Laboratorium Bioimaging Pertama di Indonesia
Jul 3, 2014
‘Mikrokapiler’ Praktis untuk Deteksi Stroke
Jul 4, 2014

Belajar Membumikan Pangan Lokal dari Perancis

France-Food-Map

Pemanfaatan pangan lokal tidak hanya mempunyai keuntungan secara ekonomi bagi penduduk lokal dan membangun kedaulatan pangan, namun juga mengurangi emisi karbon sebagai bagian dari pembangunan yang lestari dan berkelanjutan. Berikut ini adalah usaha-usaha kecil yang bisa dilakukan baik secara pribadi maupun komunitas untuk berpartisipasi mewujudkan kedaulatan pangan, seperti yang pernah saya lihat di Perancis.

Pendidikan selera di sekolah-sekolah

Kita tentu prihatin dengan anak-anak yang selalu memakan makanan olahan seperti nugget dan fastfood. Orang tua seakan tidak berdaya atau bahkan tidak berusaha untuk membuat anaknya makan makanan sehat.

Anak TK dan SD di Perancis memang diuntungkan dengan makan siang di kantin yang disediakan sekolah dengan biaya murah. Kesempatan ini digunakan sekolah untuk memperkenalkan dan mewajibkan makanan terutama sayuran yang biasanya tidak disentuh. Jika diumpamakan dengan masakan Indonesia, maka anak-anak ini diwajibkan untuk makan makanan tradisonal seperti pecel bunga turi, sayur rebung, atau sayur pare. Dari pengalaman mereka, pada awalnya anak-anak memang menolak makan karena berpikiran bahwa makanan tersebut tidak enak. Tapi karena lapar akhirnya mereka menikmatinya juga. Usaha yng dilakukan selama jangka waktu tertentu, akhirnya berhasil mengubah selera anak-anak. Orang tua yang merasa kesulitan melakukan hal ini dirumah mungkin bisa melakukannya bersama lewat organisasi orang tua murid di sekolah masing-masing. Pendidikan selera lokal pada anak-anak berarti menjamin kelangsungan kedaulatan pangan di masa depan.

Pemberian label asal pada produk-produk di supermarket

Pemerintah Perancis secara nasional mempunyai peraturan agar setiap supermarket mencantumkan asal dan cara transport bahan makanan. Maka kita melihat misalnya di supermarket di Chinatown di bagian rambutan akan tertulis ‘dari Indonesia dengan pesawat’ atau di atas udang ‘dari  Thailand dengan kapal’ atau ‘tomat Perancis’ dibedakan dengan ‘tomat spanyol’. Mereka yang telah sadar lingkungan akan memilih dengan prioritas produk lokal yang berasal dari alamat paling dekat atau produk import dengan kapal. Warga dengan tingkat kesadaran yang lebih tinggi, hanya akan membeli produk lokal terdekat, sesuai musim dan paling sedikit diolah atau diolah oleh komunitas lokal. Misalnya jika anda tinggal di Jakarta, anda akan memilih mangga daripada apel Australia, dan bahkan memilih mangga dari bogor daripada yang dari Indramayu. Paling gampang, tentu jika anda belanja di pasar tradisional, karena di Indonesia, rata-rata produk masih berasal dari tempat terdekat.

[ads1]

Penciptaan masakan-masakan baru di acara televisi dengan produk lokal

Tidak hanya acara kuliner yang berkeliling negara dengan mempromosikan masakan lokal, ahli-ahli masak juga berusaha menciptakan masakan-masakan baru dengan produk lokal. Berbeda dengan televisi kita yang justru berlomba-lomba menampilkan resep Italia dengan bahan-bahan keju yang tidak ada di nusantara. Ahli-ahli masak Perancis mencoba membuat resep-resep baru dari bahan sayur atau buah yang mulai ditinggalkan bahkan dari bahan yang belum pernah digunakan sebelumnya seperti bunga-bunga. Kita bisa membayangkan rendang jantung pisang atau pecel bunga sepatu. Maka diversifikasi pangan sungguh-sungguh diperluas dengan melakukan percobaan-percobaan baru. Hal ini menjadi trend, karena percobaan ini justru dilakukan di restoran-restoran gastronomi kelas atas.

Desa mandiri dan ekologis

Pada desa-desa yang militan dan sadar lingkungan, mereka berusaha untuk meminimalisasi pemakaian produk-produk dari luar desa. Mereka membangun kebun dan peternakan bersama untuk memenuhi kebutuhan pangan dari desa sendiri dan memproduksi madu sebagai pengganti gula. Desa yang tidak memiliki lahan, membentuk kelompok pembeli bahan pangan pangan langsung kepada petani setiap bulan. Gerakan ini istimewa karena mereka membayar secara bulanan bahkan sebelum petani menanam. Jadi Selain menjamin ketersediaan pangan, mereka juga bersolidaritas kepada petani untuk selalu bisa menanam dan petani selalu bisa menyalurkan hasilnya

Apa menu untuk anda hari ini?

Gracia Asriningsih
Gracia Asriningsih

Gracia Asriningsih menyelesaikan studi masternya di Paris 8 University, Perancis. Kini tinggal di Jakarta dan menikmati pekerjaannya sebagai penulis dan penerjemah.

Leave a Reply