industri obat indonesia
Geliat Industri Obat Tradisional Indonesia
Aug 10, 2015
Beranda MITI Lingkungan Hidup Nyaman Dengan Green Attitude Sejak Dini
Hidup Nyaman Dengan Green Attitude Sejak Dini
Aug 12, 2015

DHL, Amazon dan Google: Mengembangkan DRONE menjadi Andalan dalam Mengantar Kiriman

Google-Drone-ServiceDi Indonesia, perusahaan jasa antar (delivery service) tengah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terutama didukung dengan maraknya layanan belanja online yang memungkinkan pembeli memilih barang sambil bersantai di  depan gadget, kemudian menunggu sampainya pesanan yang akan diantar via JNE, TIKI, maupun PT. Pos dan perusahaan jasa antar lainnya. Selama ini, pengguna jasa antar harus menunggu hingga beberapa hari atau paling cepat selama satu hari berselang melalui layanan khusus seperti “YES-Yakin Esok Sampai”, “ONS-One Night Service”, maupun Pos Express.

Jika ada layanan jasa antar yang bisa menyampaikan pesanan hanya dalam 30 menit (tentunya dengan tariff yang juga telah disesuaikan), apakah Anda tertarik untuk menggunakannya?

11 AgustusBusiness Insider Intelligence telah mensurvei beberapa kalangan masyarakat di 10 kota terpadat di Amerika mengenai kesediaan mereka untuk membayar layanan jasa antar yang menyampaikan barang kiriman di hari yang sama. Masyarakat di kota besar Amerika, seperti New York, Chicago dan Philadelphia menunjukkan minat yang besar terhadap layanan tersebut. Kota besar dengan penduduk yang padat biasanya memiliki masalah transportasi dan kemacetan, hal tersebut sedikit-banyak akan mempengaruhi durasi tersampaikannya barang kiriman. Karena itu, layanan antar barang dalam kota yang menjanjikan bahwa paket akan tiba di hari yang sama –bahkan hanya dalam beberapa menit- akan sangat diminati.

Mempertimbangkan besarnya potensi pasar tersebut, perusahaan besar di bidang ekspedisi (jasa logistik/jasa antar) hingga perusahaan bidang informasi teknologi di dunia tengah bersaing untuk mewujudkan layanan antar barang yang menjanjikan tibanya paket kiriman secara kilat, tak sampai satu hari bahkan kurang dari satu jam. Bagaimana bisa? Ya, tentu saja bisa! Caranya adalah dengan memanfaatkan drone, pesawat kecil tanpa awak. Berikut adalah 3 perusahaan yang tengah mengembangkan pemanfaatan drone sebagai alat pengantar barang kiriman.

DHL dengan “Paketkopter”

DHL, perusahaan ekspedisi asal Jerman dianggap sebagai perusahaan pertama yang berhasil mengujicobakan drone sebagai sarana pengantar paket. Pada 24 September 2014, DHL telah membuka layanan antar barang dengan menggunakan drone. Penerima paket hanya terbatas untuk masyarakat di daerah Juist, sebuah pulau di Laut Utara Jerman. Bekerjasama dengan pemerintah Jerman, DHL membangun jalur penerbangan untuk drone lepas landas dan terbang hingga 12 kilometer dari pelabuhan di Norddeich ke Pulau Juist dengan ketinggian terbang mencapai 150 meter serta kecepatan hingga 18 meter per detik.

AMAZON Prime Air

Berbeda dengan DHL yang meluncurkan “Paketcopter” dengan dukungan penuh dari pemerintah Jerman, Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengeluarkan izin penggunaan drone untuk jasa antar. Hal itu menyebabkan AMAZON.COM, perusahaan retail berbasis internet terbesar di Amerika Serikat, belum dapat mengoperasikan Amazon Prime Air meski konsepnya telah dirilis ke publik sejak Desember 2013. Badan Uni Eropa yang mengatur masalah penerbangan, European Aviation Safety Agency (EASA) lebih dulu mengeluarkan kerangka kerja kebijakan untuk penggunaan drone sejak Maret 2015. Dengan demikian, bisa diprediksi bahwa penggunaan drone dalam layanan jasa antar akan lebih dahulu beroperasi di daerah Eropa ketimbang Amerika.

GOOGLE dengan PROJECT WING

Hari ini, 08 Agustus 2015 Google mengumumkan pernyataan bahwa perusahaan teknologi informasi tersebut tengah mengalami perombakan besar-besaran. Google, beserta beberapa perusahaan lain dengan bidang yang berbeda-beda, kini berada di bawah koordinasi perusahaan baru yang dinamakan Alphabet. Sementara pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin kini menjadi pemimpin perusahaan Alphabet, posisi CEO Google diserahkan kepada Sundar Pichai.

Berita menghebohkan tersebut mengubur informasi bahwa tepat pada hari ini pula, GoogleX Lab, laboratorium yang mengerjakan proyek-proyek spektakuler yang dana penelitiannya berasal dari keuntungan perusahaan Google, tengah mengerjakan Proyek “Wing”. Proyek tersebut bertujuan untuk mengembangkan sistem pengiriman menggunakan pesawat tanpa awak, atau yang biasa diistilahkan dengan drone. Google siap bersaing dengan DHL dan Amazon dalam penyediaan jasa antar cepat sampai.

 

Referensi:

http://www.businessinsider.co.id/google-wing-drone-delivery-service-2015-8/#.VcnmAnGqqkp

http://www.bbc.com/news/technology-32653269

http://www.engadget.com/2014/09/24/dhl-paketkopter-delivery-drone/

Ulya Amaliya
Ulya Amaliya
After studying International Relations in Gadjah Mada University, she dedicated herself as NGO's officer of Social Research and Data Analysis in Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply