Official Call for Contributor Artikel dan Opini Edisi Januari 2014
Jan 15, 2014
Urban Farming: Rekonstruksi Lahan Minimalis Menjadi Lahan Produktif Pada Daerah Perkotaan
Jan 29, 2014

Edible Plastic (Plastik Layak Satap) Solusi Green Economy Indonesia

Penerapan green economy sebagai bentuk kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya lingkungan terhadap masa depan telah gencar dilakukan. Peningkatan kualitas disetiap bidang kenegaraan tanpa mengabaikan lingkungan telah dilaksanakan diberbagai negara. Konsep green ekonomi yang berlandaskan pada keseimbangan kesejahteraan sosial manusia dengan mengurangi resiko terhadap lingkungan telah menjadi perhatian meskipun masih sulit diterapkan di Indonesia. Kesulitan tersebut salah satu penyebabnya adalah pengelolaan sampah sisa konsumsi di Indonesia yang masih belum memadai.

plastic-recycling-bundles

Sumber Ilustrasi: suaraazhar.files.wordpress.com

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (2012), rata-rata penduduk Indonesia meghasilkan 625 juta liter sampah perhari dari jumlah total penduduk dan memungkinkan mengalami pertambahan sesuai kondisi lingkungan. Hal ini yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dengan penumpukan sampah yang terjadi. Berbagai masalah akibat sampah selanjutnya akan muncul mulai dari kesehatan masyarakat, hingga keindahan dan kelestarian lingkungan. Menurut data statistik persampahan domestik Indonesia (2012), jenis sampah yang terbanyak dihasilkan setelah sampah organik adalah sampah plastik dari total produksi sampah yakni sebesar 5,4 juta ton per tahun.

Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) 65% penggunaan plastik didominasi dalam bentuk kemasan makanan dan sisanya 35% digunakan industri besar untuk pembuatan alat-alat rumah tangga, pipa, furniture, elektronik, bagian kendaraan, dll.. Penerapan plastik sebagai bahan kemasan makanan bertujuan untuk menghindari penurunan kualitas makanan yang mungkin disebabkan karena aktifitas bakteri, pengaruh lingkungan, dan penambahan zat kimia. Menurut Alvin dan Gil, 1994 dalam Wiwiek, 2005 bahan plastik pengemas makanan di buat dari sekitar 60% poliethilen dan 27% polyester namun penggunaan kedua material sintesik tersebut berdampak pada pencemaran lingkungan. Plastik yang banyak beredar dimasyarakat tergolong jenis plastik konvensional yang sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Hal ini karena mikroorganisme tidak mampu menghasilkan enzim untuk mendegradasi polimer dari plastik sintesis. Oleh karena itu, plastik memberikan kontribusi besar kedua setelah sampah organik dalam penumpukan sampah di Indonesia.

Berbagai alternatif dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah plastik dimasyarakat diantaranya dengan incinerate (pembakaran) dan daur ulang. Namun kedua alternatif ini justru menimbulkan masalah baru. Pada pembakaran plastik akan dihasilkan CO2 (karbon dioksida) yang memicu pencemaran udara dan mengakibatkan global warming, sedangkan proses daur ulang hanya menggunakan sekitar 25% dari jumlah sampah keseluruhan (Wiwiek dan Guntarti, 2005).

Hal ini memicu berbagai penelitian mencari alternatif baru bagi masalah plastik sehingga tidak menimbulkan masalah lain saat diterapkan olah masayarakat. Salah satu penelitian yang berkaitan adalah plastik layak santap (edible plastik) yang terbuat dari tepung tapioka termodifikasi. Plastik edible dikembangkan dari bahan-bahan renewable(dapat diperbaharui) dan bersifat biodegradable(dapat terdegradasi) sehingga mampu mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Saat ini, plastik edible telah dikembangkan lebih lanjut hingga menjadi dua jenis yakni, edible film (plasik edible yang berbentuk lembaran) dan edible coating (plastik edible yang berfungsi sebagai pelapis). Penggunaan plastik jenis edible dapat menggantikan plastik konvensional dalam menjaga kualitas makanan yang dikemasnya.

Produksi plastik edible dilakukan dengan menggunakan bahan baku berupa hidrokoloid(protein dan pati), lipida, dan komposit. Penggunaan bahan baku pati sangat mungkin diterapkan di Indonesia yang memiliki potensi alam melimpah. Pati dapat di temukan dalam berbagai jenis umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar, kentang dll., jenis kacang-kacangan, kulit buah seperti kulit pisang, kulit mangga, bahkan limbah rumah tangga seperti limbah cucian beras.

Penerapan edible plastic dalam ruang lingkup yang luas diharapkan dapat mengurangi sampah plastik yang umumnya digunakan sebagai bahan pembungkus makanan. Sehingga upaya pemerintah untuk membangun green economy dapat terwujud dengan kesejahteraan masyarakat yang beriringan dengan pelestarian lingkungan.

Oleh Fiud Khoriah, Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta

Daftar Referensi:

Zika. 2012. Indonesia Sulit Terapkan Green Ekonomi. diakses melalui nationalgeographic.co.id pada 18 januari 2013.

Indonesia solid waste assosiation (ISWA). 2013. Fenomena sampah plastik di Indonesia. diakses melalui iswa.or.id pada 18 januari 2013.

Investor Daily. 2013. Semester I, Konsumsi Plastik 1,9 juta Ton. Diakses melalui http://www.kemenperin.go.id. pada 18 januari 2014.

Hendrawan. 2012. Indonesia Hasilkan 625 Juta Liter Sampah Perhari. diakses melalui Tempo.co pada 19 januari 2014.

Pudjiastuti,wiwiek dan Guntarti. 2005. Plastik Layak Santap (Edible Plastic) dari Tapioka Termodifikasi. Prosiding: Simposium Nasional Polimer V. ISSN 1410-8720. Halm 248-255.

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi
BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

2 Comments

  1. Keinginan bebrbalik hanya tinggal harapan. Regulasi Penerapan green economy setidaknya sudah terbentuk dal;am berbagai aturan. Kendala penerapan sepertinya berada pada kesadaran penegasan, utamanya kepada para industriawan yang memproduksi barang bersisah sampah/limbah akan tetapi tidak memiliki tanggung jawab terhadap [email protected]

  2. masalah sampah di Indonesia menjadi masalah yg sepertinya sulit terpecahkan karena berbagai faktor, selain masalah faktor manusia yang tidak disiplin dalam membuang sampah juga faktor sarana dan prasaran yang tidak memadai. Kami RAJA PLASTIK INDONESIA memberikan solusi dalam mengahdapi masalah sampah ini dengan menawarkan produk tempat sampah plastik dengan berbagai jenis dan ukuran. silahkan hubungi kami melalui website berikut : http://www.rajaplastikindonesia.com/kategori-produk/green-leaf/industrial-horeca/tempat-sampah-plastik/, http://www.tempatsampahplastik.net, http://www.rajaplastik.co.id

Leave a Reply