Membangun Mindset Kemandirian Energi Nasional
Aug 18, 2015
Mengobati Penyakit Jamur Kandidiasis dengan Lendir Bekicot
Aug 20, 2015

Google dan Twitter : Perusahaan dengan Budaya Kerja Terbaik

budaya kerja

budaya kerja

Bekerja di sebuah perusahaan yang bonafit mungkin menjadi impian bagi sebagian besar orang. Kepastian pendapatan, adanya jenjang karir dan promosi, serta jaminan-jaminan lain menjadi beberapa nilai unggul yang bisa didapatkan oleh seorang karyawan perusahaan.

Namun tahukah anda, bahwa kini bukan melulu persoalan nominal gaji yang memengaruhi loyalitas seorang karyawan. Lebih jauh lagi, kultur kerja yang diciptakan juga menjadi alasan kuat bagi kesuksesan sebuah perusaan.

Google dan Twitter telah membuktikannya. Anda mungkin akan terinspirasi dan tergerak untuk mencoba mempraktikannya di lingkungan kerja anda.




Google

Dua pendiri Google, Larry Pagedan dan Sergey Brim, mengembangkan gagasan untuk perusahaan mereka di kamar asrama mereka di Standford University. Saat ini, Google merupakan mesin pencari terbesar di dunia. Dengan pengguna yang berjumlah sekitar 82 juta orang perbulan dan memiliki akses ke lebih dari 8 juta halaman web. Lebih dari 50 persen lalu lintas Google terjadi di luar Amerika Serikat. (Sekedar catatan, googol adalah istilah matematis untuk angka 1 yang diikuti 100 angka nol.)

Meskipun tumbuh pesat, Google masih mempertahankan cara kerja seperti perusahaan kecil. Di kantor Googleplex di Mountain View, California, “Googlers” (julukan karyawan Google-penerj) makan di café google yang lebih dikenal dengan sebutan “Charlie’s Place”. Topik pembicaraan mereka berkisar dari yang hal yang remeh sampai yang bersifat teknis dan entah bahan diskusinya menyangkut permainan komputer atau peranti lunak penyaji iklan, bukan hal yang aneh untuk mendengar seseorang berkata, “itu produk yang saya bantu kembangkan sebelum saya ke Google.”

Kultur Google sangat informal. Googlers bekerja secara berkelompok di tempat yang sangat padat. Hierarki korporat hampir tidak terlihat dan karyawan mengenakan pakaian yang tidak seragam. Kebijakan perekrutan google lebih menekankan pada kepribadian staf yang merepresentasikan audiens global yang dilayani oleh mesin pencari tersebut.

Google memiliki kantor-kantor di seluruh dunia dan pusat-pusat rekayasa Google merekrut calon-calon berbakat di berbagai lokasi mulai dari zurich sampai Bangalore. Lusinan bahasa digunakan oleh staf Goggle dari bahasa Turki sampai bahasa Telugu. Pada saat tidak bekerja, Googlers melakukan hobi mereka dari bersepeda lintas alam sampai mencicipi minuman anggur, dan terbang sampai ke bermain Frisbee.

Reza Behforooz, seorang teknisi peranti lunak Google berkomentar, “Google memiliki lingkungan kerja yang sangat keren dan menyenangkan, serta komitmen yang kuat terhadap keunggulan teknis sehingga kami dapat membangun produk-produk terbaik guna membantu semua orang di seluruh dunia.”

Twitter

Sillicon Valley mungkin tampak seperti sebuah arena bermain bagi anak-anak muda yang berpura-pura jadi dewasa. Mereka rapat dengan rambut acak-acakan, kaus yang berkerut-kerut. Setidaknya begitu pihak luar perusahaan akan melihatnya. Tetapi bagi mereka yang berkecimpung di dalamnya? Belum tentu.

Lalu, apa sesungguhnya yang membuat karyawan Twitter menikmati kerja dengan budaya dan nilai yang dianut oleh perusahaan?

Friendly co-workers, rekan kerja yang sangat pintar dan mau berbagi”, begitu ditulis oleh salah seorang responden yang merupakan Account Executive dari Twitter. Responden lain ada juga yang menulis tentang ketertarikan mereka dengan rapat yang acapkali digelar di atas atap kantor (rooftop).

Sumber :

Aganta, C. T., Khatami, N., Pratama F. A., Muntazar, M. R., Sari P. M., Bharoka I., Bagus O. 2012. Makalah Perilaku dan Pengembangan Organisasi : Kultur Organisasi. Universitas Brawijaya : 24 hlm.

http://www.entrepreneur.com/article/249174

http://www.portalhr.com/people-management/twitter-perusahaan-dengan-budaya-terbaik/

Kartika Salam Juarna
Kartika Salam Juarna
Mahasiswa tingkat akhir program studi Biologi FMIPA Universitas Indonesia.

Leave a Reply