Smartgrid, Grid Canggih Efisiensi Pembangkit Listrik
Jul 31, 2015
Solusi Atasi Kekeringan Lahan Sawah, Alumni IPB Manfaatkan Jerami Padi
Aug 4, 2015

Facebook Kembangkan Pesawat Pemancar Akses Internet

BN-CI855_AFWIFI_P_20140413134011Internet seakan telah menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari. Tapi sadarkah kalian, bahwa tidak semua orang bisa menikmati kemudahan dalam mengakses internet?

Di Afrika, baru 16% dari populasi penduduk di benua tersebut yang menggunakan internet. Padahal, dengan menghadirkan akses internet yang luas, maka akan terjadi pertukaran ide dan peningkatan produktifitas yang luas antar masyarakat dunia sehingga pengetahuan dan perekonomian pun dapat berkembang. Hal tersebut melatarbelakangi Mark Zuckerberg yang menahkodai Tim Facebook untuk meluncurkan internet.org setahun yang lalu.

Internet.org merupakan proyek kemitraan global diantara para pionir bidang teknologi, lembaga non-profit, komunitas lokal dan para ahli yang bekerjasama untuk membawa internet kepada dua per tiga penduduk dunia yang selama ini memiliki kesulitan dalam mengaksesnya. Capaian luar biasa yang baru saja diselesaikan oleh Tim Facebook dalam proyek internet.org adalah sebuah konstruksi  drone (pesawat tanpa awak) yang diberi nama ‘Aquila’.

Aquila memiliki berat 400 kilogram, sedangkan lebar sayapnya setara dengan Boeing 737 dengan jangkauan sayap 42 meter. Pesawat ini akan menghantarkan akses internet bagi daerah-daerah terpencil di dunia. Agar tidak mengganggu lalu-lintas udara, Aquila akan dioperasikan dengan ketinggian antara 60.000-90.000 di atas ketinggian pesawat komersial. Hal ini juga akan membuat beroperasinya pesawat nirawak tersebut tidak terpengaruhi oleh masalah cuaca. Pesawat yang akan diujicobakan segera di Amerika Serikat ini dapat terbang di udara selama 90 hari tanpa jeda.

 

Ulya Amaliya
Ulya Amaliya

After studying International Relations in Gadjah Mada University, she dedicated herself as NGO’s officer of Social Research and Data Analysis in Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply