6 Strategi Inovatif Pemerintah Daerah yang Berwawasan Digital
Jun 23, 2016
Tedi Smart, Sahabat Bunda saat si Kecil Demam
Jun 24, 2016

Belajar dari Vampir, Apakah Minum Darah Aman bagi Tubuh?

Vampir Minum Darah via emirates247.com

Vampir Minum Darah via emirates247.com

Vampir Minum Darah via emirates247.com

Dongeng dan cerita vampir si pengisap darah telah kita dengar, baca, dan tonton selama puluhan tahun melalui banyak media, baik buku cerita, televisi, maupun internet di era modern ini. Vampir dikisahkan sebagai zombie yang bertahan hidup dengan menghisap darah manusia. Dia akan menghisap darah manusia sampai manusia itu kehabisan darah dan akhirnya meninggal dunia.

Ternyata, vampir tidak hanya sebuah dongeng dan legenda saja. Di dunia nyata, pada tahun 2011 seorang pria Texas berusia 19 tahun, Lyle Bensley, masuk ke apartemen seorang wanita dan kemudian menggigit lehernya. Bensley mengaku sebagai seorang vampir yang telah hidup berabad-abad dan membutuhkan darah untuk bertahan hidup. Walaupun kisah “vampir Bensley” pada akhirnya harus berakhir di jeruji besi.

Namun sebenarnya, apakah minum darah itu benar-benar aman untuk tubuh?

Pada jumlah yang sangat kecil, misalnya beberapa sendok teh saja, minum darah mungkin tidak masalah. Itu pun kita harus bisa memastikan bahwa darah yang terminum bebas dari patogen atau virus pembawa penyakit. Namun, jika lebih dari itu, sebaiknya kita harus berhati-hati.

Faktanya, darah adalah sumber kehidupan jika benar-benar berada pada area yang seharusnya seperti jantung maupun pembuluh di tubuh. Akan tetapi, jika terminum dan dicerna, jelas sangat berbeda. Darah ketika diminum dapat menjadi racun. Tentunya setiap racun memiliki dosis. Semakin besar dan banyak dosisnya, maka akan semakin membahayakan tubuh kita. Begitu pun dengan darah ketika kita minum dan dicerna oleh tubuh.

Walaupun darah kaya akan zat besi, namun jika berlebihan, tubuh kita tidak memiliki kemampuan untuk mengeluarkan kelebihan zat besi itu. Dengan kata lain, hal itu tentunya akan mengendap di tubuh dan zat besi tersebut benar-benar menjadi racun jika dalam dosis yang banyak. Kelebihan zat besi disebut Hemochromatosis. Efeknya adalah kerusakan hati, penumpukan cairan di paru-paru, dehidrasi, tekanan darah rendah, dan gangguan pada saraf.

Namun, seorang peneliti dari Georgia Tech, John Edgar Browning, justu menyampaikan fakta yang mencengangkan. Pada tulisannya yang diterbitkan oleh BBC mengatakan bahwa ribuan orang di seluruh Amerika Serikat telah meminum darah untuk berbagai alasan.

Beberapa orang mengatakan bahwa oksigen dan zat besi pada darah dapat memberikan mereka energi. Kemudian tidak ada satu pun peminum darah yang diwawancarai oleh Browning merasakan keluhan dari efek samping aktivitas meminum darah yang mereka lakukan. Browning menyimpulkan bahwa bisa jadi mereka minum darah dengan dosis yang tidak berlebihan, sehingga masih aman untuk tubuh mereka.

Pada hewan, tidak jauh berbeda dengan manusia. Hewan-hewan tertentu yang meminum darah secara reguler seperti kelelawar vampir memiliki risiko overdosis zat besi yang tinggi. Namun tidak seperti manusia, tubuh hewan yang mencerna darah telah beradaptasi dan memiliki mekanisme pencernaan khusus.

Menurut Katherine Ramsland dalam bukunya yang berjudul “The Science of Vampires” (Penguin Putnam, 2002) menyebutkan bahwa seekor kelelawar vampir memerlukan asupan zat besi yang besar untuk membantu membentuk hemoglobin yang akan membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.

Namun faktanya, asupan zat besi pada umumnya selalu lebih tinggi dari dosis yang dibutuhkan oleh hewan ini. Sehingga kelelawar vampir memerlukan proses khusus untuk mengeluarkan kelebihan zat besi tersebut. Ketika darah tertelan lewat mulut kelelawar, darah akan melewati sebuah saluran yang sama dengan saluran yang digunakan untuk mengekstrak nutrisi.

Pada proses ini, kelelawar ternyata mempunyai membran mukosa sepanjang saluran di usus yang akan bertindak sebagai penghalang zat besi untuk masuk ke aliran darah di tubuh mereka. Jadi, kelelawar tersebut tidak akan terlalu bermasalah dengan kelebihan zat besi melalui darah yang mereka minum.

Akan tetapi, bagaimanapun kita adalah manusia. Bukan seekor kelelawar vampir yang memiliki mekanisme khusus di tubuh mereka untuk mencerna darah. Saat kita minum darah sama saja seperti meminum racun yang jika dilakukan dalam dosis tinggi dan terus menerus, perlahan-lahan akan membunuh kita. Jangan berani coba-coba ya! (NMY/LiveScience)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf

Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply