Hari Tanpa Tembakau Sedunia Itu Keliru, Ini Alasannya
Hari Tanpa Tembakau Sedunia Itu Keliru, Ini Alasannya
Jun 1, 2015
Mahasiswa IPB Rancang Robot untuk Lahan Pertanian
Mahasiswa IPB Rancang Robot untuk Lahan Pertanian
Jun 3, 2015

HydroVac, Vaksin Pencegah Kematian Ikan

Vaksin HydroVac

Bakteri Aeromonas hydrophila menjadi momok yang sangat menakutkan bagi sebagian besar pembudidaya ikan. Pasalnya, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) ini dapat menyerang ikan yang masih berukuran sebesar jari manusia lalu menyebabkan kematian massal. Diantara ciri-ciri ikan (terutama lele) yang terkena penyakit ini adalah bercak merah, borok, perut mengembung, dan benih menggantung. Penyakit inilah yang paling ditakuti oleh para petani ikan karena dapat menimbulkan kematian ikan hingga 100%.

Untuk menanggulangi penyakit tersebut, metode yang paling banyak digunakan pada ikan budi daya adalah dengan pemberian antibiotik. Antibiotik biasanya diberikan melalui makanan, perendaman, atau penyuntikan sehingga residu antibiotik dapat terakumulasi pada ikan. Lebih jauh lagi, cara tersebut sangat berisiko karena dapat menimbulkan resistensi bakteri pada ikan, biaya yang mahal, serta berpotensi mencemari lingkungan.

Solusi terkait permasalahan tersebut pun muncul dari hasil penelitian Ir. Taukhid, M.Sc dan rekan-rekan di Balai Penelitian dan Pengambangan Perikanan Air Tawar (Balitkanwar) Bogor. Sejak tahun 2007, Ia dan sejumlah peneliti mulai meneliti tentang vaksinasi pada ikan. Inspirasi tersebut Ia peroleh dari negara Norwegia yang telah sejak lama mengatasi penyakit pada ikan dengan cara vaksinasi.

Langkah awal dilakukan dengan menyeleksi dan menguji semua isolat bakteri Aeromonas hydrophila yang ada di Balitkanwar untuk dibuat vaksin. Pengujian yang dilakukan meliputi empat aspek yaitu karakterisasi melalui uji biokimia, patogenitas terhadap beberapa spesies ikan, potensi imunogenitas, dan potensi reaksi silang antara satu isolat dengan isolat lainnya. Dari 32 isolat yang diuji coba, didapatkanlah satu isolat potensial sebagai kandidat vaksin HydroVac.

Vaksin HydroVac

Vaksin HydroVac mengandung bakteri Aeromonas hydrophila strain AHL0905-2 inaktif (mati) konsentrasi 10CFU/ml. Volume vaksin untuk setiap kemasan adalah 100 ml dan zat pelarut yang digunakan adalah Salin 0,845% steril. Selain itu, vaksin HydroVac juga mengandung bahan preservatif lain. Vaksin tersebut dapat menginduksi respons kekebalan spesifik pada ikan dan kekebalan tersebut mulai terdeteksi 2-3 pekan setelah pemberian vaksin. Untuk meningkatkan kadar antibodi hingga level protektif, perlu dilakukan vaksinasi ulang sekitar 1,5 bulan kemudian. Dengan sekali pemberian, vaksin HydroVac mampu melindungi ikan terhadap infeksi penyakit Aeromonas selama 3-4 bulan.

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum pemberian vaksin ialah ikan telah berumur 3 minggu atau lebih, ikan berada pada kondisi sehat,dan suhu air relatif hangat dan stabil serta bebas dari polutan. Hal-hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan vaksinasi.

Pengaplikasian vaksin HydroVac dapat dilakukan melalui 3 cara yaitu perendaman, melalui pakan, dan penyuntikan. Perendaman dapat dilakukan dalam bak beton, akuarium, atau ember plastik dengan dosis 100 ml vaksin untuk 10 liter air. Pemberian vaksin melalui pakan dilakukan dengan menyemprotkan vaksin ke pakan secara merata lalu pakan dikeringkan. Dosis yang digunakan adalah 2-3ml /kg bobot tubuh ikan. Terakhir, melalui penyuntikan yang diaplikasikan ke ikan-ikan dengan ukuran tubuh yang relatif besar dan tidak berjumlah banyak, misalnya induk ikan.

Saat ini, permintaan akan vaksin HydroVac terus mengalami peningkatan dari berbagai wilayah di Indonesia. Laporan yang berasal dari dirjen Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan bahwa penggunaan vaksin HydroVac memberikan hasil yang menggembirakan bagi peternak ikan karena ikan-ikannya memiliki tingkat kelangsungan hidup sampai 95%.

http://www.sainsindonesia.co.id/index.php/rubrik/kelautan/749-vaksin-hydrovac-cegah-kematian-ikan-hingga-90

Sumber Inspirasi Indonesia : 18 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa. 2013. Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia, jakarta : 200 hlm.

Kartika Salam Juarna
Kartika Salam Juarna
Mahasiswa tingkat akhir program studi Biologi FMIPA Universitas Indonesia.

Leave a Reply