Upaya Pemberdayaan Masyarakat demi Menggapai Kemandirian Pangan
Jun 30, 2014
Pemanfaatan Gembili (Dioscorea Esculenta) sebagai Alternatif Pengganti Bahan Baku Es Krim untuk Mengurangi Resiko Obesitas
Jul 2, 2014

Centong Pencegah Obesitas

Centong Pencegah Obesitas

Data WHO menginformasikan bahwa fenomena obesitas (berat badan berlebih) di seluruh dunia telah hampir menjadi dua kali lipat sejak tahun 1980. Pada tahun 2008, lebih dari 1,4 miliar orang dewasa (usia 20 tahun atau lebih) mengalami kelebihan berat badan.

Dari jumlah tersebut lebih dari 200 juta laki-laki dan hampir 300 juta wanita mengalami obesitas.  35% dari orang dewasa berusia 20 dan lebih yang kelebihan berat badan pada tahun 2008, dan 11% diantaranya sudah masuk pada tingkat obesitas.

Sebanyak 65% dari populasi dunia tinggal di negara di mana kelebihan berat badan dan obesitas membunuh lebih banyak orang daripada gizi buruk.  Lebih dari 40 juta anak di bawah usia 5 tahun kelebihan berat badan atau obesitas pada tahun 2012. Padahal obesitas pada anak memiliki risiko yang tinggi terhadap penyakit degeneratif.

WHO menyatakan bahwa 80 persen obesitas pada anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sedangkan sisanya disebabkan oleh faktor genetika. Obesitas disebabkan pengonsumsian karbohidrat berlebihan dan pola makan yang tidak baik.  Obesitas dapat dicegah dengan melakukan diet (pengaturan pola makan) dengan penyesuaian kebutuhan kalori menurut jenjang usia.

Misalnya, konsumsi nasi yang dianjurkan untuk anak usia lima tahun adalah 50 gram. Tapi tidak mungkin orang dapat mengetahui bobot makanan yang harus dikonsumsinya jika tidak jeli menimbang. Hal ini membuat kelompok mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) terinspirasi untuk membuat inovasi centong multifungsi yang dapat menimbang makanan dalam waktu singkat.

“Capres” adalah centong serbaguna yang didesain oleh  Ida Mursyidah, Lely Trijayanti dan Fatma Putri ST (mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia IPB), Alvin Fatikhunnada (mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian IPB), serta Hasan Nasrullah (Mahasiswa Departemen Fisika Fakultas Matematika dan IPA IPB). Dengan bimbingan Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, tim ini mampu membuat centong digital untuk mencegah obesitas sejak dini.

Centong ‘ajaib’ ini dapat mengontrol asupan makan sehari-hari. “Capres ini berguna untuk mengefektifkan waktu konsumen dalam menentukan jumlah takaran saji suatu jenis pangan secara akurat sesuai anjuran. Selain itu produk ini juga bisa digunakan oleh konsumen yang sedang menjalani program diet,” ujar Lely seperti yang disampaikan dalam rilis Humas IPB. Produk ini dibanderol seharga Rp 400.000,00 per buah untuk inovasi centong nasi yang dipasangi timbangan dengan flex sensor, baterai, dan LCD.

“Capres” bisa diterapkan di rumah sakit, dinas kesehatan, dan penyedia jasa catering sehat untuk mengefektifkan program pencegahan obesitas sejak dini. “Capres” akan dikembangkan agar bisa mengukur kadar gula dan kadar garam dalam makanan. Kini “Capres” sedang dalam tahap pengurusan Hak Paten. Berkat inovasi yang dibuatnya, Lely dan tim berhasil menyabet juara pertama dalam Innovation Contest 2014 di Yogyakarta. (DWH)

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply