Brexit dan Fenomena Mudik Masyarakat Indonesia
Jul 19, 2016
Tips Ini Akan Membantumu Mengatasi 9 Masalah Umum Saat Tidur yang Biasa Kamu Alami
Jul 21, 2016

Daur Ulang Limbah Air Wudhu dengan Sistem Filtrasi Re-Syar’i

Ilustrasi Berwudhu via jadiberita.com

Ilustrasi Berwudhu via jadiberita.com

Ilustrasi Berwudhu via jadiberita.com

Krisis air bersih menjadi salah satu masalah yang umum terjadi di berbagai daerah sejak dahulu hingga sekarang. Terlebih lagi jika musim kemarau panjang datang, air untuk memenuhi kebutuhan satu keluarga saja sudah sangat susah,apalagi untuk kebutuhan suatu instansi seperti Pondok Pesantren misalnya. Namun lima Mahasiswa Universitas Gajah Mada telah menemukan solusi untuk mengurangi terjadinya krisis air saat musim kemarau tiba. 

Aji Purnomo, Eka Fitriani, Luthfi Afgani, Muhamad Lutfi S, dan Tia Nur A berhasil menciptakan sistem filtrasi Re-Syar’i limbah air wudhu di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran.

Kelimanya berasal dari tiga disiplin ilmu yang berbeda yakni Geografi, MIPA, dan Teknologi Pertanian. Yang melatarbelakangi Aji dan kawan-kawan menciptakan inovasi ini ialah krisis air yang terjadi di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran.

Sistem Re-Syar’i ini digunakan untuk mendaur ulang limbah air wudhu. Limbah air wudhu dipilih untuk didaur ulang karena limbah air wudhu hanya dipakai untuk berwudhu saja, jadi belum terkontaminasi bahan kimia apapun. Sehinggalimbah air ini  tidak begitu sulit untuk dilakukan daur ulang.

Namun limbah air wudhu yang telah diolah kembali dengan Sistem Re-Syar’i ini tidak untuk dikonsumsi, melainkan hanya untuk berwudhu kembali, mencuci pakaian, dan mandi.

Menurut Aji, sistem filtrasi Re-Syar’i ini memang telah ada sebelumnya. Namun sistem buatan ia dan teman-temannya ini telah ditambahkan inovasi baru seperti penambahan unsur ziolit. Unsur ziolit inilah yang berguna dalam menyerap berbagai zat dan kotoran-kotoran lainnya yang terdapat di dalam limbah air.

Oleh karena itu unsur ziolit sangat penting peranannya dalam membantu proses penjernihan air. Sedangkan untuk alat filtrasinya sendiri menggunakan beberapa material seperti ziolit, arang, batok, kerikil, dan pasir. Material-material tersebut jumlahnya cukup melimpah dan mudah ditemukan di alam.

Aji berharap sistem daur ulang limbah air wudhu ini dapat terus digunakan sehingga bisa mengatasi masalah kekurangan air. Tidak hanya di pondok pesantren saja, sistem ini juga dapat digunakan oleh masyarakat di tempat lain yang memiliki masalah krisis air. (AS)

Anis Sa'adah
Anis Sa'adah
Mahasiswa semester 4 jurusan Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia. Bergabung dalam Nano Research Society FTUI

Leave a Reply