Bekerja Menyenangkan a la Generasi Y
Sep 18, 2014
Terobosan Cerdas Penunjang Kerja Petani
Sep 23, 2014

Bioinformatika : Harmonisasi Teknologi Informasi dan Bioteknologi Di Era Cyber

biodiversityIndonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya, khususnya kekayaan keanekaragaman hayati, yang menduduki peringkat kedua di dunia setelah Brasil.  Meskipun demikian, belum banyak dilakukan usaha untuk memiliki database keanekaragaman hayati tersebut.  Padahal sejatinya, kunci dari penguasaan informasi mengenai keanekaragaman hayati bersumber dari kepemilikan keanekaragaman hayati.  Kenyataannya begitu banyak peneliti dari luar negeri yang telah memetakan genom tanaman, hewan maupun manusia di Indonesia untuk dijadikan sebagai database informasi di negara asalnya. Sementara, peneliti Indonesia sendiri masih menghadapi persoalan klasik menyangkut dana dan perijinan riset, peneliti dari negara negara maju telah menyerap berbagai informasi biologi tanaman, hewan dan manusia Indonesia dalam wujud bioinformatika.

[box type=”info” align=”aligncenter” ]Bioinformatika merupakan suatu harmonisasi, perpaduan antara sisi biologi dan sisi matematika secara umum, antara teknologi informasi dan bioteknologi secara khusus, di era modern seperti sekarang.[/box]  Perkembangan awal bioinformatika diawali oleh Amerika Serikat yang membangun pangkalan data sekuens protein pada 1960an, yang kemudian diikuti oleh Jerman dengan membangun Laboratorium Biologi Molekuler Eropa pada 1970.  Pesatnya pertumbuhan data bioteknologi memunculkan berbagai pusat informasi data bioteknologi di berbagai negara maju.  Saat ini, database utama yang menjadi acuan di bidang bioteknologi antara lain Genbank (Amerika Serikat) yang dikelola oleh Pusat Informasi Bioteknologi Nasional Amerika.  Pada praktiknya, dapat dilakukan analisis pada berbagai tipe sekuens, penggunaan berbagai tipe database, penyejajaran sekuens, bahkan hingga memvisualkan struktur protein secara 3D beserta konstruksi pohon filogenetik dari genom tanaman, hewan maupun manusia secara gratis dengan adanya database tersebut.

 genbankPenggunaan database yang bersifat gratis atau terbuka tersebut perlu dimaksimalkan sebaik mungkin baik oleh ahli bioteknologi maupun khususnya ahli IT di Indonesia, mengingat ketertinggalan negara kita dalam disiplin ilmu yang relatif baru tersebut sudah sangat jauh.  Manfaat yang luar biasa dari database tersebut dapat diperoleh setelah kemampuan penerapan algoritma untuk pengenalan pola sekuens dapat berhasil dengan sukses, dimana dibutuhkan keahlian IT.  Sehingga nantinya bisa diperoleh perkiraan mengenai fungsi suatu sekuens genom baru yang ditemukan, yang memiliki kemiripan dengan sekuens pada database yang ada.  Dengan demikian, bisa ditemukan kandidat kandidat gen yang potensial, yang dapat digunakan di bidang kedokteran, farmasi maupun rekayasa tanaman. Diperlukan kerjasama antara ahli bioteknologi dengan ahli IT di Indonesia untuk bersama mengembangkan bidang bioinformatika di era cyber seperti sekarang, demi kemajuan ilmu dan kelestarian kekayaan hayati kita di negeri tercinta, Indonesia.

 

 

 

 

 

Referensi

Claverie, J.M and Notredame, C. 2007. Bioinformatics for Dummies. 2nd Edition. Wiley

Fatchiyah. 2009. Materi Pengantar Bioinformatika Kedokteran

Witarto, A. B. 2003. Bioinformatika : Mengawinkan Teknologi Informasi dengan Bioteknologi di Indonesia – Trendnya di Dunia dan Prospeknya di Indonesia. Laboratorium Rekayasa Protein, Pusat Penelitian Bioteknologi – LIPI Jl. Raya Bogor Km.46, Cibinong 16911, Kabupaten Bogor

Ardityo Hendi Prastowo,
Ardityo Hendi Prastowo,

Pengajar, Wirausaha sembari kuliah, Penerima Beasiswa LPDP Program Doktoral bidang Bioteknologi Kehutanan

Leave a Reply