Beranda MITI Artikel Blok Mahakam, Harta Tua yang Masih Diperebutkan
Blok Mahakam, Harta Tua yang Masih Diperebutkan
Jun 5, 2015
Alat Ini Bisa Deteksi Skizofrenia Dalam Hitungan Menit
Jun 9, 2015

Pemanggang Sate Yang Cerdas: Bio Electric Grill

Apa yang pertama kali terbayang ketika kamu diminta untuk membakar atau memanggang sate? Pasti yang kamu pikirkan adalah susah matang, bau asap, dan melelahkan.

Kini, permasalahan itu semua bisa diatasi dengan Bio Electric Grill, sebuah penemuan baru untuk memanggang sate berbasis mikrokontroler yang praktis, efektif, dan mandiri energi.

Adalah Amiril Mukminin, Deki Purnaya, Million Muhammad dan Ahmad Solikihin, mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang menemukan Bio Electric Grill.

Mereka menilai bahwa sate merupakan kuliner khas Indonesia yang cukup terkenal hingga tingkat Internasional. Untuk kualitas dan kelezatannya jangan ditanya, sate memiliki kelezatan dari bumbu, tekstur hingga tingkat kematangan.

Namun, proses membakar sate adalah sebuah proses yang tidak mudah. Tidak semua orang bisa membakar sate dengan tingkat kematangan yang pas. Hal ini berpengaruh pada tingkat kelezatannya. Bahkan dapat juga menimbulkan radikal bebas pada sate tersebut.

Selain itu, membakar sate juga berarti memunculkan asap yang mencemari lingkungan. Tidak hanya udara, dinding di sekitar tempat memanggang juga dapat ternodai dari asap yang dihasilkan oleh pembakaran sate.

Melihat permasalahan tersebut, keempat mahasiswa di atas memiliki inisiatif untuk mengembangkan sebuah alat pemanggang sate yang cerdas dan ramah lingkungan. Mereka lalu menamainya Bio Electric Grill.

Rancangan Bioelectric Grill

Rancangan Bioelectric Grill

Bio Electric Grill memanfaatkan panas yang terbuang dari pembakaran biomassa arang menjadi sumber energi listrik. Dengan adanya pemanfaatan ini, kita tidak akan lagi kesulitan mencari sumber energi listrik untuk penerangan dan kipas sebagai alat bantu pemanggangan sate.

Alat ini juga dilengkapi dengan kondensor yang dapat mengubah asap hasil pembakaran sate sehingga tidak mencemari lingkungan. Di sisi bawah Bio Electric Grill, dipasang sebuah termoelektrik generator yang dilengkapi dengan dudukan dan heatsink untuk merubah panas menjadi sumber energi listrik.

Keistemewaan lain dari Bio Electric Grill adalah kemampuannya untuk membolak-balikkan tusuk sate secara otomatis dengan sistem control Arduino Leonardo R3. Kemampuan ini juga disesuaikan dengan suhu bara api, sehingga sate yang dihasilkan bisa memiliki kematangan yang pas.

Amiril Mukminin, mewakili kelompok penemu Bio Electric Grill, berharap alat temuannya dapat dimanfaatkan sebagai alat pemanggang sate otomatis, ramah lingkungan, dan mandiri energi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. (MM/DWH)

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi
BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply