Dua ilmuwan Indonesia Ini Memiliki Jumlah H-Index yang Tinggi!
Dec 14, 2015
Penemuan ini Mirip dengan Kendaraan di Film Star Wars
Dec 16, 2015

Dari Skripsi Jadi Inovasi: Inilah Alat Pendeteksi Dini Penyakit Jantung Ciptaan Mahasiswa ITB!

Cara Penggunaan PPGDroid

PPGDroid

PPGDroid

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) merupakan masalah kesehatan utama negara-negara di dunia. Menurut data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2012 diperkirakan sebanyak 17,5 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Penyakit ini masih menjadi penyebab utama kematian di dunia dengan 31% dari total penyebab kematian secara global.

Berdasarkan latar belakang itulah, Rhandy Aditya, Arrozaq Ave, dan Hamdan Fauzan yang merupakan mahasiswa program studi Teknik Elektro ITB menciptakan sebuah alat yang dapat mendeteksi penyakit jantung kardiovaskular dengan cara deteksi pembuluh darah yang dinamai PPGDroid. PPG merupakan singkatan dari Photoplethysmogram atau alat sensor yang digunakan untuk mendeteksi volume darah melalui organ jari. Alat tersebut dipadukan dengan sistem operasi Android sehingga bisa digunakan di smartphone. “Pemilihan platform OS Android yang punya market terbesar di dunia memungkinkan masyarakat luas mengakses dan menggunakan alat ini lebih mudah”, terang Arrozaq.

Berawal dari topik tugas akhir kuliah, mereka mengaku memilih topik kesehatan ini karena hasilnya dapat bermanfaat bagi orang banyak. Deteksi dini adalah langkah awal yang efektif untuk mengurangi populasi penderita penyakit kardiovaskular. Dr. Hasballah Zakaria, S.T, M.Sc dosen pembimbing mereka menerangkan pada acara Dr. Oz Indonesia bahwa ITB punya penelitian besar yang bernama NIFA (Non Infasive Fascular Analyzer), dan PPGDroid ini merupakan versi portable yang diharapkan dapat dipakai pada skala rumah tangga.

Cara Penggunaan PPGDroid

Cara Penggunaan PPGDroid

Cara kerja alat ini yaitu sensor PPG dijepitkan ke jari telunjuk kita. Pada saat yang sama, aplikasi PPGDroid di smartphone juga dibuka. Arrozaq mengatakan penggunaan organ jari ini karena tingkat akurasinya lebih tinggi dan jarak kulit serta jaringan pembuluh darah pada jari lebih tipis dibanding yang lain. Sinyal dari jari akan ditampilkan secara realtime di aplikasi PPGDroid pada smartphone. Lalu akan dilakukan akuisisi serta validasi sampai sinyal yang benar didapatkan. Setelah itu, ada proses menghubungkan smartphone dengan PPGDroid menggunakan Bluetooth.

Pada layar smartphone akan timbul gelombang secara periodik yang merupakan gelombang pembuluh darah. Dibutuhkan data umur dan tinggi badan user untuk selanjutnya dimasukan ke smartphone. Dua variabel tersebut akan dipadukan dengan 3 variabel lain yang didapatkan dari sinyal pembuluh darah yaitu augmentation index, stiffness index, pulse interval.

Hasil dapat terlihat setelah 3-4 menit. “Hasil yang didapatkan nanti berupa lampu nyala LED. Hijau berarti normal, kuning hati-hati, dan merah artinya bahaya” Tegas Rhandy.  Alat pendeteksi dini penyakit jantung ini menghabiskan uang Rp 2.5 juta dan berpotensi untuk diproduksi masal. “Semoga PPGDroid dapat dikembangkan lebih baik lagi, dapat diproduksi, dan bermanfaat bagi masyarakat untuk meminimalisir penyakit kardiovaskular” Pungkas Rhandy kepada tim redaksi berandainovasi.com

Well, pemilihan topik skripsi/tugas akhir yang dilakukan oleh Rhandy dkk patut dicontoh oleh mahasiswa lain di seluruh Indonesia. Tugas akhir mahasiswa S1 yang awalnya dilakukan untuk syarat kelulusan namun ternyata dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat luas. (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply