Beranda MITI Artikel Coalbed Methane ( CBM ) Sebagai Langkah Swasembada Gas Nasional
CoalBed Methane ( CBM ) Sebagai Langkah Swasembada Gas Nasional
May 4, 2015
Polemik Tanaman Transgenik (Bagian 1)
May 6, 2015

ECCT : Sebuah Asa Bagi Penderita Kanker

Electro Capacitive Cancer Therapy (ECCT), Dr. Warsito, Kanker

Electro Capacitive Cancer Therapy (ECCT)

Apa itu kanker?

Kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian utama di seluruh dunia. Tercatat pada tahun 2012, sebanyak 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Sementara itu, di Indonesia sendiri per tahun 2013 tercatat total penderita kanker sebanyak 347.792 jiwa. Berdasarkan estimasi jumlah penderita kanker nasional, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan estimasi penderita kanker terbanyak, yaitu sekitar 68.638 dan 61.230 jiwa (Depkes RI, 2013).

Terapi Kanker

Data Jumlah Penderita Kanker di Indonesia per Tahun 2013

Kanker merupakan suatu penyakit yang diakibatkan oleh ketidaknormalan pertumbuhan sel-sel tubuh yang kemudian berubah menjadi sel kanker. Normalnya, sel-sel di tubuh kita memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik antar sesama sel. Ketika sel kanker muncul, alur komunikasi terganggu dan pertumbuhan sel menjadi tidak terkendali. Sel-sel kanker tersebut kemudian berpotensi menyerang jaringan di sekitarnya atau ikut mengalir bersama darah dan menyerang jaringan lain. Oleh sebab itu, terapi untuk mengobati penyakit kanker yang telah diaplikasikan selama ini tergolong rumit, memakan waktu lama dan biaya yang besar.

Secercah Harapan

Pada pertengahan tahun 2010, Dr. Warsito P. Taruno, seorang ilmuwan yang menggagas berdirinya Ctechs Lab (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology sekaligus ketua umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI), membuat sebuah teknologi yang diharapkan dapat menjadi alternatif pengobatan penyakit kanker. Teknologi tersebut menggunakan prinsip tomografi yang dapat mengetahui sesuatu yang tersembunyi dalam sebuah objek. Prinsip tersebut kemudian diterapkan untuk mendeteksi adanya sel kanker pada bagian-bagian tubuh manusia.

Teknologi yang dibuat oleh Dr. Warsito beserta tim terdiri atas 4 alat yang terbagi menjadi dua alat pendeteksi dan dua alat terapi. Keempat alat tersebut adalah brain activity scanner, brain cancer electro capacitive therapy, breast activity scanner dan breast cancer electro capacitive therapy. Percobaan demi percobaan terus dilakukan untuk menguji efektifitas dari teknologi baru tersebut agar bisa dikembangkan lebih lanjut.

Salah satu pengujian yang dilakukan yaitu pengujian pada pemuda penderita kanker otak stadium lanjut yang berusia 21 tahun. Penyakit kanker yang diderita pemuda tersebut menyerang otak kecil yang merupakan pusat keseimbangan dan koordinasi gerak otot.

Akibatnya, pemuda tersebut menjadi lumpuh total bahkan tidak bisa menelan makanan dan minuman. Dalam terapi tersebut, Dr. Warsito bekerja sama dengan tim dokter ahli radiologi dan onkologi dari sebuah rumah sakit besar di Jakarta. Setelah sepekan menjalani terapi, pemuda tersebut sudah bisa bangun dari tempat tidur serta menggerakkan tangan dan kaki. Dua bulan kemudian, pemuda tersebut dinyatakan sembuh.

ECCT (Electrical Capacitive Cancer Therapy)

Electrical Capacitive Cancer Therapy (ECCT) merupakan alat terapi pengobatan kanker yang menggunakan prinsip tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis. Sel-sel kanker yang umumnya memiliki sifat aktif membelah (akibat tak terkendali oleh sistem koordinasi tubuh) akan terpapar oleh medan listrik bolak-balik yang mampu menembus membran sel dan masuk ke dalam sel.

Medan listrik yang didekatkan pada sel akan membuat muatan-muatan yang tadinya tersebar secara acak menjadi terpolarisasi. Dengan pengaturan frekuensi dan tegangan yang tepat, medan listrik akan menghambat tubulin menarik kromatin ke kutub pembelahan sehingga proses anafase sel akan gagal akibat benang spindelnya hancur. Akibatnya, proses pembelahan akan terhambat dan jumlah sel kanker yang membelah menjadi sedikit.

Sistem ECCT terdiri atas dua komponen utama yaitu pakaian elektroda dan osilator. Pakaian elektroda kemudian akan didesain dengan menyesuaikan pola bagian tubuh yang terkena kanker. Polaritas dan banyaknya elektroda diatur sedemikian rupa sehingga tubuh pasien akan terliputi oleh medan listrik statis. Dengan demikian, proses terapi tidak akan berjalan rumit.

Electro Capacitive Cancer Therapy (ECCT), Dr. Warsito, Kanker

Electro Capacitive Cancer Therapy (ECCT)

Daftar Referensi:

Sumber Inspirasi Indonesia : 18 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa. 2013. Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia, jakarta : 200 hlm.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2015

http://yayasankankerindonesia.org/tentang-kanker/

http://www.parkwaycancercentre.com/id/informasi-kanker/tentang-kanker/apa-itu-kanker/

Kartika Salam Juarna
Kartika Salam Juarna
Mahasiswa tingkat akhir program studi Biologi FMIPA Universitas Indonesia.

Leave a Reply