4 Fakta Pembakar Hutan
Oct 13, 2015
Petani Indonesia Sejahtera, Mungkinkah?
Nov 5, 2015

Habis Manis, Sampah Disayang

BerandaMITI artikel Energi Habis Manis, Sampah Disayang

Inovasi sampah Menjadi Listrik

BerandaMITI artikel Energi Habis Manis, Sampah Disayang

Inovasi sampah Menjadi Listrik

Upaya membuka  pandangan baru tentang energi alternatif yang sangat ramah lingkungan mulai dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Inovasi telah banyak dihasilkan untuk bisa memaksimalkan potensi menjadi produk yang bisa dimanfaatkan oleh banyak orang. Salah satu potensi sumber listrik yang ada disekitar kita adalah menumpuknya sampah dimana-mana. Masalah pengelolaan sampah memang tidak berhenti sampai di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saja. Di TPA, gunungan sampah berpotensi memicu masalah baru bila tidak ada pengelolaan lebih lanjut. Hal ini dikarenakan  penyusutan sampah tidak mampu mengimbangi pertambahan setiap harinya.

Sampah kerap menjadi kambing hitam sebagai sumber penyakit dan polusi udara. Keberhasilan pengelolaan sampah menjadi indikator kesuksesan suatu pemerintah daerah dalam mengelola lingkungannya.

Sampah yang diolah berasal dari timbunan sampah lama di sanitary landfill (TPA) dan sampah baru yang berasal dari warga setempat . Jenisnya berupa bekas kemasan (kertas, kayu, plastik, kain/lap) dan sampah rumah pemukiman seperti bekas perlengkapan rumah tangga (kertas, kardus, perabot plastik, dan pakaian bekas). Rangkaian pengolahan PLTSa terdiri dari rotary screening, incenerator, burner, boiler, dan turbin-generator. Prosesnya sendiri dimulai dari pemilahan sampah.

Ingin tahu caranya ? Begini prosesnya ..

  1. Sampah bergerak di atas sabuk konveyor menuju rotary screening. Di dalam rotary screening, sampah berputar sampai terpisahkan antara bahan terpakai dengan kotoran yang terbawa.
  2. Bahan terpakai diteruskan melalui screw bagian atas untuk dibakar sedangkan kotoran dilewatkan melalui screw bawah untuk dikemas menjadi kompos.
  3. Bahan terpakai atau siap bakar kemudian dimasukkan secara manual ke dalam insenerator atau pemusnah sampah oleh pekerja.
  4. Sampah melalui proses pembakaran suhu sedang hingga kering dan siap bakar kembali di dalam burner bersuhu 1700 ºC. Sampah dimasukkan bertahap ke dalam ruang bakar setiap 10-20 menit. Lama pembakaran bervariasi tergantung sampah plastik baru atau lama. Sampah baru umumnya lebih cepat terbakar.
  5. Pembakaran menghasilkan gas dan residu. Residu pembakaran berupa abu yang dimanfaatkan oleh pengelola menjadi bahan pot-pot bunga. Sedangkan gas diteruskan untuk memanaskan air di boiler.
  6. Air yang dipanaskan menghasilkan uap kering (superheated steam) yang tercipta dengan tekanan, temperatur, dan aliran. Uap inilah yang meggerakkan baling-baling turbin berkecepatan 5 rpm untuk menghasilkan listrik.
BerandaMITI Artikel Energi Habis Manis ,Sampah Disayang

Proses Metamorfosis Sampah menjadi Listrik

Referensi :

Buletin Bioenergi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Berkah Semesta di Tanah Sumba. No.1 2015, Jakarta.

Leave a Reply