Si Cantik yang Berbahaya
May 3, 2016
Tertarik dengan Bahasa Jawa, Google Menggandeng UGM dalam Inovasi Text-To-Speech Berbahasa Daerah
May 6, 2016

Cetakin.id : Program Printing Online Karya Anak UI

Laman Utama cetakin.id

Laman Utama cetakin.id

Laman Utama cetakin.id

Pagi hari, seorang mahasiswa sibuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 07.45, namun dia masih belum beranjak dari asrama kampus. Padahal kuliah akan dimulai pukul 08.00. Tugas makalah menyita waktunya hingga dia tidak sempat mencetak makalahnya di tempat fotokopi asrama karena khawatir telat. Akhirnya dia langsung berangkat ke kampus dan mencetak makalahnya di tempat fotokopi dekat gedung kuliah meskipun sudah pasti datang terlambat.

Masalah mencetak tugas kuliah memang menjadi salah satu masalah perkuliahan yang umum dialami mahasiswa. Di tengah deadline tugas dan waktu yang sempit, seorang mahasiswa membutuhkan solusi untuk mempermudah mereka menyelesaikan tugas kuliah. Berawal dari masalah cetak-mencetak tersebut, munculah suatu inovasi sistem virtual yang mencoba mengatasi masalah mahasiswa dalam mencetak tugas kuliah.

Inovasi ini bernama Cetakin.id, yang merupakan inovasi sistem virtual dengan tujuan untuk membantu mahasiswa ketika mencetak di tempat umum. Cetakin.id ini terbilang masih baru karena baru dirilis sekitar 4 bulan silam, pada tanggal 9 Februari 2016 oleh beberapa orang anak Fakultas Ilmu Komputer UI.

Mereka adalah Dwiyan, Fatian, dan Awan, mahasiswa-mahasiswa Fasilkom UI yang menjadi pendiri Cetakin.id. Tujuan pendirian cetakin.id ini untuk menjadi sistem pengantar dokumen pengguna ke komputer percetakan melalui internet dengan sebelumnya mengunggah dokumennya ke lama cetakin.id. Cetakin.id sendiri mengklaim adanya beberapa keunggulan yang dimiliki sistemnya yaitu :

  • Praktis : Cetakin.id berprinsip untuk mendeliver produk yang mudah untuk digunakan. Sehingga pengguna dapat memenuhi kebutuhan percetakannya tanpa mengalami kesulitan.
  • Cepat : Kebutuhan akan produk yang kompetitif dalam segi kecepatan adalah salah satu fokus bagi cetakin.id.
  • Aman : Mengedepankan nilai aman dan berkomitmen untuk memberi keamanan yang terjamin terhadap data-data yang pengguna masukkan ke cetakin.id.

Untuk menggunakan cetakin.id, pengguna harus log-in dulu menggunakan akun Single Sign On (SSO) untuk dapat mengakses sistem virtual ini. Kemudian setelah log-in, pengguna akan memilih lokasi percetakan lalu mengunggah file berformat .pdf ke laman cetakin.id. Setelah itu, pengguna akan mendapatkan notifikasi kode dokumen. Mahasiswa akan menerima dua notifikasi SMS. Pertama, saat dokumen sudah selesai diunggah, berupa kode dokumen pengguna. Kedua, saat dokumen sudah dicetak yang isinya berupa pemberitahuan bahwa dokumen siap diambil.

Fitur notifikasi SMS diperoleh dengan membeli jasa SMS Gateway dari penyedia sistem terkait. Setelah itu, Cetakin.id mengintegrasikannya dengan sistem mereka sendiri. Integrasi tatap muka diantara sistem jasa SMS Gateway dan sistem Cetakin.id disebut Application Programme Interface (API).

Untuk masalah SMS ini, cetakin.id belum menarik keuntungan dari pengguna terkait biaya pembelian jasa SMS Gateway karena mereka masih membayar biaya administrasi sendiri. Kemudian untuk masalah algoritma, karena cetakin.id tidak berbeda jauh dengan situs web lainnya sehingga tidak ada masalah. Laman cetakin.id sendiri adalah bentuk sederhana fungsional untuk sistem pengiriman dokumen mahasiswa yang akan dicetak.

Konsep cetakin.id cukup sederhana untuk dimengerti mahasiswa dan dapat membantu mereka mencetak dokumen tanpa perlu repot menghabiskan waktu dan tenaga. Namun karena sifatnya masih sederhana, cetakin.id perlu mengupgrade layanannya seperti penambahan fitur catatan. Fitur catatan ini cukup penting karena dapat menjembatani komunikasi antara pengguna dan penyedia jasa. Namun karena belum ada fitur catatan, cetakin.id kesulitan untuk memberitahu permintaan atau variasi cetak yang diinginkan oleh pengguna, seperti cetakan yang bolak-balik atau langsung hingga dijilid.

Penambahan fitur catatan ini juga menjadi masukan penting bagi cetakin.id yang didapatkan dari hasil melakukan past-planning dengan mencari tahu apa yang dibutuhkan dan seberapa besar manfaat program ini bagi mahasiswa. Past-planning yang dilakukan cetakin.id yaitu dengan  bagi-bagi voucher Rp 20.000, 00 untuk masing-masing 5 orang yang beruntung. Syaratnya dengan menambahkan akun line cetakin.id, lalu sampaikan kritik, saran, dan inovasi untuk program ini. Dan salah satu masukan solutif yang didapatkan dari past-planning ini yaitu fitur catatan untuk memudahkan pengguna memesan sesuai keinginannya.

Saat ini cetakin.id memang baru dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa Universitas Indonesia karena pengguna harus log-in menggunakan SSO dimana Single-Sign On ini memang hanya dimiliki oleh mahasiswa-mahasiswa Universitas Indonesia sehingga penggunaannya masih terbatas di kalangan mahasiswa UI saja. Saat ini pun, percetakan yang sudah dipasangi sistem cetakin.id masih berlokasi di Fasilkom UI diantaranya, Fasilkom Senyum yang juga menyediakan jasa fotokopi dan penjualan kebutuhan perkuliahan mahasiswa.

Kedepannya, cetakin.id berencana untuk memperluas jaringan pemasangan cetakin.id hingga ke seluruh fasilitas percetakan dokumen di Universitas Indonesia meskipun waktu pembenahan ini belum dapat dipastikan waktu selesainya karena inovasi ini pun masih terbilang baru. Semoga cetakin.id semakin berkembang dan tentunya bisa diperluas kebermanfaatannya bagi mahasiswa-mahasiswa di universitas lain. (SA)

Syadza Alifa
Syadza Alifa
Syadza Alifa adalah mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial UI dengan peminatan Kemiskinan, Community Development, dan Corporate Social Responsibility. Selain memiliki minat di bidang akademis seperti penelitian sosial dan tulis-menulis, Syadza yang akrab dipanggil Ifa juga memiliki minat di bidang kehumasan dan public speaking. Dengan motto “Learn, Earn, Return”, Ifa bercita-cita ingin menjadi akademisi, policy maker, dan social worker, serta mendirikan yayasan yang bergerak di bidang kemiskinan, kesejahteraan anak, kesejahteraan perempuan, dan penanggulangan bencana.

Leave a Reply