Kapan Indonesia Kembangkan Biofuel?
Dec 5, 2012
Inisiasi Indonesia Sejahtera Melalui UKM
Dec 12, 2012

Fokus, Kunci Utama Keberhasilan Riset Pengembangan Biofuel di Brasil

BrazilsugarcaneBrasil adalah salah satu negara yang memelopori penggunaan campuran ethanol dan bensin untuk bahan bakar mobil sejak puluhan tahun silam. Saat ini, banyak mobil di Brasil menggunakan bahan bakar murni ethanol yang terbuat dari tebu.

Brasil, bukan Cuma dikenal sebagai gudang pesepakbola jenius, negeri Samba adalah negara pertama yang memiliki ekonomi biofuel paling berkesinambungan.Inovasi di bidang agroteknologi yang memungkinkan negeri ini menghasilkan 16.3 miliar liter etanol atau 33.3 persen total produksi etanol dunia (2006). Dan, nyaris seluruh limpahan etanol ini dipakai sebagai bahan bakar kendaraan di negeri itu.

Tak heran jika terdapat 35-an ribu SPBU etanol di seantero Brasil saat ini, dimana tak satu pun negara mampu menyamai jumlah ini. Sejak program etanol dicanangkan pada 1979, Brasil telah “memensiunkan” lebih dari 12.5 juta mobil berbahan bakar bensin dari jalan-jalan raya, menggantinya dengan mobil berbahan bakar etanol (meliputi 5.7 juta mobl berbahan bakar seratus persen etanol dan 6.8 juta mobil bertanki campuran etanol-bensin).

Wajar pula jika Presidan Brasil Luis Inacio da Silva mengisyaratkan negerinya untuk perlahan-lahan lepas dari ketergantungan terhadap minyak bumi, ketika negara-negara lain justru menjerit menyusul meroketnya harga minyak dunia. “Etanol memangkas secara drastis impor bahan bakar fosil Brasil,” ujar dia, seperti yang dikutip The Economist.

Kunci sukses Brasil adalah riset terfokus di ranah biofuel etanol berbasis tebu yang dikibarkan lewat program nasional sejak 30 tahun silam. EMPRAPA, perusahaan milik pemerintah, menjadi jangkar bagi riste-riset etanol di Brasil, menggandengan pihak swasta dan akademisi untuk bahu-membahu membenamkan investasi di riset etanol. Kerja sinergis inilah yang kelak mengantarkan Brasil mampu mengantongi teknik penanaman tebu paling efisien di dunia dan pada gilirannya mengantarkan Brasil sebagai produser etanol yang gigantik.

Sedikitnya 500 varietas tebu ditanam di seaotero Brasil, 51 varietas di antaranya dirilis sepanjang 10 tahun terakhir. Riset-riset bioteknologi mutakhir para saintis Brasil sukses menghasilkan varian-varian tebu yang tahan penyakit, bakteri, hama, dan lingkungan ekstrem, memungkinkan ekspansi penanaman tebu ke kondisi-kondisi yang sebelumnya muskil dilakukan.

Varian tebu hasil rekayas genetik ini juga memuat kandungan gula lebih gemuk. Sepanjang tiga dasawarsa total recoverable sugar (TRS) dalam tebu terus diperbarui, dengan peningkatan 1.5 persen setiap tahun, dari 95 kilogram per hektar menjadi 140 kilogram per hektar. Kian tingginya kandungan gula, maka kian tinggi pula keluaran etanol. Jika pada 1975 hanya dihasilkan 2.024 liter etanol per hektar, maka pada 2004 dikeluarkan 5.917 liter etanol per hektar. Inovasi-inovasi inilah yang melaratbelakangi superioritas Brasil dalam industri etanol.

Sokongan penuh pemerintah Brasil untuk menghidupkan industri etanol menjadi catatan tersendiri. Ada tiga insentif utama yang diberikan; pertama, perusahaan milik pemerintah, Petrobas, menjamin pembelian tebu dari para petani; kedua, pemerintah menyediakan pinjaman bunga lunak bagi perusahaan agrikultural pemproduksi etanol; ketiga, pemerintah menetapkan harga tetap bensin perliter dan pada saat bersamaan mematok harga etanol di SPBU-SPBU sebesar 59 persen harga bensin per liter. Maka pada akhir 1980-an, sudah terdapat 4 juta mobil berbahan bakar seratus persen etanol di jalan-jalan Raya Brasil. (RAP)

Sumber:

Redaksi. 2008. RI-Brasil Sepakat Kembangkan Biofuel. [Terhubung Berkala]. http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2008/07/13/21809/RI-Brasil-Sepakat-Kembangkan-Biofuel

Zuhal. 2010. Knowledge and Innovation, Platform Kekuatan Daya Saing. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply