Indonesia Ladang Energi Terbarukan
Oct 1, 2012
Mengukur Ketahanan Energi Indonesia
Oct 9, 2012

Desa Mandiri Energi, Sebuah Pendekatan Menuju Indonesia Mandiri Energi

Dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil dan menuju kemandirian energi secara nasional, salah satu pendekatan yang dilakukan pemerintah adalah dengan meluncurkan program Desa Mandiri Energi. Desa Mandiri Energi merupakan konsep baru yang sedang dikembangkan di Indonesia. Pengembangan desa mandiri energi berdasar pada usaha menuju swasembada energi dalam arti mencukupi kebutuhan energi di desa itu, tanpa harus mengimpor sumber energi dari luar. Konsep kemandirian energi ini berpijak pada pemanfaatan energi terbarukan dan pemberdayaan masyarakat.

Berdasarkan Permen ESDM no 32 tahun 2008, Desa Mandiri Energi didefinisikan sebagai desa yang dapat memproduksikan energi berbasis Energi Baru dan Terbarukan, termasuk Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain, untuk memenuhi dan menyediakan minimal 60% (enam puluh persen) kebutuhan energi bagi desa itu sendiri. Atau dengan kata lain, Desa Mandiri Energi adalah desa di mana masyarakatnya memiliki kemampuan memenuhi lebih dari 60 % kebutuhan energi (listrik dan bahan bakar) dari energi terbarukan yang dihasilkan melalui pendayagunaan potensi sumberdaya setempat.

Energi terbarukan (renewable energy) yang dimanfaatkan haruslah memiliki syarat yang mencakup aspek keberlanjutan, regional development, dan ramah lingkungan. Keberlanjutan diartikan sebagai energi yang dapat dimanfaatkan secara terus menerus tanpa batas waktu, sehingga tidak terbentur dengan permasalahan keterbatasan sumber daya energi.

Sedangkan regional development merupakan pembangunan bersifat regional yang berupaya mengembangkan kemandirian berbasis kelebihan yang ada pada masing-masing daerah. Kemudian, selain itu aspek ramah lingkungan  menyempurnakan konsep kemandirian energi yang berusaha untuk selaras dengan lingkungan, tidak berdampak buruk di kemudian hari, dan tidak bersifat eksploitasi.

Dari kacamata ekonomi, Desa Mandiri Energi bertujuan untuk membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan menciptakan kegiatan ekonomi produktif. Sedangkan, tujuan utama pengembangan Desa Mandiri Energi adalah mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja untuk mensubstitusi bahan bakar minyak. (Fitrin 2010).

Di sisi lain, pengembangan Desa Mandiri Energi harus mencakup aspek pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat di sini diartikan sebagai upaya peningkatan kemampuan atau kapasitas masyarakat agar dapat mendayagunakan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan, martabat, dan keberdayaan (Nasdian 2006). Proses ini dilakukan dalam bentuk penguatan lembaga masyarakat, peningkatan partisipasi masyarakat, pembangunan perdesaan secara berkelanjutan, penguatan usaha kecil dan menegah, dan pengembangan prasarana berbasis masyarakat (Wijaya 2011). 

Pemberdayaan masyarakat merupakan langkah mengikutsertakan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional dengan melibatkan masyarakat dalam keseluruhan proses, keterampilan analitis dan perencanaan pembangunan yang dimulai dari daerah tempat mereka berkarya (Moelionoet al. 1994). Berdasarkan pengertian tersebut, maka pengembangan Desa Mandiri Energi tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan dan partisipasi masyarakat secara aktif dalam semua tahapan prosesnya. Dengan demikian diharapkan program Desa Mandiri Energi dapat terlaksana secara berkelanjutan. (RAP)

Daftar Referensi:

Fitrin DW. 2010. Desa Mandiri Energi : Solusi Perekonomian Indonesia di Abad 21. [Terhubung Berkala]. http://www.kamase.org/?p=954. 29 Juni 2012.

Moeliono I, Suaradika P, Sumantri A, Suhardi WB. 1994. Parcipatory Rural Appraisal-Berbuat Bersama Berperan Setara. Bandung: Studio Driya Media.

Wijaya K. 2011. Community Empowerment (Ce) Melalui Perintisan Keluarga Mandiri Energi (Kme) Berbasis Biofuel. [Terhubung Berkala]. http://pse.ugm.ac.id/?p=324. 29 Juni 2012.

Nasdian FR. 2006. Pengembangan Masyarakat (Community Development). Bogor: Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Permen ESDM No. 32 tahun 2008, tentang Penyediaan, Pemanfaatan Dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply