Menghilangkan Plak Gigi lebih Praktis dengan Dentech Tool
Mar 3, 2016
Satu Jam Bersama: Penemu Nanoscope Dr. Ratno Nuryadi, M.Eng
Mar 28, 2016

Belajar Sociopreneur dengan Monopoli Berbasis Kearifan Lokal Inovasi Mahasiswa UNY

Pernah bermain monopoli sewaktu kecil? Mengasyikkan bukan? Memindahkan bidak dan melemparkan dadu secara bergiliran untuk menguasai petak yang ada dengan sistem ekonomi sederhana. Baru baru ini, dua mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan inovasi permainan monopoli berbasis kearifan lokal sebagai media pembelajaran sociopreneur. Wah menarik sekali!

Puspitaningsih dan rekannya, Niken Retno Purwandari dari UNY menciptakan monopoli edukatif yang mereka beri nama Sociopolin. Sociopolin atau Sociopreneur Monopoly Indonesia, adalah media pembelajaran sociopreneur yang berbasis kearifan lokal berbentuk permainan monopoli untuk siswa Sekolah Dasar (SD).

Sociopolin (Dok. Puspita)

Sociopolin (Dok. Puspita)

“Sampai saat ini belum ada media pembelajaran khusus untuk mengenalkan sociopreneur kepada siswa SD”, Kata Puspita redaksi berandainovasi.com

Selayaknya permainan monopoli lain, dalam Sociopolin juga terdapat petak, bidak, dadu, kartu dana umum dan kesempatan, serta uang monopoli. Perbedaannya adalah petak yang ada dalam sociopolin ini mengambil gambar rumah adat, makanan khas, dan kain batik tenun setiap provinsi dengan harga yang berbeda-beda.

Selain itu, terdapat kartu pembangunan usaha makanan, pembangunan usaha rumah, dan pembangunan usaha kain tenun. Nuansa kearifan lokal sangat terasa ketika bermain monopoli ini. Terdapat juga papan kemenangan yang akan menentukan pemenang dari permainan ini. Instruksi utama dari monopoli ini adalah setiap usaha harus membantu usaha lain sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Ada empat pilihan di papan kemenangan, yaitu panti asuhan, panti jompo, industri geplak, dan rumah singgah.

Sociopreneur itu kan usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, namun juga usaha yang punya kepedulian lebih untuk memberdayakan masyarakat” Tambah Puspita.

Puspita juga berharap bahwa nantinya sociopolin ini dapat mengenalkan kearifan lokal sekaligus menjadi media pembelajaran sociopreneur yang menyenangkan untuk siswa SD. Serta membentuk pribadi siswa yang dapat mengatasi kesenjangan ekonomi dan sosial di masyarakat di masa mendatang.

Puspita dan Niken dalam lomba LKTI di Unhas (Dok. Puspita)

Puspita dan Niken dalam lomba LKTI di Unhas (Dok. Puspita)

Pada akhir tahun 2015 lalu, Puspita dan Niken dengan Sociopolinnya telah berhasil memenangkan lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional yang bertajuk “Indonesian Youth Festival of Science 2015” di Universitas Hasanuddin, Makassar. (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply