Cermin-Cermin di Dinding, Siapa Yang Paling Langsing?
Jul 3, 2016
Geliat Gerakan Ketahanan Pangan (Bagian 2)
Jul 8, 2016

Hakko Purice Kombucha, Kombucha dari Beras Inovasi Terkini Mahasiswa IPB

Kombucha Tea via wisdomtrekker.com

Kombucha Tea via wisdomtrekker.com

Kombucha Tea via wisdomtrekker.com

Kombucha, sebagian orang mungkin asing dengan minuman yang satu ini. Bahkan bisa jadi ada yang baru pertama kali mendengarnya. Kombucha merupakan sejenis minuman yang terbuat dari teh yang ditambahkan gula untuk proses fermentasi dengan bantuan jamur Symbiosis Colony of Bactery Yeast atau biasa disingkat dengan jamur SCOBY.

Seperti yang telah disebutkan di atas, kombucha terbuat dari teh dan gula, namun dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yakni Aldrian Kuswadi, mahasiswa Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) yang pernah belajar bioteknologi dan Eric Prasetya, mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Fateta yang ahli di bidang mikrobiologi berhasil menciptakan kombucha dari susu beras.

Kombucha mahakarya Aldrian dan Eric ini diberi nama Purice Kombucha yang berlabel Hakko. Yang membuatnya berbeda dengan Kombucha Tea lainnya adalah kombucha buatan Aldrian dan Eric tidak membutuhkan gula untuk proses fermentasinya. Hal ini karena beras yang digunakan pada Purice Kombucha mengandung pati yang bisa diubah menjadi glukosa dan maltosa (gula). Nantinya gula inilah yang dimakan oleh jamur SCOBY yang diubah menjadi zat-zat yang baik untuk kesehatan tubuh kita.

Mahasiswa IPB meraih “First Prize” via ipbmag.ipb.ac.id

Mahasiswa IPB meraih “First Prize” via ipbmag.ipb.ac.id

Harga Kombucha Tea bisa mencapai Rp 25.000,- sedangkan Purice Kombucha buatan Aldrian dan Eric lebih murah yakni dihargai $0,75 atau Rp 10.000,- per 250 ml. Meskipun Purice Kombucha masih memiliki kekurangan seperti rasanya yang masih belum bisa menyamai atau menyaingi Kombucha Tea karena proses pemecahan pati menjadi gula belum sempurna. Akan tetapi Kombucha ciptaan dua mahasiswa IPB ini tetap mampu menyabet juara dalam ajang internasional.

Atas prestasinya ini, Aldrian dan Eric yang mewakili IPB di ajang The 2nd ASEAN University Consortium on Food and Agro-based Engineering and Technology Education (AUCFA) Student Seminar and Competition yang diadakan pada tanggal 4 dan 5 Februari lalu di Kasetsart University, Bangkok, Thailand berhasil meraih “First Prize”.

AUCFA sendiri merupakan kompetisi yang beranggotakan universitas – universitas di kawasan ASEAN yang terdapat fakultas teknologi pertanian di dalamnya. Tim Aldrian dan Eric bersaing dengan 21 tim lainnya yang berasal dari berbagai universitas seperti dari Filipina, Kamboja, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Aldrian dan Eric tidak menyangka jika akan menjadi juara di ajang bergengsi ini karena pada awalnya Kombucha ini hanya untuk iseng – iseng saja, ditambah lagi dengan persiapan yang minim. Mereka mencoba mengaplikasikan ilmu yang pernah diperoleh ketika kuliah, tetapi pada akhirnya justru menjadi sebuah prestasi yang membanggakan. Keren bukan? (AS)

Anis Sa'adah
Anis Sa'adah
Mahasiswa semester 4 jurusan Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia. Bergabung dalam Nano Research Society FTUI

Leave a Reply