Fokus, Kunci Utama Keberhasilan Riset Pengembangan Biofuel di Brasil
Dec 11, 2012
Kontribusi UKM dalam Perekonomian Indonesia
Dec 13, 2012

Inisiasi Indonesia Sejahtera Melalui UKM

UKM Makanan MinumanUsaha Kecil Menegah (UKM) dinilai strategis karena usaha jenis ini memiliki tingkat fleksibilitas lebih tinggi. Perusahaan-perusahaan kecil semacam UKM biasanya tak pernah memiliki pabrik besar, teknologi, dan struktur organisasi yang kompleks, menyebabkan mereka mampu melakukan diversifikasi produk dengan luwes. Selain itu UKM juga dinilai mampu menciptakan karya inovasi dengan cara yang berbeda, misalnya dalam sistem manajemen dan penjualannya.

Di lain pihak, Teknologi Informasi dan Komunikasi membuka kesempatan baru bagi UKM untuk memperluas jaringan dengan beragam institusi, seperti universitas atau institusi penelitian. Kemajuan di bidang perdagangan elektronik juga memungkinkan perusahaan-perusahaan kecil ini melebarkan sayap pelanggannya melebihi batas negara.

Alasan mengapa Indonesia harus memacu sektor UKM adalah fakta bahwa kini aktor penting perdagangan internasional bukan saja korporasi raksasa, tetapi belakangan juga UKM. UKM kini sudah mengglobal. Sekitar 25 persen hingga 35 persen ekspor manufaktur internasioanl disumbang oleh UKM. Sementara 20 persen keuntungan (benefit) perusahaan manufaktur diperoleh dari perdagangan lintas batas negara. Saat ini, sebanyak 25 persen UKM manufaktur yang berkiprah secara internasional tercatat sebagai perusahaan yang kompetitif.

Dukungan serius terhadap UKM di Indonesia diperlukan menimbang ketahanan sektor ini pada masa krisis ekonomi telah teruji. Penyebabnya adalah komponen produksi di UKM-UKM tidak bergantung pada bahan impor dari luar negeri, sehingga imbas nilai dolar yang sangat tinggi tidak memengaruhi tingkat produksi para UKM. Ini menjadi keunggulan tersendiri.

Kegiatan UKM meliputi berbagai kegiatan ekonomi, namun sebagian besar berbentuk usaha kecil yang bergerak disektor pertanian. Pada tahun 1996 data Biro Pusat Statistik menunjukkan jumlah UKM= 38,9 juta, dimana sektor pertanian berjumlah 22,5 juta (57,9%), sektor industri pengolahan= 2,7 juga (6,9 %), sektor perdagangan, rumah makan dan hotel= 9,5 juta (24%) dan sisanya bergerak dibidang lain. 

Sedangkan jumlah UKM pada tahun 2000 tercatat sebanyak 39.04 juta unit atau 99 persen dari total unit usaha. Kesempatan kerja yang diwarkan oleh UKM pada tahun yang sama yakni 74.4 juta tenaga kerja atau 99.6 persen dari total angkatan kerja yang bekerja. Adapun kontribusi UKM terhadap PDB adalah 56.7 persen total PDB, sedangkan dari sisi ekspor UKM menyumbang 14.7 persen total ekspor barang Indonesia. Nilai ini masih  jauh tertinggal bila dibandingkan ekspor usaha kecil negara-negara lain (BPS, 1998), seperti Taiwan (65 %), Cina 50 %), Vietnam (20 %), Hongkong (17 %), dan Singapura (17 %).

Menurut data Kementrian Negara Koperasi dan UKM, saat ini di Indonesia terdaftar sekitar 39 juta usaha mikro, 99 ribu usaha kecil, 57 ribu usaha menengah, dan sekitar 2.000 perusahaan besar. Sayangnya, dibanding perusahaan-perusahaan besar, kesempatan UKM untuk memperoleh kredit bank terbilang masih sangat minim dengan alasan sulitnya mengurus persyaratan administrasi bagi perusahaan bermodal kecil. (RAP)

Sumber:

Pratomo TS. 2004. Usaha Kecil Menengah dan Koperasi. Fakultas Ekonomi Trisakti: Jakarta

Zuhal. 2010. Knowledge and Innovation, Platform Kekuatan Daya Saing. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply