Mikroalga Sebagai Bahan Baku Energi Baru Terbarukan (Bagian I)
Sep 12, 2013
Mikroalga Sebagai Bahan Baku Energi Baru Terbarukan (Bagian II)
Sep 16, 2013

Global Green Economy Index

GreenCitybytheBay(sumber : http://www.glhowe.com/weblocate/GreenCitybytheBay.jpeg)

Salah satu pendekatan untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan adalah melalui green economy. Green economy merupakan kerangka pembangunan yang menjadikan isu lingkungan sebagai pijakan pertama sebagai rangkaian tahapan menuju pembangunan berkelanjutan. Focus pada isu pengurangan kerusakan lingkungan ini dilakukan dengan peningkatan investasi bidang lingkungan, yaitu Energi Terbarukan, clean technology, energy efficient building, transporatasi publik, manajemen pengolahan sampah, management berkelanjutan untuk tanah, air, hutan, perikanan serta eco-tourism (UNEP, 2012)

Menjadikan pembangunan lingkungan sebagai isu, bukan berarti membuat pendekatan green economy ini abai terhadap kesejahteraan social dan pertumbuhan ekonomi. Melalui peningkatan investasi untuk lingkungan justru akan memberikan dampak social dan pertumbuhan ekonomi yang positif, yaitu pertumbuhan pendapatan dan lapangan kerja, akses yang meningkat oleh RT miskin terhadap energi, air dan sanitasi yang aman sebagai bagian dari tekanan untuk mengurangi kerusakan lingkungan . (UNEP, 2012)

Green economy ini merupakan salah satu turunan mengenai konvensi global Sustainable Development, The 2012 United Nations Conference on Sustainable Development (UNCSD), atau “Rio+20 Summit”. Salah satu indikator yang bisa dijadikan parameter untuk mengukur komitmen negara-negara yang telah menandatangani konvensi tersebut adalah Global Green Economy Index (GGEI). Ada empat indikator yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana suatu negara benar-benar telah menerapkan kebijakan yang pro lingkungan.

Pertama adalah leadership, yakni advokasi kepala negara terhadap isu lingkungan, pemberitaan media nasional mengenai green economy, posisi nasional dan pernyataan internasional suatu negara dalam forum dunia mengenai isu lingkungan, komitmen negara terhadap keberlanjutan banyuan program-program yang relevan. Kedua, kebijakan yaitu komitmen terhadap terhadap energi terbarukan, kebijakan mengenai clean energy, pengurangan emisi dan tujuan pada pengembangan energi yang berkelanjutan. Ketiga adalah clean technology yang berorientasi pada volume investasi, komersialisasi clean technology, inovasi pada clean technology serta pemberian fasilitas-fasilitas investasi. Keempat adalah sustainable tourism, yang merupakan salah satu indikator penting dalam green economy.

Dalam pengukuran index ekonomi hijau global ini ada 27 negara yang dijadikan sampel mulai dari Negara-negara di Eropa, Amerika, Afrika dan Asia. Indonesia adalah salah satu negara yang diukur. Pengukuran dilakukan dengan dua metode, yakni assessment langsung terhadap kondisi faktual lapangan serta persepsi stakeholder terkait seperti masyarakat ekonomi dan akademisi. Selain level nasional, kota besar yang terdapat dalam negara tersebut juga diukur.

Adanya dua metode pengukuran yakni survei persepsi dan kondisi factual, membuat hasil yang didapat berbeda. Namun ada juga negara yang konsisten dalam hasil penilaian, yakni Denmark dan Jerman. Kedua negara maju Eropa tersebut menempati posisi tertinggi sebagai negara yang komitmen terhadap pembangunan ekonomi hijau atau green economy, baik menurut persepsi stakeholder terkait maupun secara hasil faktual. Untuk ukuran kota, Berlin mendapat predikat sebagai Top Green City. Indonesia, baik dalam level nasional maupun Jakarta yang mewakili kota urbannya, tidak masuk dalam peringkat 10 besar Top Green Country dan Top Green City.

Meskipun Global Green Economy Index (GGEI) bukan satu-satunya parameter, namun setidaknya hasil yang diperoleh dari GGEI 2012 ini bisa dijadikan cerminan terhadap sejauh mana komitmen para pemimpin dunia untuk mentransformasi tatanan dunia menjadi lebih ramah lingkungan. Indonesia, sebagai negara yang diprediksi akan menjadi salah satu negara maju di Asia serta negara dengan kekayaan alam melimpah, harus mulai menata kembali kebijakan perekonomiannya. (NI)

 

 

Referensi :

 

Dual Citizen. 2012. Global Green Economy Index 2012. Diunduh dari http://www.dualcitizeninc.com/ggei2012.pdf

United Nations Environment Programme (UNEP). 2012. Measuring Progress Toward An Inclusive Green Economy. Diunduh dari http://www.unep.org/greeneconomy/Portals/88/documents/research_products/Measuring%20Progress%20report.pdf

 

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply