CRISPR dan Demokratisasi Teknologi Rekayasa Genom
Feb 18, 2016
Raden Melawan Radiasi
Feb 24, 2016

Gula Cair dari Kulit Singkong yang Mendunia

WIIPA The Venettian, Macau. Juli 2015

WIIPA The Venettian, Macau. Juli 2015

WIIPA The Venettian, Macau. Juli 2015

Satu lagi, inovasi anak bangsa yang berjaya di kompetisi dunia. Gucakusi: gula cair kulit singkong ciptaan mahasiswa IPB ini telah mendapat penghargaan dari WIIPA (World Invention Intellectual Property Association) dan mendapat medali Emas di The Venettian, Macau pada tahun 2015 lalu. Mengalahkan inovasi-inovasi dari negara-negara eropa dan asia lainnya.

Tim Gucakusi IPB ini terdiri dari kombinasi 4 mahasiswa dari Departemen Agronomi Hortikultura dan Manajemen Ekonomi IPB yaitu Farauq Arrahman, Galih Nugraha, Putri Vionita dan Abdul Aziz.

“Indonesia masih tergantung pada impor untuk lima bahan pokok, salah satunya adalah gula. Dengan jumlah penduduk 240 juta jiwa, konsumsi gula terus meningkat, namun di sisi lain pertumbuhan produksi lambat” kata Abdul Azis, Mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB angkatan 2012. Satu dari empat mahasiswa IPB penemu Gucakusi.

Aziz menambahkan bahwa permasalahan pangan merupakan hal yang sangat kompleks dalam kehidupan manusia. Pangan harus dapat dipenuhi untuk keberlanjutan hidup manusia. salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan terhadap komoditas gula.

Gucakusi merupakan gula fruktosa yang terbuat dari kulit singkong yang menggunakan metode hidrolisis enzimatis dengan bantuan enzim alfa amilase dan amiloglukosidase. Gula cair dari kulit singkong ini memiliki kalori yang rendah yaitu 106 kkal per 100 g jauh lebih rendah nilai kalorinya dari gula tebu 364 kkal per 100 g.

Aziz kepada tim berandainovasi.com mengatakan bahwa Penelitian gula cair dari kulit singkong ini dimulai sejak tahun 2013 melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM KC) DIKTI.

Tim Gucakusi IPB

Tim Gucakusi IPB

Proses pembuatan gula cair dari kulit singkong ini kurang lebih 5 hari. Melalui proses pengupasan, pencucian, ekstraksi, liquifikasi, sakarifikasi, dan evaporasi.

Manfaat dari gula cair dari kulit singkong ini adalah gula cair yang dihasilkan lebih randah kalori dan berupa gula fruktosa. Gula tersebut baik untuk diet dan kandungan kalorinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan gula yang beredar di masyarakat.

Selain menghasilkan gula yang rendah kalori, proses pembuatan gula ini juga memanfaatkan limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah pembuatan gula cair dari kulit singkong ini berupa serbuk kulit singkong yang kedepannya dapat dimanfaatkan dan diteliti lebih lanjut untuk pembuatan papan komposit dan pestisida nabati pembasmi tikus.

“Dapat dilogika dengan mudah sebenarnya. Kulit singkong dapat dijadikan gula cair, apalagi bahan alam yang lain. Salah besar jika Indonesia mengimpor gula dengan alasan gula nasional kita mencukupi” katanya.

Azis berharap bahwa kedepannya pemerintah dapat menghargai ilmuwan Indonesia dalam pengembangan inovasi dan bersinergi dengan BUMN untuk pendanaan inovasi tersebut.

“Semoga dengan karya inovasi kami ini bangsa kita dapat terbuka wawasan dan pemikirannya, bahwa kita memiliki segala potensi yang ada seperti kekayaan alam dan teknologi” Tutup Azis. (AA/NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply