13 Hal Ilmiah yang Menandakan Kamu Sedang Jatuh Cinta ( Bagian 2)
Jul 18, 2016
Brexit dan Fenomena Mudik Masyarakat Indonesia
Jul 19, 2016

“Flat Earth itu Pseudosains”, Apakah itu?

Penampakan Bumi dari Luar Angkasa via phys.org

Penampakan Bumi dari Luar Angkasa via phys.org

Penampakan Bumi dari Luar Angkasa via phys.org

Flat Earth, sebuah teori yang menyatakan bahwa sebenarnya bumi ini berbentuk datar dan bukan bulat pepat seperti yang selama ini orang katakan mulai ramai kembali diperbincangkan. Banyak channel di Youtube seperti Flat Earth 101 yang menampilkan teori serta konsep mengenai Flat Earth. Tidak hanya itu, komunitas di Facebook, The Flat Earth Society, dan akun twitter @FlatEarthID juga sering membahas dan memaparkan pandangan serta teori bahwa bumi itu datar.

Perkembangan ilmu pengetahuan selama berabad-abad ternyata tidak lantas membuat teori Flat Earth menjadi sunyi senyap. Ditambah lagi dengan teori konspirasi elit global yang melatarbelakangi kepercayaan para pengagum dan tokoh ilmuwan Flat Earth.

Dinding besar kutub selatan, ketiadaan gravitasi, konspirasi ISS (stasiun luar angkasa), penerbangan ke luar angkasa yang fiktif, dan jarak matahari yang tidak sejauh apa yang kita pelajari menjadi topik-topik utama teori Flat Earth yang dipropagandakan ke khalayak ramai.

Sekilas, teori Flat Earth ini memang terlihat logis dan nyata. Namun, apakah benar teori-teori tersebut menyatakan hal yang sebenarnya bahwa bumi itu beanr-benar datar?

Ternyata, ilmuwan dan pakar astronomi dan fisika menyatakan bahwa teori Flat Earth itu hanya Pseudosains belaka!

“Itu pseudosains. Orang awam percaya karena pandangan tersebut terlihat ilmiah, padahal sebenarnya tidak berdasar sama sekali” Kata Profesor astrofisika sekaligus kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin dikutip dari Kompas.com.

Lantas, apakah itu pseudosains?

Menurut Wikipedia, pseudosains atau ilmu semu  adalah sebuah pengetahuan, metodologi, keyakinan, atau praktik yang dikatakan sebagai sesuatu yang ilmiah tapi tidak mengikuti metode ilmiah. Pseudosains sekilas mungkin terlihat ilmiah, namun sebenarnya itu tidak memenuhi persyaratan metode ilmiah yang dapat diuji.

Sementara itu dalam kamus Oxford online, pseudoscience berarti “A collection of beliefs or practices mistakenly regarded as being based on scientific method”. Atau sebuah keyakinan keliru yang dianggap sesuai dengan metode ilmiah.

Lalu menurut versi kamus online Cambridge, pseudoscience diartikan sebagai “system of thought or a theory that is not formed in a scientific way” (suatu sistem pemikiran dan teori yang tidak terbentuk dengan cara yang ilmiah).

Jadi, masih percaya bahwa Flat Earth itu ilmiah? (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply