Alat Ini Membuat Proses Pengeringan Padi Menjadi Lebih Efisien
Jun 4, 2015
Pemanggang Sate Yang Cerdas: Bio Electric Grill
Jun 5, 2015

Blok Mahakam, Harta Tua yang Masih Diperebutkan

Beranda MITI Artikel Blok Mahakam, Harta Tua yang Masih Diperebutkan

Blok Mahakam ( SKK Migas.go.id )

Beranda MITI Artikel Blok Mahakam,  Harta Tua yang Masih Diperebutkan

Blok Mahakam ( SKK Migas.go.id )

Mahakam adalah nama daerah kecil namun indah di kalimantan Timur. Dibalik keindahan daerah ini ditemukan sebuah anugerah berupa cadangan terbukti migas yang besar. Hal ini bisa dibuktikan dengan sudah berproduksinya blok ini hampir 50 tahun. Kontrak kerjasama Blok Mahakam yang terletak di Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur  untuk pertama kali ditandatangani pada 1967. Setelah itu, kontrak diperpanjang pada 1997 untuk jangka waktu 20 tahun dan berakhir pada 2017. Lapangan migas di blok ini memang terlihat masih memiliki daya tarik bagi para investor walaupun di usianya yang beranjak tua. Terbukti jelang akhir kontrak kerjasama dengan Total & Inpex, Blok Mahakam masih menjadi rebutan.

Dari hasil survei eksplorasi dalam kawasan blok mahakam ini terdapat cekungan sedimen terbesar ke-2 di Asia Tenggara dan cekungan terdalam di Indonesia.Terdapatnya cekungan besar ini membuat blok mahakam menghasilkan hidrokarbon terbesar nomer 2 Indonesia setelah Blok Central Sumatra Basin. Blok Mahakam mempunyai cadangan perkiraan sebesar 27 TCF dan baru terambil 50% (sekitar 13,5 TCF) hingga 2011 dengan penerimaan kotor  sebesar $100 Milyar . Potensi penerimaan kotor ini hingga habis sebesar lebih dari $187 Milyar dengan estimasi harga gas internasional terus naik.

Tapi dibalik besarnya potensi sumber daya alam ini belum bisa dimanfaatkan oleh perusahaan migas negeri sendiri. Blok besar ini di kuasai oleh dua perusahaan besar yitu Total EP Indonesie (Perancis) dan Inpex Coorporation (Jepang) untuk melakukan KKS (Kontrak Kerja Sama) dengan saham 50 : 50. Dari Mahakam ini, perusahaan asal Perancis setidaknya mendapatkan pendapatan  98 miliar dollar AS. Sungguh ironis memang melihat situasi dengan sumber  potensi besar di negeri sendiri tapi  yang eksploitasi  pihak asing. Trend yang sedang berkembang di dunia saat ini perusahaan nasional (National Oil Company) mendominasi penguasaan sumber daya migas nasional di negaranya sendiri. Hal ini  bertujuan untuk menjamin ketahanan energi nasional suatu negara tersebut. Sejauh ini, penguasaan sumber daya migas nasional oleh Pertamina masih relatif rendah dibandingkan dengan NOC di negara lainnya. Oleh karena itu, Pemerintah harus memberikan peran lebih besar kepada Pertamina selaku NOC Indonesia. Dengan peningkatan porsi penguasaan sumber daya migas oleh Pertamina, maka akan memberikan arti penting bagi Indonesia dalam menjaga ketahanan energi nasional. Tambahan blok ini juga akan membantu Pertamina sebagai Business Company dalam persaingan global disamping juga sebagai Provider Company untuk menyediakan kebutuhan BBM dalam negeri.

Sebelumnya, Saham  satu persen pun tidak dimiliki oleh Pertamina sebagai NOC. Apakah kondisi ini masih dibilang berdaulat atas energi sendiri ? Pemerintah hanya mendapatkan PSC (bagi hasil) dengan kontraktor sebesar 85 % dari hasil pemotongan cost recovery yang diberikan kepada kontraktor. KKS tersebut berlaku hingga tahun 1997 (30 tahun) dari awal 1967, namun akhirnya kembali diperpanjang hingga tahun 2017  mendatang . Terus apa yang bisa dilakukan pemerintah dengan selesainya masa kontrak dari dua perusahaan ini ? Sekarang lah saatnya Pemerintah memberikan kesempatan kepada perusahaan dalam negeri dimana terdapat ribuan anak negeri yang siap untuk mengelola Blok Mahakam.

Pertamina, yang mana kita tahu sejak tahun 2010 telah melayangkan surat kepada ESDM untuk dapat meminta secara penuh pengelolaan blok mahakam ini. Tarik ulur kepentingan dan masuknya berbagai pihak dengan pola fikir sentimen negatif bahwa kita sendiri (Pertamina)  masih dianggap belum mampu mengelola blok ini menjadikan berbagai pihak mulai mengeluarkan pendapat. Dengan didasari celah dari pasal 14 UU 22/2001 maka memungkinkan  perusahaan Total dan Inpex untuk mengusai Blok Mahakan kembali. Hal ini memperkuat dugaan ketika pemerintah melalui Kementrian ESDM belum bisa menjawab permintaan Pertamina untuk menguasai sepenuhnya Blok Mahakam sampai akhir 2014. Faktor geopolitik sangat besar berpengaruh terhadap pengambilan keputusan mengenai Blok di Kutai Kartanegara ini.

Beranda MITI Artikel Blok Mahakam,  Harta Tua yang Masih Diperebutkan

Data dan Fakta Blok Mahakam( SKK Migas go.id )

Kabar gembira pun datang ketika awal tahun 2015 Pemerintah memutuskan untuk memberikan sepenuhnya Blok Mahakam ke Pertamina dengan masa transisi sekitar 2 tahun.  Mulai tahun depan ( 2016 ) PT Pertamina (Persero) bersama operator lama Blok Mahakam, Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation akan menandatangani konsep perjanjian atau Head of Agreement (HoA) untuk memulai masa transisi. Penandatangan ini menandakan dimulainya Pertamina masuk dan mempelajari semua yang dilakukan Total dan mitra selama hampir setengah abad. Keputusan memberikan sepenuhnya ke Pertamina  pun masih ambigu untuk dipahami oleh semua masyarakat Indonesia, apakah hal ini berarti semua sahamnya milik Pertamina atau memakai kerja sama dimana pembagian kepemilikan.Tentunya pemerintah segera mengkonfirmasikan ini ke masyarakat Indonesia terutama yang awam.

Keuntungan yang didapatkan yaitu sekitar 100 miliar  dollar AS bahkan lebih pendapatan yang akan diterima oleh negara apabila Blok ini bisa di eksploitasi oleh NOC sendiri .Untuk masalah kemampuan Pertamina sudah tidak perlu diragukan lagi, sukses mengelola blok Offshore Nort West Java ( ONWJ) setelah  mengambil alih dari perusahaan asing dengan terus meningkatkan produksi migas di blok ini. Di bawah pengelolaan Pertamina Hulu Energi (PHE) produksi Blok ONWJ naik dari tahun ke tahun. Seperti pada 2013, Blok ONWJ mampu memproduksi minyak sejumlah 38.300 BOPD. Raihan tersebut melampaui target yang dipatok, yakni 38.000 BOPD. Jumlah ini naik 65.8 persen dari angka produksi 2009 sebesar 23,1 ribu barrel minyak per hari.  Selain itu, produksi gas pun terus meningkat. Tahun lalu mencapai angka 181 MMSCFD, di atas target awal sebesar 175 MMSCFD. Selain sukses di Blok ONWJ, Pertamina juga berhasil meningkatkan keberhasilan dalam mengelola Blok West Madura Offshore (WMO). Blok yang berada di Lepas Pantai Jawa Timur Bagian Utara yang  sempat anjlok hingga 13 ribuan barel per hari pada kwartal-I/2011 ketika masih ditangan operator lama  sejak dikelola Pertamina 7 Mei 2011 angka produksi blok tersebut terus meningkat dimana pada akhir 2013 produksi per hari blok WMO mencapai 24.993 BOPD dan produksi gas 125 MMSCFD.  Kesuksesan  Pertamina yang diwakilkan oleh PHE dalam mengelola blok migas di lepas pantai, seperti Blok ONWJ dan WMO membuktikan kompetensi, reputasi, dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) Pertamina tak kalah dibanding perusahaan asing yang kerap digadang-gadangkan pihak tertentu.

Dari Mahakam untuk Kemakmuran Rakyat Indonesia. Slogan ini sangatlah pantas ketika blok ini sudah dikuasai oleh NOC dalam negeri untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Optimisme Pertamina dilandasi karena kondisi Blok Mahakam hampir sama dengan Blok ONWJ yaitu di lepas pantai ( offshore ). Satu lagi pekerjaan rumah pemerintah terkait Blok Mahakam, yakni kepemilikan saham pemerintah daerah (participating interest). Jika mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2004 tentang Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, Pemerintah Daerah (Pemda) mendapatkan hak partisipasi 10 persen atau yang dikenal dengan PI 10%. Namun, ketentuan tersebut hanya berlaku bagi blok migas baru, sementara blok migas perpanjangan seperti Mahakam, belum ada ketentuan yang mengatur besaran saham untuk Pemda. Aturan yang berlaku hingga sekarang adalah pola participating interest 10% yang dimuat pada PP No.35 Tahun 2004 dan pada seluruh Production sharing contract (PSC) yang baru ditandatangi mulai tahun 2008 dan seterusnya. Aturan tersebut menyatakan kontraktor melalui operator wilayah diwajibkan untuk memberikan penawaran interest sebesar 10% kepada BUMD Pemerintah Daerah penghasil migas pada Plan of Development (POD) . Sehingga akan memberikan keuntungan bagi pendapatan daerah dalam jangka panjang. Terbukanya kesempatan dari semangat otonomi daerah tersebut memberi jalan bagi daerah dapat mengembangkan aparat serta sumber daya yang modern, mandiri dan juga profesional dengan bercermin pada pola kerja di bidang migas. Namun juga patut dipahami bahwa energi masih menjadi pilihan utama dalam komoditi politik yang berujung pada pembagian kekuasaan tanpa berpijak pada pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Maka peran seluruh pihak harus dibuka sebesar – besarnya agar tidak terjadi kesemuan dalam keikutsertaan masyarakat dalam upaya pembangunan dan pemerataan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Referensi :

Skkmigas. go.id

Leave a Reply