Hidung Mancung atau Pesek? Begini Kata Ilmuwan
Jul 29, 2016
Edi Hilmawan
Satu Jam Bersama: Ahli Energi Dr. Edi Hilmawan, M.Eng
Aug 1, 2016

ITS Ciptakan Aplikasi Al Qur’an untuk Tunanetra

Tim Readme via its.ac.id

Tim Readme via its.ac.id

Tim Readme via its.ac.id

Mempunyai keterbatasan fisik bukan berarti menghalangi seseorang untuk beribadah. Bagi umat muslim, membaca kitab suci Al Qur’an adalah sebuah kewajiban. Namun, seringkali orang yang mempunyai keterbatasan fisik seperti Tuna Netra merasa kesulitan mempelajari Al Qur’an.

Akan tetapi, baru-baru ini tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Rahmat Bambang Wahyuari, Nida Amalia, dan Edy Hamid Saifullah telah membuat sebuah aplikasi hardware membaca Al Qur’an khusus untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan penglihatan.

ReadMe, sebuah aplikasi hardware dengan konsep iqro braile yang dibuat secara digital untuk membantu para penderita tuna netra untuk mempelajari Al Qur’an. Alat ini pada dasarnya adalah sebuah kitab yang berisi cara membaca dan mengeja huruf bahasa arab yang ada dalam Al Qur’an.

Ide pembuatan Al Qur’an braile elektronik ini sebenarnya sudah tercetus sejak tahun lalu dari pemikiran Bambang dan rekannya mengenai cara berkomunikasi dengan para penyandang disabilitas. Wawancara pun dilakukan kepada para penyandang tunanetra sebagai langkah awal untuk merancang alat ini.

Al Qur’an braile elektronik ini hanya seukuran kotak nasi kecil dan dilengkapi fitur tambahan seperti speaker untuk memudahkan dalam mempelajari Al Qur’an. Salah satu kelemahan dari ReadMe adalah konten aplikasi masih terbatas karena keterbatasan dana dan memori.

Saat ini, ReadMe baru memiliki enam karakter huruf hijaiyah braile serta dua karakter tambahan sebagai penunjuk halaman. Kedepannya, alat ini akan terus dikembangkan seperti menambahkan karakter huruf hijaiyah dan memudahkan penggunaan baterai agar lebih praktis.

Selain itu, ReadMe juga akan dirancang untuk dapat terkoneksi dengan smartphone, mengefisiensikan koding, menambah metode pembelajaran tajwid, serta akan di desain ulang untuk mengecilkan kembali ukuran alat. Bambang juga mengharapkan adanya perusahaan yang mau berinvestasi untuk pengembangan alat ini.

“Namun kembali lagi, ada tidak perusahaan yang mau berinvestasi?” Kata Bambang

Pada Kamis (21/7) lalu, alat ini berhasil mengharumkan nama ITS dan meraih emas dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an Regional Jawa Timur (MTQ-MR) di Universitas Trunojoyo, Madura, Jawa Timur. (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply