Model Alternatif Penguatan Kemandirian Pangan melalui Local Integrated System
Oct 5, 2015
4 Fakta Pembakar Hutan
Oct 13, 2015

Berbisnis Energi dengan Cangkang Kacang Mede

jambu meteJambu monyet atau jambu mede (Anacardium occidentale) adalah sejenis tanaman dari suku Anacardiaceae yang berasal dari Brasil dan memiliki “buah” yang dapat dimakan. Biji jambu mede biasa dikeringkan dan digoreng untuk dijadikan berbagai macam panganan. Biasanya, kita langsung membuang begitu saja cangkang nya ketika memproses biji ini menjadi panganan lain.

Ternyata, cangkang dari biji mede yang biasanya dibuang cuma-cuma dapat dimanfaaatkan untuk bisnis loh. Cangkang mede sangat cocok bila dijadikan bahan bakar biomassa untuk pabrik berskala kecil dan menengah yang berupaya melakukan penghematan biaya dalam sektor energi.

Mengapa? Jika dilihat ukurannya, cangkang ini tergolong kecil sehingga dapat langsung dimasukkan ke dalam reaktor tanpa perlu dihaluskan. Mede sendiri mempunyai kandungan minyak yang berfungsi sebagai pelicin yang mana berbeda dengan biomassa lain.

beranda miti artikel Sisi Lain Kacang Mede

Cangkang Mede siap diproses lanjut

Faktanya, kalori pembakaran cangkang biji mede setara dengan batubara. Cangkang mede dapat menjadi bahan bakar karena diproses secara gasifikasi atau sebuah konversi termokimia dari cangkang yang termasuk biomassa padat menjadi gas bakar. Gas bakar tersebut mengandung karbon monoksida (CO), Hidrogen (H2) dan sedikit kandungan metan (CH4).

Bagaimana proses gasifikasinya? Terdapat empat tahapan dalam proses gasifikasi. Reaktor yang digunakan adalah reaktor uap yang dihasilkan dari proses pirolisa dan pembakaran. Uap panas tersebut selanjutnya dialirkan ke mesin pengukus dan mesin pengering atau bisa juga oven.

Mesin pengukus memerlukan uap panas untuk mengukus biji kacang mede selama 15- 18 menit untuk setiap kali kukus. Sedangkan uap panas yang dialirkan ke pengering  mengalir melalui pipa besar dengan tekanan 4-6 bar. Pada proses ini mede di oven selama 5 jam dengan suhu 75-80˚C. Keuntungan dari proses gasifikasi dapat menghasilkan bahan bakar gas tanpa menghasilkan limbah asap.

Untuk berbisnis dibidang mede, investasi yag digulirkan pun relatif ringan dengan jangka waktu pengembalian hanya 3-4 bulan. Setelah berhasil menggunakan cangkang mede untuk bahan bakar, kebutuhan LPG pun mampu turun drastis hingga 70%. Satu kilogram LPG dapat digantikan dengan 2 kg cangkang mede.

Harga LPG tangki biru Rp 10.000/kg sedangkan cangkang mede hanya Rp 1.300/kg. Biaya yang di hemat mencapai 60 %. Bila dihitung nominal, keuntungan yang didapatkan dari penghematan sekitar Rp 1.000.000/hari atau mencapai Rp 30.000.000/bulan.

Bagaimana, tertarik dengan bisnis ini?

Referensi:

Buletin Bioenergi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Berkah Semesta di Tanah Sumba. No.1 2015,Jakarta.

Leave a Reply