Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium dan Kebijakan Pangan Nasional
Apr 12, 2013
Produktivitas Tanaman Holtikultura Indonesia
Apr 16, 2013

Diversivikasi Pangan dengan Beras Analog

beras-tiruan-ilustrasi-_120521142710-438Beras merupakan bahan pangan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisahkan  dari sekam.  Penggilingan beras berfungsi untuk menghilangkan sekam dari bijinya dan lapisan aleuron, baik sebagian maupun seluruhnya agar menghasilkan beras yang putih serta beras pecah sekecil mungkin. Gabah pada mulanya digiling untuk membuang kulitnya, sehingga dihasilkan beras pecah kulit. Setelah itu akan dilakukan penyosohan beras untuk membuang lapisan aleuron yang menempel pada beras, sehingga dihasilkan beras sosoh. Menir merupakan kelanjutan dari beras patah menjadi bentuk yang lebih kecil daripada beras patah (Damardjati, 1988).

Komposisi terbesar yang terkandung dalam beras adalah  karbohidrat, yaitu sebesar  79%. Energi dari beras sebesar 365 kalori per 100 gram beras  (USDA, 2009).  Beras juga mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron), mineral, dan air.  Komposisi kimia beras pecah kulit dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1 Beras

Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa. Sumber: Sumber Data Nutrisi USDA, Dalam Wijaya et al. 2012

Beras menjadi komoditas pangan yang paling pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahkan, Beras merupakan food habit sehingga masyarakat beranggapan bahwa belum dikatakan makan kalau belum makan nasi. Berdasarkan data statisktik, konsumsi nasional beras mencapai 139,5 kg/kapita/tahun. Hal tersebut memperlihatkan bahwa begitu tergantungnya masyarakat indonesia pada beras. Untuk mencukupi kebutuhan beras Indonesia masih melakukan impor. Impor beras yang dilakukan dalam jangka waktu lama dapat mengancam ketahanan nasional.

Alternatif pangan kemudian dibuat dalam upaya mengurangi ketergantungan konsumsi beras masyarakat Indonesia. Program diversifikasi pangan belum dapat berhasil sepenuhnya karena keterikatan masyarakat yang sangat kuat dengan konsumsi beras. Maka perlu dikembangkan alternatif pangan menyerupai beras namun tidak murni terbuat dari beras

Sehingga muncul sebuah istilah beras analog yang dibuat dengan harapan dapat mendekati bentuk beras asli sehingga psikologi masyarakat yang mengonsumsinya merasa mengonsumsi beras. Beras analog merupakan beras yang terbuat dari pangan lokal seperti umbi-umbian, jagung, dan singkong. Selama ini masyarakat terbiasa mengkonsumsi beras yang berasal dari tanaman padi

Contoh beras analog, misalnya, terbuat dari campuran bahan dasar tepung singkong yang sudah dimodifikasi atau dikenal sebagai Mocaf (Modified Cassaca Flour). Beras analog juga bisa terbuat dari capuran tepung jagung, tepung sorgum, dan tepung sagu.

Perbandingan kandungan gizi yang terdapat pada bahan pangan lainnya, terdapat pada Tabel 2 berikut:

Tabel 2 Gizi

FAO 1995

Beras analog membutuhkan upaya lebih lanjut untuk menarik minat masyarakat terhadap makanan tersebut dengan mengolahnya menjadi makanan yang dapat diterima masyarakat. Salah satu upaya yang dapat menjadi solusi masalah tersebut adalah pengoptimalan pengembangan teknologi pangan. Karakteristik beras analog ini diharapkan dapat lebih diterima masyarakat karena memiliki bentuk dan rasa yang menyerupai beras. (RAP)

Sumber:

Ariyanti F. 2013. Beras Analog Panganan Alternatif Pengganti Beras Padi dan Teriguhttp://bisnis.liputan6.com/read/545055/beras-analog-panganan-alternatif-pengganti-beras-padi-dan-terigu

Rosalina. Antisipasi Krisis Pangan, Beras Analog Disiapkan. http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/090469444/Antisipasi-Krisis-Pangan-Beras-Analog-Disiapkan

Wijaya et al. 2012. Beras Analog Fungsional Dengan Penambahan Ekstrak Teh Untuk Menurunkan Indeks Glikemik Dan Fortifikasi Dengan Folat, Seng, Dan Iodin. [Laporan Perkembangan Penelitian]. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

1 Comment

  1. Fadhil says:

    Dalam seminar di IPB tahun 2012 yang lalu, Ide beras analog dari IPB ini diprotes oleh profesor IPB sendiri. Dan alasannya logis, saya setuju. Lebih baik mendidik makan makanan non beras daripada memberi “beras palsu”. Lebih baik membersarkan dan mensukseskan program keaneragaman pangan daripada mendidik dengan barang tiruan. Efeknya lebih jangka panjang.

Leave a Reply