Kontroversi Pencabutan Perda Miras : Investasi Ekonomi atau Investasi Moral Generasi Masa Depan?
Jun 16, 2016
Rojak: Jaket Gunung dengan Sistem Pijatan dan Sensor Suhu Otomatis dari UGM
Jun 18, 2016

Buat Keset Antibakteri Berbahan Dasar Bambu, Mahasiswa IPB Raih Penghargaan Internasional

Keset Bambu via floor.preptopost.com

Keset Bambu via floor.preptopost.com

Keset Bambu via floor.preptopost.com

Keset merupakan benda yang hampir pasti kita temui di depan pintu rumah, kamar mandi, atau ruangan lainnya. Berfungsi sebagai pembersih alas kaki yang biasanya terbuat dari berbagai macam jenis kain, fungsi pembersih pada keset seringkali tidak optimal karena biasanya masih banyak bakteri dan kotoran yang tertinggal pada kaki kita. Namun, tiga mahasiswa IPB ini berhasil membuat inovasi keset untuk mengatasi hal tersebut.

Tiga mahasiswa Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor yang beranggotakan Naufal Bayu Prasetyo, Ayu Laila Fitriani, dan Tiana Rafmiwati membuat inovasi keset anti bakteri yang berbahan dasar bambu. Mengandung tannin, flavonoid, alkohol, dan pennyquinone, keset ini mampu menyerap kelembapan air dan mengatasi bau.

Sebagai keset antibakteri, keset ini mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia colli dan Staphylococcus aureus yang dapat membahayakan pencernaan dan jaringan lain di tubuh kita. Berbahan dasar bambu membuat keset ini juga dapat dijadikan sebagai dekorasi rumah. Bahan dasar bambu dipilih karena seringkali ditemukan bagian bambu baik batang maupun ujung yang menjadi limbah saat proses mendirikan bangunan.

Bambu biasanya hanya digunakan pada proses kontruksi sebuah bangunan, namun ketika proses pembangunan selesai, bambu ini lebih banyak dijadikan kayu bakar atau limbah tak terpakai yang nantinya menjadi sampah. Padahal, dengan sentuhan sedikit teknologi dan kreativitas, limbah bambu ini dapat dibuat menjadi aneka produk industri kreatif dan kerajinan yang bermanfaat serta memiliki nilai jual tinggi.

Keset antibakteri yang diciptakan tiga mahasiswa ini telah mendapatkan penghargaan sebagai Session Best Paper di Pattaya, Thailand, pada ajang 5th International Conference on Agriculture, Environment and Biological Sciences (ICAEBS-16) yang diselenggarakan oleh International Academy of Arts, Science and Technology akhir April lalu. Ajang tersebut diikuti akademisi, ilmuwan terkemuka dan peneliti internasional yang menyampaikan gagasannya untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan di bidang sains dan pertanian.

Naufal, salah seorang pembuat inovasi keset ini menambahkan bahwa tim nya  berencana meningkatkan lebih tinggi lagi resistensi keset ini terhadap berbagai jenis mikroba. Jadi nanti diharapkan akan ada jenis bakteri lain yang juga dapat dihambat pertumbuhannya. Ini dapat dilakukan dengan mencari kandungan zat lain yang dapat dijadikan bahan peningkatan mutu keset antibakteri tersebut. (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply