DHL, Amazon dan Google: Mengembangkan DRONE menjadi Andalan dalam Mengantar Kiriman
Aug 11, 2015
7 Kandungan Gizi Dalam Tempe
Aug 13, 2015

Hidup Nyaman Dengan Green Attitude Sejak Dini

Beranda MITI Lingkungan Hidup Nyaman Dengan Green Attitude Sejak Dini

Nyaman kondisi udara di bawah pohon beringin yang rindang

Perilaku green merupakan suatu perbuatan yang ramah lingkungan. Perilaku ini sudah merupakan kewajiban kita semua saat ini, bukan lagi suatu interes atau penekanan dalam melakukan suatu pekerjaan. Untuk pengembangan kawasan hijau, di Indonesia saat ini GBCI (Green Building Council Indonesia) telah mempersiapkan draft rating tool untuk kawasan Hijau. Dalam draft tersebut kriteria penilaian yang diajukan berupa peningkatan ekologi lahan (Land Ecological Enhancement), pergerakan dan konektivitas (Movement and Connectivity),  manajemen dan konservasi air (Water Management and Conservation), Manajemen Siklus Material (Material Cycle Management), strategi kesejahteraan masyarakat (Community Wellbeing Strategy), bangunan dan infrastruktur (Buildings and Infrastructures).

Beranda MITI Lingkungan Hidup Nyaman Dengan Green Attitude Sejak Dini

Konsep Sustainable Habitat System (Kawase, 2007)

Di Universitas Kyushu Jepang pada tahun 2007 dikembangkan suatu penelitian unggulan untuk konsep Sustainable Habitat System. Mereka mengusulkan sebuah konsep pembangunan berkelanjutan, dengan mengurangi kerusakan lingkungan dan tetap melaksanakan kualitas hidup modern secara optimal  (Kawase, 2007).  Makna dari konsep ini adalah mengupayakan kerusakan lingkungan sekecil mungkin akibat pembangunan, dan memaksimalkan kesejahteraan yang dihasilkan oleh pembangunan tersebut.

Tujuan dari perilaku green akan berdampak pada suhu lingkungan daerah tersebut jika dalam skala lokal. Suhu lingkungan secara realistis merupakan suatu sensasi yang langsung dirasakan seseorang tatkala berada pada sebuah tempat atau ruang. Kenyamanan suhu rata-rata menurut Standar ISO (Internasional Standard Organization) 7730 yang akan membuat orang nyaman adalah hubungan yang kompleks antara temperatur udara, kelembaban udara, dan kecepatan aliran udara pada sisi terukur lingkungan, kemudian  jenis pakaian dan aktivitas, serta tingkat metabolisme penghuni di sisi subyektif seseorang yang menghasilkan rasa kepuasan terhadap kondisi udara di dalam suatu lingkungan. Kondisi kenyamanan juga diartikan sebagai kenetralan suhu lingkungan, yang berarti bahwa seseorang merasa tidak terlalu dingin atau terlalu panas (ISO 7730:2009). Di saat sekarang kondisi suhu udara tidak bisa diprediksikan secara tepat. Meningkatnya suhu pada siang hari yang semakin panas memberikan informasi kepada kita bahwa manusia kurang memperdulikan kondisi alam yang berakibat keseimbangannya terganggu.Kondisi ini akan semakin meningkat (panas) jika manusia tidak segera sadar akan melakukan tindakan yang jauh dari kepentingan alam yang dikenal dengan green attitude.

Beranda MITI Lingkungan Hidup Nyaman Dengan Green Attitude Sejak Dini

Nyaman kondisi udara di bawah pohon beringin yang rindang

Kondisi kenyamanan suhu akhir-akhir ini merupakan isu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam menciptakan suasana nyaman dan tenang di suatu tempat. Contoh fenomena berkerumunnya sekelompok orang berkumpul atau duduk-duduk di bawah pohon rimbun pada siang yang terik membuktikan bahwa orang membutuhkan kenyamanan suhu tersebut di lingkungannya. Pohon rindang selain menurunkan temperatur kawasan, juga dapat menyerap CO2, memproduksi O2 dan mampu menyaring debu di jalanan. Untuk mencapai kondisi yang nyaman dalam kehidupan sehari-hari maka sudah sepatutnya setiap masyarakat sadar akan pentingnya berperilaku green dengan mengedepankan kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Referensi:

ISO 7730:2009, Ergonomics of the thermal environment. Analytical determination and Interpretation of thermal comfort using calculation of the PMV and PPD indices and Local thermal comfort criteria, London

KAWASE, Hiroshi (2007) Architecture of Habitat System for Sustainable Development. International Symposium, The 21st century COE Program, December 2007, p.1-2., Kyushu Japan

KUSUMAWANTO, Arif .(2013) Penerapan Arsitektur Hijau Dalam Pengembangan Kawasan. Unpublished Research Report of Gadjah Mada University, Yogyakarta  

Leave a Reply