Intelligent Humanoid Robot Pertama yang Berbahasa Indonesia dari Binus University
May 23, 2016
Google dan Levi’s Segera Hadirkan Jaket Pintar yang Terkoneksi dengan Internet
May 24, 2016

Ini Bedanya AC Inverter dengan AC Konvensional

AC dalam Ruang Kantor via qonser.com

AC dalam Ruang Kantor via qonser.com

AC dalam Ruang Kantor via qonser.com

Bayangkan ketika jam 12 siang anda sedang berada di bawah teriknya sinar matahari lalu masuk ke ruangan ber-AC yang sejuk, tentu terasa sangat nyaman bukan? Jaman sekarang sebagian banyak orang memilih menggunakan AC atau Air Conditioner untuk pendingin ruangan. Bila kita pergi ke kantor-kantor atau sekolah di kota, AC sudah menjadi hal yang tidak asing lagi.

Dari namanya, AC merupakan suatu alat yang digunakan untuk proses pendinginan ruangan, udara dingin yang dikeluarkan oleh AC merupakan output dari sistem yang terdiri dari berbagai komponen, seperti kompresor, orifice tube, katup ekspansi, kondensor, evaporator.

Komponen-komponen tersebut dirancang menggunakan bagian unsur pendingin yang mempunyai sifat mekanis dimana ke dalam suatu sistem peredaran udara kembali, yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menghisap suhu panas udara di dalam suatu ruangan dan memindahkan suhu panas keluar ruangan.

Jika menyimak iklan-iklan di televisi atau promo-promo di tempat perbelanjaan elektronik, kita pasti pernah mendengar apa yang disebut AC Inverter. Ini merupakan AC teknologi terbaru yang telah hadir sejak beberapa tahun lalu.

AC yang menggunakan teknologi inverter bisa menghemat hingga 50% penggunaan listrik. Perbedaan dari AC konvensional biasa dengan AC inverter adalah pada kerja kompresornya. Pada AC biasa, kompresor bekerja berdasarkan siklus mati-hidup (On-Off).

Jadi, ketika AC konvensional sudah mencapai suhu yang diinginkan, kompresor akan mati. Ketika suhu ruangan mulai meningkat, kompresor akan hidup kembali untuk mendinginkan ruangan, dan seterusnya. Proses mati-hidup seperti ini jelas mengonsumsi energi listrik. Saat menghidupkan AC terjadi lonjakan konsumsi listrik, maka diatur dengan elektronika daya pada AC.

Berikut beberapa hal yang menyebabkan AC inverter lebih baik dari AC konvensional:

  1. Daya. Saat starting daya, yang dihasilkan AC inverter tinggi, tetapi itu hanya terjadi saat starting saja karena pada kondisi normal sudah memenuhi sehingga daya yang dihasilkan akan menurun. Sedangkan pada AC konvensional, daya startingnya lebih tinggi dari AC inverter, dan pada saat kondisi normal pun daya yang dihasilkan AC konvensional masih cukup tinggi atau konstan.
  1. Arus. Pada AC inverter arus yang timbul saat starting cukup tinggi, akan tetapi pada saat suhu di dalam ruangan sudah hampir memenuhi yang ditentukan maka arus perlahan-lahan menurun.
  1. Energi. Energi yang dihasilkan oleh AC inverter lebih bagus dari pemakaian AC konvensional. Pada AC inverter, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu yang ditentukan oleh remote tidak terlalu lama. Oleh karena itu, energi yang dipakai oleh AC inverter tidak terlalu besar disebabkan arusnya turun.

Jika dihitung, selisih biaya pemakaian energi dari AC inverter dan konvensional selama 1 bulan pada suhu ruangan 20°C sebesar Rp 47.520,-. Lebih hemat energi dan biaya bukan?

 

Referensi:

Ruwah Joto, Studi Perbandingan Pemakaian Energi, Jurnal ELTEK Vol 11 Nomor 01, April 2013

Anis Sa'adah
Anis Sa'adah
Mahasiswa semester 4 jurusan Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia. Bergabung dalam Nano Research Society FTUI

Leave a Reply