Pavlok: Gelang Kejut Anti Boros
Jun 28, 2016
5 Fenomena Sainstek di Dunia yang Mengagumkan Pekan Ini!
Jun 29, 2016

Iqropolly, Main Monopoli Sambil Belajar Agama Islam yang Mengasyikkan

Iqropolly

Pemandu dan Anak-Anak Memainkan Iqropolly via radarpekalongan.com

Pemandu dan Anak-Anak Memainkan Iqropolly via radarpekalongan.com

Beragam cara positif bisa kita habiskan untuk ngabuburit di bulan ramadhan. Salah satunya adalah kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak di pelataran Mushalla Nurul Ikhlas, Tanah Sareal, Kota Bogor ini. Mereka asik memainkan sebuah permainan yang disebut Iqropolly.

Iqropolly, sebuah permainan monopoli dengan aturan dan tantangan yang berhubungan dengan agama islam. Tidak hanya bisa bersenang-senang sambil menunggu waktu berbuka, anak-anak ini juga dapat mempelajari agama islam lebih dalam dengan cara yang menyenangkan.

Agung Suharyana, Rosyid Amrulloh, Novan Aji Imron, Muhammad Yusuf, dan Rasi Tamadhika, adalah 5 orang inisiator pembuat Iqropolly yang berasal dari Institut Pertanian Bogor. Terdapat 23 kotak yang berisi tantangan seputar dasar-dasar agama islam dalam Iqropolly.

Tantangan tersebut antara lain hafalan doa sholat, dzikir, membaca doa-doa, nama-nama nabi, rasul, serta malaikat, zakat infaq shadaqah, dan lain sebagainya.

Iqropolly dimainkan oleh 5 orang anak dengan 1 orang pendamping dari orang dewasa.  Poin diberikan kepada pemain jika berhasil melakukan tantangan yang ada. Untuk semakin memberikan kesan menyenangkan, para mahasiswa ini juga menggunakan alat peraga berupa boneka dongeng.

Untuk para pendamping, jangan khawatir, Iqropolly juga menyediakan buku panduan yang berisi cara bermain dan materi-materi yang dapat diberikan kepada anak.

“Permainan ini dapat digunakan sebagai sarana dakwah dan belajar agama islam yang menyenangkan untuk anak” Kata Agung.

Saat ini, Iqropolly sedang berencana untuk mengurus hak paten agar nantinya permainan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf

Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply