Peningkatan Kesejahteraan Petani dan Masyarakat Pedesaan Melalui Teknologi Komunikasi
May 30, 2013
Beranda Inovasi Official Call for Contributor (Penulis Artikel dan Opini) Edisi: Juni 2013
Jun 5, 2013

Difusi Teknologi dan Tantangan yang Dihadapi

teknologi pengolah kopi_ hesty

Teknologi Pengolah Kopi (Foto: Hesty Ambarwati)

Penyerapan atau difusi teknologi merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia dalam pembangunan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Utamanya adalah tentang bagaimana memanfaatkan IPTEK untuk kemandirian bangsa dalam berbagai bidang. Seringkali, teknologi atau inovasi tidak dapat menjadi solusi karena kapasitas penyerapan atau difusi teknologi dalam masyarakat masih rendah.

Difusi teknologi adalah adalah kegiatan adopsi dan penerapan hasil inovasi secara lebih ekstensif oleh penemunya dan/atau pihak-pihak lain dengan tujuan meningkatkan daya guna potensinya Difusi teknologi pada dasarnya terjadi melalui beberapa saluran : 1) Difusi teknologi antar perusahaan; 2) Difusi teknologi antar unit dalam perusahaan; 3) Difusi teknologi antar penyedia teknologi dengan pengguna; dan 4) Difusi teknologi antar lembaga litbang dengan pengguna (Angkasa, 2003).

Berbagai penemuan mutakhir tidak akan bermanfaat jika tidak mampu diaplikasikan oleh masyarakat, baik dari kalangan industri maupun masyarakat praktisi seperti petani, pelaku usaha kecil dan menengah. Namun proses difusi teknologi ini tidaklah berjalan dengan mulus. Kompleksitas dari proses difusi iptek ini  disebabkan oleh dua faktor. Pertama, perbedaan konteks. Di satu sisi, iptek diteliti dan dikembangkan dalam konteks akademik, di mana prinsip kebenaran ilmiah merupakan prinsip yang dipegang oleh para peneliti. Di sisi lain, pengguna iptek bekerja dalam situasi di mana berlaku kaidah-kaidah persaingan pasar, nilai-nilai demokratik, dan norma-norma sosial (Dokumen Agenda Riset Nasional, 2010 – 2014)

Gap atau kesenjangan antara IPTEK dan aplikasi atau penyerapannya di masyarakat ini dapat diatasi jika ada keterhubungan (linkage) antara peneliti dengan pengguna IPTEK. Keterhubungan merupakan salah satu unsur dari modal social yang menjadi perekat dalam gap tersebut. Modal social menurut Coleman (1999) adalah kemampuan masyarakat untuk bekerja bersama demi mencapai tujuan-tujuan bersama di dalam berbagai kelompok dan organisasi. Dalam modal social ini ada beberapa dimensi yang menjadi unsus-unsurnya, yaitu partisipasi dalam suatu jaringan (Participation in a network), Saling tukar kebaikan (Reciprocity), Rasa percaya (Trust), Norma sosial (Social norms), Nilai(Values). (Mawardi : 2007 dalam Wahyudi 2013).

Melalui modal sosial ini akan tumbuh  kepercayaan, shared value yang pada akhirnya membentuk suatu jejaring kerjasama, baik dari peneliti maupun pengguna IPTEK. Sejumlah fakta empiris telah membuktikan bagaimana modal social ini bekerja sebagai mediator dalam penyerapan atau difusi IPTEK. Pengembangan biogas di Kabupaten Pati (Wahyudi, 2003), pengembangan sentra industri pangan skala kecil (Ainuri, 2009) adalah beberapa contoh kasus peran modal social dalam proses difusi teknologi. Bahkan Negara maju seperti Korea Selatan pun berhasil meraih capaian dalam hal teknologi karena kontribusi modal social yang cukup besar di negaranya melalui system social yang dijadikan sebagai kurikulum pendidikan (Muzakkir, 2011)

Indonesia selama ini terkenal dengan asas gotong royong dan kekeluargaan. Jika kedua nilai ini masih terinternalisasi dengan kuat di segenap elemen bangsa, maka proses transfer teknologi atau difusi IPTEK seharusnya tidak mengalami hambatan yang berarti. Kini tinggal bagaimana ego sektoral yang selama ini masih mendominasi mulai dipinggirkan, sehingga tercipta sinergisitas pembangunan yang akan membawa bangsa ini pada kemajuan. Semoga. (Nuri Ikawati)

Referensi

Muzakir,  M Athar Ismail. 2011. Modal Sosial dan Difusi Teknologi. Diakses dari http://www.ristek.go.id/?module=News%20News&id=8142

Ainuri, Makhmudun. 2009. Nilai Ekonomi Modal Sosial Sebagai Media Rekayasa Difusi Teknologi

Pada Sentra Industri Pangan Skala Kecil. Jurnal AGRITECH, Vol. 29, No. 4 November 2009

Wahyudi, Jatmiko. 2013. Peranan Modal Sosial Dalam Mengembangkan Teknologi Biogas di Kabupaten Pati. Diakses dari http://litbang.patikab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=160:peranan-modal-sosial-dalam-mengembangkan-teknologi-biogas-di-kabupaten-pati&catid=179:peranan-modal-sosial-dalam-mengembangkan-teknologi-biogas-di-kabupaten-pati&Itemid=109

Angkasa, Indra Wisman, dkk. 2003. Pengkajian Mekanisme Difusi Teknologi Tepat Guna Pertanian. Jurnal Saint Dan Teknologi Bppt Vol. V, Hal. 140 – 155 /Humas-Bppt/Any. Diakses dari http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=8&ch=jsti&id=43 

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi
BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply