Pemuda, Inovasi, dan Kreativitas
Dec 18, 2012
Potensi Biodiesel di Indonesia
Dec 27, 2012

Biodiesel dan Bioetanol: Energi Alternatif Bahan Bakar Minyak

bioetanolBeberapa tahun terakhir ini Indonesia sudah menjadi salah satu negara net oil importer. Hal ini disebabkan karena jumlah produksi minyak nasional tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi BBM yang cenderung naik sepanjang tahun, walaupun sudah dikeluarkan kebijakan energi nasional melalui Instruksi Presiden No. 10/2005 tentang Penghematan energi.

Dibandingkan tahun 2001, impor minyak Indonesia pada tahun 2002 bertambah 19,2% dari 247  ribu menjadi 293 ribu barel per hari. Impor minyak terbesar pada tahun itu adalah solar sebesar 56,7% (mencapai 61 juta barel) (Petroleum report, 2003). Kenaikan impor minyak ini menjadikan beban yang cukup berat terhadap APBN terutama pada saat harga minyak mentah mencapai lebih dari US$70 (asumsi harga minyak mentah dalam APBN 2006 adalah US$57).

Untuk itu pemerintah mengeluarkan kebijakan energi nasional melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 5 tahun 2006 tentang pengembangan sumber energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak. Walaupun kebijakan tersebut lebih difokuskan pada penggunaan batu bara dan gas alam sebagai pengganti bahan bakar minyak, namun kebijakan tersebut juga menetapkan penggunaan bahan bakar dengan sumber daya alam nabati yang dapat diperbarukan (renewable).

Secara umum, jenis bahan bakar alternatif dari bahan nabati tersebut dinamakan biodiesel (bahan bakar pengganti solar) dan bioethanol (bahan bakar pengganti bensin). Biodiesel dibuat dari minyak nabati seperti minyak sawit, kelapa, jarak pagar, kapuk, malapari, nyamplung, dan sebagainya. Sedangkan bioetanol dibuat dari bahan-bahan bergula atau berpati seperti tetes tebu, nira sorgum, nira nipah, singkong, ganyong, ubi jalar, dan tumbuhan lainnya.

Indonesia relatif terlambat dibandingkan beberapa negara lain dalam memanfaatkan biodiesel dan bioetanol sebagai sumber energi alternatif. Amerika sudah mengeluarkan B-20 untuk campuran bahan bakar minyak dengan kandungan 20% biodiesel. Sementara negara-negara di Eropa sudah mengeluarkan EN228 (biodiesel dicampur sampai dengan 5% volume) dan EN590 (solar dicampur sampai dengan 5% volume). Di sisi lain Brazil termasuk negara yang leading dalam penggunaan bioetanol. Lebih dari 50% mobil baru yang berjalan di Brazil adalah flexibel fuel car, dimana mobil tersebut dapat pula menggunakan bioethanol, bahkan dengan konsentrasi bioetanol sampai 100%. (ES)

Sumber:

Serba-Serbi Energi, Bunga Rampai Energi dari Negeri Sakura.

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

1 Comment

  1. This is very interesting

Leave a Reply