Menuai Bahan Bakar Alternatif dari Hasil Kebun
Oct 10, 2012
Menjadi Entrepreneur yang Siap Kelola Potensi Daerah
Oct 30, 2012

Geliat bangkitnya UKM berbasis sumber daya lokal di Sumatera Barat

Pengalaman selama krisis ekonomi memberikan isyarat bahwa usaha kecil dan menengah yang didukung oleh sumber daya lokal (daerah) terutama di bidang pertanian dan industri kecil mempunyai daya resistensi terhadap pengaruh dampak krisis ekonomi, sehingga relatif mampu bertahan dibandingkan usaha skala besar yang menggunakan komponen bahan baku dari impor.

Usaha skala kecil merupakan lapangan usaha yang menjadi sumber pendapatan dari sebagian besar penduduk Sumatera Barat, yaitu mencapai sekitar 80 % dari rumah tangga yang ada di daerah ini. Sumatera Barat berada di bagian barat tengah pulau Sumatera dengan luas 42.297,30 km². Provinsi ini memiliki dataran rendah di pantai barat, serta dataran tinggi vulkanik yang dibentuk Bukit Barisan yang membentang dari barat laut ke tenggara. Namun karena terdapat permasalahan yang terjadi dalam pengembangan usaha seperti keterbatasan modal, penguasaan teknologi dan pemasaran,  sebagian besar usaha skala kecil ini belum mampu mengangkat pendapatan pelakunya ke tingkat yang lebih layak untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya.

Berangkat dari kondisi itu, maka untuk memperkuat perekonomian daerah dan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat dari kelompok mayoritas pelaku usaha yang ada, dilakukan kegiatan pemberdayaan kelompok usaha kecil yang merupakan ‘Usaha Rakyat’ menjadi usaha yang kuat dan profesional sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

Upaya yang telah dilaksanakan selama ini dalam pengembangan usaha kecil dan menengah perlu terus disempurnakan dengan melakukan pembinaan yang lebih komprehensif dengan mengedepankan pengembangan partisipasi dan kemandirian masyarakat dalam melakukan usaha. Secara operasional pembinaan dan pemberdayaan ekonomi rakyat telah menjadi kewenangan daerah kabupaten-kota, karena pada umumnya lapangan usaha yang menjadi basis ekonomi kerakyatan di daerah ini terkait dengan lapangan usaha pertanian, industri dan kerajinan, perdagangan dan jasa dan lapangan usaha lainnya yang merupakan kewenangan wajib pemerintah kabupaten-kota. Sedangkan program di propinsi bersifat memberikan dukungan bagi kelangsungan pelaksanaan program di kabupaten kota, antara lain dalam bentuk fasilitasi promosi dan pemasaran, penyiapan pedoman pembinaan, penyusunan standar pelayanan dan kegiatan lainnya yang sesuai dengan kewenangan propinsi.

Salah satu bentuk dukungan propinsi dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan yaitu melalui “Road Show 6 SKPD lingkup Bidang Ekonomi (Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Perkebunan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Koperasi dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan) ke Kabupaten/Kota se Sumatera Barat“ untuk membuat kesepakatan dengan masing-masing Kepala Daerah Kabupaten/Kota tentang Komoditi Unggulan yang akan dikembangkan tahun 2008-2012. 

Kesepakatan Pengembangan Komoditi Unggulan Antara Propinsi dengan Kabupaten/Kota Tahun 2008-2012 sebagai berikut :

NOKAB/KOTAKOMODITI UNGGULAN
12345

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

Kab. AgamKab. PasamanKab. Pasaman BaratKab. Lima Puluh KotaKab. Solok

Kab. Solok Selatan

Kab. Padang Pariaman

Kab. Pesisir Selatan

Kab. Tanah Datar

Kab. Sijunjung

Kab. Darmasraya

Kab. Kep. Mentawai

Kota Bukittinggi

Kota Padang

Kota Sawahlunto

Kota Padang Panjang

Kota Solok

Kota Payakumbuh

Kota Pariaman

Sayur-sayuran, Sapi PotongKakao, Perikanan Air TawarJagung, Perikanan LautGambir, JerukSayur-sayuran, Sapi Potong

Perikanan Air Tawar, Sapi Potong

Kakao, Sapi Potong

Perikanan Laut, Sapi Potong

Kambing, Casiavera

Sapi Potong, Perikanan Air Tawar

Sapi Potong, Perikanan Air Tawar

Kakao, Pisang

Tanaman Hias, Produk Olahan Hasil Pertanian

Perikanan laut, Ayam Potong

Kakao, Karet

Kulit, Sapi Perah

Minyak Atsiri, Makanan Ringan

Makanan Ringan, Sapi Potong

Pisang, Kelapa

Komoditas unggulan yang direkomendasikan untuk Provinsi Sumatera Barat yaitu Kayu Manis, Kopi, dan Karet. Adapun Kabupaten/Kota yang terpilih meliputi Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Sijunjung. Berdasarkan hasil survei ke Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat diperoleh data industri kecil pengolahan hasil perkebunan sebanyak 31 industri. Sampel industri diambil sebanyak 30 % dari populasi untuk masing-masing Kabupaten/Kota. (RAP)

Sumber:

Laporan akhir kajian sistem inovasi dan potensi daerah MITI

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply