 tahun 2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga BBG CNG untuk transportasi, Pemerintah mulai menggarap program diversifikasi energi dari BBM ke BBG. Pertamina merupakan pelaksana utama dalam program ini, yaitu melakukan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Gas berupa CNG. Pertamina ditugaskan menyediakan 33 stasiun pengisian dengan dana sebesar Rp 2,1 triliun dari APBN. Jumlah ini akan terdiri dari 5 mother station, 9 daughter station, 14 SPBG online, dan 5 mobile refueling station sampai akhir tahun 2013. (Tempo, 24 September 2012)

Provinsi DKI Jakarta merupakan pilot project karena dianggap sebagai wilayah yang paling tinggi tingkat konsumsi BBM nya. Moda transportasi umum yang beroperasi menggunakan BBG ini adalah Bus Transjakarta dan bajai. saat ini ada 460 unit bus Transjakarta yang menggunakan bahan bakar gas, sisanya, 90 unit menggunakan solar.

Gas dipilih karena lebih murah ketimbang solar, yaitu Rp 3.100/ LSP (liter setara premium) sedangkan solar Rp 4.500/ liter. Selain itu, BBG juga dipandang lebih ramah lingkungan karena emisi karbon yang dikeluarkan jauh lebih kecil ketimbang BBM. (Tempo, 1 November 2012). Oleh sebab itu, ke depan mobil pribadi diharapkan akan segera beralih ke BBG. Pemerintah dalam hal ini telah menyiapkan alokasi anggaran untuk penyediaan konverter kit bagi kendaraan pribadi agar bisa menggunakan BBG ini.

Namun sayangnya, implementasi kebijakan konversi BBG ini mengalami beberapa kendala. Di satu sisi, komitmen pemerintah dipertanyakan. Keseriusan pemerintah yang tercermin lewat penganggaran untuk membiayai program ini bisa dijadikan indikasi. Anggaran untuk pembangunan infrastruktur pengisian BBG ini turun menjadi sekitar Rp 400 Milyar dari awalnya Rp 2,1 Triliun. Selain itu, akibat pendanan yang molor, pembangunan sejumlah stasiun pengisian BBG pun terhenti, pasokan gas pun terhambat. Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta sebagai pihak yang paling berkepentingan terhadap terjaminnya stok BBG harus menanggung dampak yang tidak kecil, pelayanan yang tidak maksimal bagi para penggunanya.

Di lain pihak, kendala pun muncul dari para pemilik kendaraan pribadi maupun swasta. Tidak semua kendaraan memang memiliki perangkat yang kompatibel dengan BBG. Akibatnya, para pemilik kendaraan pribadi harus memodifikasi sistem mobilnya. Hal inilah menjadi keluhan selain ketersediaan stasiun pengisian BBG yang masih terbatas. (Kompas, 17  Januari 2012).

Kebijakan konversi BBM ke BBG memang masih memerlukan banyak perombakan. Namun bukan berarti hal ini menyurutkan langkah untuk segera beralih dari energi konvensional yang selama ini masih mendominasi. Keseriusan maupun political will dari pemerintah adalah prasyarat mutlak menuju energi yang berdaulat. Dukungan dari masyarakat untuk mau beralih dari kondisi nyaman dan praktis BBM ke energi alternatif yang mungkin akan memerlukan pembiasaan pun juga sangat diperlukan. Tanpa sinergi keduanya, mustahil bangsa ini akan keluar dari keterjajahan energi. (Nuri Ikawati-MITI)

Referensi

Blueprint Pengelolaan Sumber Energi Nasional 2005-2015

Tempo. 2012. Jalan Berliku Konversi BBG. Diakses dari http://www.tempo.co/read/news/2012/11/01/061438947/Jalan-Berliku-Konversi-BBG

Kompas. 2012. Ini Kendala Gunakan Bahan Bakar Gas. Diakses dari http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/01/17/14564730/Ini.Kendala.Gunakan.Bahan.Bakar.Gas

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply