Majalah Beranda
Nov 25, 2013
Teknologi Kogenerasi: Menuju Efisiensi dan Penekanan Emisi Sektor Industri
Nov 27, 2013

Biodiesel dari Limbah Minyak Ikan Menggunakan Katalis Cangkang Telur Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Bahan bakar fosil merupakan salah satu sumber energi utama yang banyak digunakan diberbagai negara di dunia bahkan Indonesia pada saat ini. Penggunaan bahan bakar fosil selalu meningkat seiring dengan penggunaannya sebagai bahan bakar transportasi maupun untuk industry. Akan tetapi dunia mengalami krisis bahan bakar minyak, oleh karena itu krisi bahan bakar fosil mendorong pencarian sumber bahan bakar alternative terbarukan (Nurcholis M, 2007).

Biodiesel

Sumber ilustrasi: gettyimages.com

Ketersediaan bahan bakar fosil juga menunjukkan kriteria semakin hari semakin menipis jumlahnya. Sementara permintaan akan bahan bakar fosil semakin meningkat sehingga mengakibatkan harga minyak dipasaran dunia semakin mahal. Hal ini sangat mempengaruhi perekonomian dunia khususnya Indonesia hingga akhirnya harus menaikkan harga jual bahan bakar minyak yang ada. Selain harga yang terus naik, penggunaan bahan bakar fosil juga tidak ramah lingkungan sehingga  mempengaruhi kesehatan manusia dan mencemari lingkungan.

Lebih jauh lagi, penggunaan bahan bakar minyak/fosil secara nasional mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, namun produksi minyak bumi dalam negeri mengalami penurunan. Secara keseluruhan, penggunaan BBM selama tahun 2004 mencapai 61,7 juta kiloliter, akan tetapi kemampuan produksi bahan bakar minyak dalam negeri sekitar 44,8 juta kiloliter, sehingga sebagian kebutuhan bahan bakar didalam negeri harus diimpor (Syah Andi N.A 2006).

Melihat keadaan ini, pemerintah telah menerbitkan Inpres No.1 tahun 2006 tertanggal 25 Januari 2006 mengenai penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati (biodiesel) sebagai bahan bakar. Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang produksinya dapat diperbaharui, karena bersumber dari minyak sayur, lemak hewan, dan minyak ikan. Oleh karena itu banyak para peneliti mulai mengembangkan biodiesel, baik dari nabati maupun hewani. Salah satu contohnya adalah penggunaan limbah minyak ikan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil.

Limbah minyak ikan yang dihasilkan dari kegiatan perikanan masih cukup tinggi, yaitu 20-30 persen produksi ikan yang telah mencapai 6,5 juta ton pertahun. Minyak ikan adalah komponen lemak dalam jaringan tubuh ikan yang telah diekstraksi dalam bentuk minyak. Pada beberapa industri pengolahan baik industri besar maupun industri rakyat memanfaatkan minyak hasil samping tersebut untuk beberapa keperluan seperti untuk pengolahan petis, pakan ternak dan industry kulit. Oleh karena itu untuk mengoptimalisasi penggunaan limbah minyak ikan dalam industri maka dilakukan penelitian untuk menciptakan biodiesel dari limbah tersebut (Estiasih Teti 2009). Ketersediaan minyak ikan yang banyak tersebut diatas bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel sebagai pengganti bahan bakar fosil.

Katalis yang paling sering dipakai untuk pembuatan biodiesel yakni katalis basa homogeny seperti NaOH dan KOH, namun kelemahan katalis ini yakni sulit untuk dipisahkan dari campuran reaksi sehingga tidak dapat digunakan kembali. Oleh karena itu dibuat pemanfaatan katalis basa heterogen CaO yang bisa diperoleh dari kalsinasi CaCO3 yang berasal dari cangkang telur. Cangkang telur merupakan katalis basa yang bagus untuk pembuatan biodiesel, karena bisa digunakan kembali. Cangkang telur memiliki susunan kimia berupa CaCO3 yang bisa diubah menjadi CaO yang merupakan katalis basa heterogen (Stadelman 2000).

Pembuatan biodiesel membutuhkan katalis karena reaksi cenderung berjalan lambat. Katalis berfungsi untuk menurunkan energy aktifasi reaksi dapat berlangsung lebih cepat. Katalis basa bereaksi baik pada suhu kamar (Kirk & Othmer, 1980).

Proses pembuatan biodiesel ada dua tahapan reaksi, yakni esterifikasi dan transesterifikasi. Esterifikasi adalah reaksi asam lemak bebas dengan alcohol membentuk ester dan air. Esterifikasi biasanya dilakukan jika minyak yang diumpankan mengandung asam lemak bebas tinggi. Transesterifikasi atau alkoholisis adalah tahap konversi dari trigliserida menjadi alkil ester melalui reaksi dengan alkohol dan hasil samping berupa gliserol (Fatmawati D 2013).

Permasalahan yang akan dipecahkan melalui  upaya ini pada dasarnya tidak lepas dari ruang lingkup permasalahan di atas, yaitu :

  1. Bagaimana memanfaatkan limbah minyak ikan sebagai bahan bakar alternative pengganti bahan bakar fosil?
  2. Menginovasikan bahan bakar alternatif yang diciptakan dari bahan alami  
  3. Mencoba mengatasi masalah kelangkaan bahan bakar dengan harga yang ekonomis dan ramah lingkungan.
  4. Memaksimalkan pemanfaatn limbah minyak ikan sebagai bahan bakar biodiesel.
  5. Menggunakan cangkang telur sebagai katalis alami.
  6. Menciptakan biodiesel yang berasal dari bahan dan katalis alami.

Dengan adanya proses atau kegiatan maupun produksi pembuatan biodiesel dari limbah minyak ikan menggunakan katalis cangkang telur, sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil yang ramah lingkungan.  maka kegunaan program ini adalah sebagai berikut :

  • Membantu pemerintah dalam mengatasi masalah bahan bakar fosil yang semakin mahal dan langka
  • Meningkatkan  kualitas  biodiesel yang  pernah ada dengan katalis CaO
  • Menyediakan bahan bakar ekonomis bagi masyarakat
  • Mampu mengurangi tingkat polusi udara dengan penggunaan biodiesel
  • Optimalisasi penggunaan minyak hewani/nabati sebagai biodiesel.

Kesimpulannya adalah ketahanan energi lokal dapat diciptakan dengan pemanfaatan bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil yang ketersediannya semakin langka dan mahal. Disamping itu tercipta bahan bakar yang ekonomis bagi masyarakat serta ramah lingkungan.

Hendra Yoni Sinaga,

Mahasiswa Geofisika dan Meteorologi, FMIPA, IPB

 

Referensi:

Estiasih Teti.2009.Minyak Ikan.Yogyakarta:Graha Ilmu

Fatmawati Dewi.2013. Reaksi Metanolisis Limbah Minyak Ikan menjadi metil Ester Sebagai Bahan Bakar Biodiesel dengan Menggunakan Katalis NaOH. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri Vol.2

Nurcholis,M. 2007.Jarak pagar.Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Kirk,R.E. dan D.F Othmer.1964.Encyclopedia of Chemical Technology.New York: John Willey and Sons

Stadelman, W.J., 2000, Eggs and egg products. In: Francis, F.J. (Ed.), Encyclopedia ofFood Science and Technology, 2nd ed., New York :John Wiley and Sons.

Syah Andi, N.A.2006. Biodiesel Jarak Pagar Bahan Bakar Alternatif yang Ramah

Lingkungan. Jakarata: Agromedia pustaka

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi
BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

1 Comment

  1. […] Baca Juga: Biodiesel dari Limbah Minyak Ikan […]

Leave a Reply